Tuesday, August 9, 2022

Pesona 9 Memukau

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Penampilan apik dan atraktif mengantarkan Pesona 9 merebut BOBPesona 9 sukses merebut gelar best of the best (BOB) di kontes serama terbesar di Indonesia.

Pesona 9 memesona enam juri. Serama berumur 9 bulan itu berjalan gagah. Di atas meja berukuran 1,2 m x 0,8 m, Pesona 9 melangkah mantap sambil menarik kepala ke belakang hingga dadanya membusung indah. Sorak-sorai penonton kontes yang berlangsung di WTC Manggadua, Jakarta, pada 24 Februari 2013 pun membahana. Kegaduhan itu tak menyurutkan nyali Pesona 9. Klangenan milik Edy Yuwono itu tetap bergaya.

 

Kontes semarak dengan kehadiran 468 seramaEnam juri di babak best of the best (BOB) sepakat menobatkan ayam seharga Rp30-juta itu sebagai BOB pada Kontes Serama Piala Amin Jakarta 2013. Pesona 9 menyisihkan jawara lain seperti kampiun kelas jantan muda Besi Tua, Badai Hitam (jantan remaja), Kemuning (jantan tanpa lawi), dan Naga Hitam (jantan dewasa B). “Pesona 9 memang pantas juara karena paling siap,” ujar Karjono, juri dari Jakarta.

Musuh jatuh

Di babak BOB itu persaingan sebenarnya cukup ketat. Badai Hitam dan Besi Tua bahkan sempat terjatuh dari atas meja ketika berlenggak-lenggok hingga ke tepi meja sehingga juri mendiskualifikasi mereka. “Kedua ayam grogi di babak puncak,” ujar Eka Andry Dewa Wiyana, juri asal Jember, Jawa Timur. Bandingkan dengan Pesona 9. “Penampilan tampil atraktif. Penuh gaya dan beberapa kali berjinjit.” kata Eka Andry.

Senyum pun menghias bibir Edy Yuwono, sang empunya jawara. “Saya sangat senang dengan prestasi ini,” kata Edy. Maklum itu gelar BOB pertama bagi Pesona 9. Padahal, Edy tidak ada merawat Pesona 9 secara  spesial menjelang kontes. Ia menghindari serama itu dari ayam lainnya. Selain itu, ia juga menjemur Pesona 9 setiap pukul 08.00—09.30.  Perawatan lain, memandikan serama itu sepekan sekali dengan sampo kucing. “Biar bulunya halus dan tidak berkutu,” kata presiden Republik Serama Kediri itu.

Edy memberikan campuran beras merah dan voer sehari sekali. Setiap 2 pekan ia memberikan suplemen berupa 15 jangkrik supaya ayam lebih agresif. Mental Pesona 9 pun terbentuk pada latihan yang dilaksanakan 3 kali dalam sepekan. Edy menerapkan perawatan itu sehari-hari, bukan hanya menjelang kontes.  Jadi wajar Pesona 9 bisa tampil apik di kategori jantan dewasa A dan jawara laga bintang jantan.

Down Payment alias DP milik Kisnandar asal Tangerang, Provinsi Banten pun, menyabet 3 gelar sekaligus, yaitu BOB ekshibisi, raja kebas, dan juara kategori dewasa B ekshibisi. Pada kontes raja kebas, DP mengalahkan 11 pesaing. DP berhasil melakukan 38 kebasan atau kepakan sayap dalam 3 menit. Serama berumur 17 bulan itu meraih kampiun serupa pada kontes Desember 2012. Namun, saat itu serama yang dibeli seharga Rp4,5-juta itu hanya 35 kali mengebaskan sayapnya.

Sementara di kelas anakan, pertarungan juga berlangsung sengit. Untuk kategori anakan jantan B Balac Kyu milik Dikut asal Kediri, Jawa Timur, menyabet jawara setelah mengalahkan 30 peserta lainnya. Balac Kyu bertubuh putih dengan warna hitam di ujungnya. Meskipun tergolong muda, serama berumur 1,5 bulan itu menunjukkan bakatnya dalam kontes bagus-bagusan. “Sejak kecil tidak susah melatih ia bergaya,” ujar Dikut. Keunggulan itu pun membawa serama berbobot 120 g itu meraih gelar best of chick (BOC).

Melimpahnya peserta kontes, hingga 468 ekor, membuat juri bekerja keras. Kriteria penilaian pun diperketat. Ada 9 aspek yang dinilai. Dari segi fisik, kaki, sayap, tubuh, dan ekor. Warna dan keindahan bulu juga diperhitungkan. Namun, poin tertinggi ada di sektor gaya. Serama yang bergaya di catwalk pasti memiliki bentuk tubuh prima. Siluet huruf “S” akan tampak jika serama dilihat dari samping.  Hal lain yang diperhatikan juri adalah keceriaan serama. Serama yang mengebaskan sayap, mengangkat satu kaki, dan berjalan berputar di atas meja mendapat poin lebih.

Meriah

Adu molek yang terselenggara atas prakarsa Darmin alias Amin Jakarta dan beberapa sponsor itu berlangsung meriah. “Selama ini rata-rata jumlah peserta kontes serama menyentuh angka 250,” kata Darmin, ketua panitia kontes. Peserta datang dari Lampung, Sumatera Selatan, Bandung, Jakarta, Magelang, Malang, dan Bali. Bahkan, terdapat peserta asal negeri jiran Malaysia dan Bulgaria. Menurut Yudi Kurniawan Tirta, juri dari Paguyuban Juri Serama Independen Indonesia (Parimas), lomba serama  itu merupakan terbesar pada 2013.

Panitia kontes menyediakan 24 meja sebagai arena untuk unjuk kebolehan bagi serama. “Lazimnya jumlah meja sekitar 12,” ujar Eka Andry. Kehebohan kontes itu tidak berhenti sampai di situ. Ajang adu kecantikan serama itu pun mempertandingkan kelas ekshibisi. Panitia membuka kelas itu bagi para pemula yang baru mengenal serama.

Kelas ekshibisi terbagi ke dalam 5 kategori. Yaitu jantan remaja, jantan muda, jantan dewasa A, dan jantan dewasa B. Selanjutnya kampiun pada setiap kategori kembali beradu elok memperebutkan predikat best of the best (BOB) ekshibisi. Waktu menunjukkan pukul 19.32 saat pertandingan BOB dimulai. Selang 3 menit juri menabalkan DP milik Kisnandar sebagai kampiun. “Dari awal sampai akhir lomba staminanya kuat,” ucap Karjono.

Kisnandar memang mempersiapkan DP menjadi jawara. DP salah satu serama yang mendapat perlakuan khusus ketimbang 150 ayam lain koleksinya. Setiap pagi ia memandikan klangenannya itu lantas menjemurnya di bawah mentari hingga setengah kering. Sebelum masuk kandang pria dari Tangerang itu memijat DP. (Riefza Vebriansyah/Peliput: Kartika Restu Susilo, Lutfi Kurniawan, Nurul Aldha Mauliddina, & Rizky Fadhilah)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img