Sunday, August 14, 2022

Pesona Anggrek Bercadar

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Panggil saja dia, Ang. Si jelita menyembunyikan keelokannya di balik cadar.

 

C adar itu berupa sepal dan petal yang mengatup, membentuk mahkota yang posisinya tegak menghadap ke langit, ditopang tangkai yang muncul dari samping pseudobulb. Dari kejauhan sosoknya jadi seperti tulip. Berdiri di dekatnya niscaya kita bisa mencium aroma harum bak kayu manis yang lembut menguar.

 

Cobalah menyibak cadar itu. Buka satu per satu sepalnya yang berjumlah tiga. Di baliknya tersembunyi bibir alias labellum yang menggantung seperti kantong. Sepal, petal, labellum, dan pseudobulb? Ya sebab Ang adalah sebutan untuk anggrek bergenus Anguloa.

Anggrek tulip
Meski termasuk anggota famili Orchidaceae, sosok Anguloa tidak seperti lazimnya tanaman anggrek. Daunnya besar dan lebar, tapi lebih tipis. Daun tumbuh dari pseudobulb yang tumbuh bergantian sebanyak dua buah. Anguloa memang bertipe simpodial dengan lebih dari satu titik tumbuh. Dari samping pseudobulb itulah tangkai bunga muncul. Tangkai yang langsing dan panjang itu menopang bunga yang sosoknya menyerupai tulip dengan sepal dan petal mengatup membentuk “cadar”.
Keelokan anggrek bercadar itu membuat Mazna Hashim terpesona waktu melihatnya di nurseri di Belanda pada 2006 dan Jerman (2009). “Saya belum pernah melihat yang seperti ini di tanahair,” kata kolektor anggrek sejak 1975 itu. Maklum saja Anguloa sejatinya berasal dari dataran tinggi Venezuela, Ekuador, Peru, dan Kolombia.
Mazna menanamnya di kebunnya di Cimande, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, berketinggian 900 m dpl. Di sana 20 pot Anguloa koleksi Mazna tumbuh subur. Terutama pertumbuhan bulb-nya yang bersosok gemuk. ”Kalau pengunjung melihat bulb Anguloa saya, dia pasti akan tertarik membelinya,” kata penulis buku anggrek itu. Bulbnya cukup besar dan tinggi, mirip umbi tulip setinggi 15 cm. Anggrek yang namanya diambil dari nama seorang kolektor anggrek, Fransisco De Angulo, itu berbunga dua kali setahun setelah musim hujan. Sekali mekar, bunga tahan sekitar 2 minggu di tangkainya.
Sejak muncul calon tangkai bunga hingga bunga mekar butuh waktu 1 bulan lebih. Berbeda dengan anggrek lain, Anguloa cuma memiliki satu bunga di setiap tangkai. Hanya saja sekali berbunga bisa muncul 1–3 tangkai per bulb sehingga sosoknya tetap semarak.
Warna bunga ada yang putih, kuning terang, dan jingga. Ukurannya besar dan teksturnya berlilin. Di Indonesia lebih banyak yang warna kuning. Sosok unik dengan bunga cantik mirip tulip itu yang membuat Frankie Handoyo di Jakarta dan Brilliantoro di Depok (Jawa Barat) juga mengoleksi Anguloa.

Dataran tinggi

Genus yang keberadaannya telah dilaporkan sejak 1798 oleh José Antonio Pavón dan Hipólito Ruiz López itu terdiri dari banyak spesies. Di antaranya Anguloa clowesii, Anguloa brevilabris, Anguloa cliftonii, Anguloa dubia, Anguloa eburnea, Anguloa hohenohii, Anguloa tognettiae, Anguloa uniflora, dan Anguloa virginalis.
Menurut Frankie, di tanahair hanya A. clowesii yang relatif gampang didapat. “Mencari spesies lain sangat sulit,” kata Frankie yang mendapatkan anggrek tulip dari seorang importir yang mendatangkan dari Taiwan pada 2004.
Anggrek yang berkerabat dekat dengan Lycaste itu lebih adaptif ditanam di dataran tinggi seperti habitat aslinya dan mendapat naungan. Pengalaman Brilliantoro, daun anggrek tulip yang tipis gampang terbakar jika terpapar cahaya matahari berlebihan. Frankie menanam koleksinya di Sukabumi, Jawa Barat, yang memiliki ketinggian 600 dpl.
Si cantik bercadar nyaman tumbuh di atas media porous berdrainase baik. Frankie menggunakan media tanam campuran arang halus berukuran sebesar kuku dan cacahan pakis halus. Mazna cukup menggunakan sabut kelapa. Mazna Hashim merawat Anguloa kesayangannya di bawah jaring penaung berkerapatan 55-60%. Pemupukan seminggu sekali atau 2 minggu sekali, tergantung keadaan tanaman. Penyiraman seperti tanaman pada umumnya 1-2 kali sehari. Itu semua demi menghadirkan anggrek bercadar. (Bondan Setyawan)

Keterangan foto

  1. Bunga Anguloa clowesii, harumnya seperti kayu manis
  2. Tanaman Anguloa lunifera koleksi Mazna Hashim
  3. Di tanahair Anguola berbunga 2 kali setahun
  4. Mazna Hashim, kolektor anggrek sejak 1975
  5. Anguloa lunifera, sepal dan petal anguola menutup sehingga mirip tulip

 

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img