Thursday, July 25, 2024

Petani di Ogan Komering Ilir Rakit Varietas Padi Srimbo, Produktivitas 12 Ton per Hektare

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Petani sekaligus pengusaha benih padi asal Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatra Selatan, Sulaiman, merakit padi lokal bernama  sri ditimbo (srimbo). Artinya padi yang ditanam dalam ember (timbo).

Menurut Dosen Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Nike Karjunita, S.P., M.Si. padi itu terbilang unggul karena produktivitas srimbo mencapai 12 ton per hektare.

Padi itu memiliki malai panjang lebih dari 30 cm. Selain itu jarak antarbulir srimbo termasuk rapat mencapai 0,3 mm. Bandingkan dengan jarak antarbulir padi lain yang berjarak lebih kurang 0,6 mm.

Lebih lanjut Nike menuturkan, kelebihan lain srimbo yakni tahan rebah serta lebih tahan penyakit seperti blas dan kresek. Produktivitas srimbo yang mencapai 12 ton per hektare sangat tinggi dibandingkan dengan produksi padi lainnya yang sebesar 6—8 ton per hektare.

Umur padi srimbo yaitu 88 hari setelah tanam (hst). Masa panen padi berumur genjah atau pendek 88—95 hst, sedangkan yang berumur panjang 95—115 hst. Para petani di Kecamatan Lempuing Jaya kerap menyebut srimbo sebagai padi sulaiman.

Harap mafhum srimbo padi rakitan penangkar di sana yang bernama Sulaiman. Saat ini benih rakitan hasil persilangan buatan Sulaiman mencapai 22 jenis. Namun tidak banyak orang mengetahui lantaran benih hasil rakitan belum diuji secara luas dan tidak didaftarkan sebagai varietas unggul baru (VUB).

Persilangan padi oleh Sulaiman berdasarkan kebutuhan seperti tanaman berumur genjah, produktivitas tinggi, serta ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit. Persilangan padi juga berdasarkan penanggulangan terhadap cuaca buruk seperti tahan rebah akibat terjangan angin.

Sebagian petani lain mendapat benih padi dengan membeli di toko usaha tani yang tersedia secara daring (online). Sawah di Kecamatan Lempuing Jaya termasuk tadah hujan. Cirinya sistem perairan sawah tergantung hujan tanpa bangunan irigasi yang permanen.

Baca juga artikel lain pada Majalah Edisi 654 Mei 2024. Dapatkan Majalah Trubus Edisi 654 Mei 2024 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kelapa Genjah Merah Bali, Eksotis dan Produktif

Trubus.id—Kelapa genjah merah bali merupakan kelapa baru yang eksotis dan produktif. Secara umum berbunga pada umur 2—2,5 tahun dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img