Friday, December 2, 2022

Pilihan Baru Berkebun Mangga

Rekomendasi

Nah mengapa tidak coba saja irwin, nam dok mai, atau chokanan. Mangga-mangga  Australia dan Thailand itu dapat berbuah lebat meski ditanam di daerah dengan curah hujan merata sepanjang tahun.

 

Memasuki September mangga-mangga berkulit kuning berbentuk lonjong berebut bergelayutan di tajuk deretan pohon setinggi 3 m. Kulit kuning tanda buah siap dipanen. Tahun lalu si empunya kebun di Delitua, Medan, Sumatera Utara, itu menuai buah untuk yang ke-3.

Produktivitas setiap pohon yang ditanam dalam drum bervolume 100 l dengan jarak tanam 6 m x 5 m itu rata-rata 70 kg per musim. Di kebun seluas 6 ha itu ada 2.000 nam dok mai dan 500 chokanan—mangga-mangga berkulit kuning itu. Artinya dari kebun itu dituai 175 ton buah per musim yang jatuh pada September—Oktober. Semua terserap toko buah dan pasar swalayan di seputaran Medan.

Nun di Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Timotius Endro Djoenaidi menanam 800 chokanan, 500 nam dok mai, 1.000 okyong, 250 cing nang wang, dan 100 irwin di lahan seluas 2 ha. Pria yang dulu berkecimpung dalam usaha angkutan itu menanam mangga dengan populasi padat.

Sepanjang September 2008—Mei 2009 dituai 2 ton mangga. Sebanyak 400—750 kg dikirim ke sebuah tempat wisata terkenal di Bogor, Jawa Barat. Sisanya diantar ke pelanggan pribadi di seputaran perumahan elit Lippo Cikarang, Bekasi. Tahun ini Djoenaidi memperluas kebun menjadi 4 ha. “Setiap kali panen selalu ludes dan permintaan dari konsumen terus berulang,” tutur aktivis di gereja itu.

 

Adaptif di hujan

Dalam peta permanggaan Indonesia, sejatinya Medan dan Bekasi bukan termasuk sentra. Penanaman anggota famili Anacardiaceae itu terpusat di daerah kering dan mendapat sinar matahari penuh. Sebut saja Situbondo, Pasuruan, dan kota-kota di jalur pantai utara Pulau Jawa. Arumanis jadi jenis yang paling banyak diusahakan.  Yos Sutiyoso, pakar buah di Jakarta, menuturkan, secara umum mangga-mangga itu tumbuh optimal di daerah panas tak berawan dengan panjang hari 10—12 jam. Di luar itu produktivitas mangga rendah.

Arnold Simatupang, pengawas kultivar dari UPT Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih IV Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, bercerita. Beberapa tahun lalu bermunculan arumanis dan gedonggincu di halaman rumah-rumah penduduk di seputaran Medan. Apa lacur keduanya gagal berkembang. Warna gedonggincu tidak semerah yang di Jawa. Sementara arumanis, “Rentan serangan penggerek batang,” kata Arnold.

Medan yang tidak pernah mengalami kemarau panjang—bahkan kerap hujan pada musim kering—habitat nyaman buat penggerek batang. “Makanya di daerah dengan curah hujan tinggi perlu seleksi varietas yang tahan penggerek batang Cryptorrhynchus sp,” tutur Ir Baswarsiati MS dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Nam dok mai dan chokanan—keduanya asal Thailand—relatif tahan serangan penggerek batang, pun berkembang baik dalam lingkungan lembap dan banyak hujan.

 

Tahan angkut

Menurut Sobir PhD, kepala Pusat Kajian Buah-buahan Tropika IPB, jenis-jenis mangga pendatang dari mancanegara umumnya bersifat monoembrionik. Maksudnya, jika biji mangga disemai maka memunculkan 1 kecambah. Pengamatan Sobir, beberapa mangga monoembrionik tumbuh dan berproduksi baik di daerah Sumatera dan Jawa Barat yang beriklim basah.

Doktor dari Universitas Okayama, Jepang itu menduga sifat adaptif itu karena mangga pendatang itu nenek moyangnya berasal dari wilayah India dengan iklim relatif lebih lembap. Contoh yang adaptif adalah chokanan, irwin, dan nam dok mai. Artinya bermodalkan jenis-jenis itu peluang mengebunkan mangga di luar sentra tradisional terbuka lebar. Itu yang ditangkap oleh si empunya kebun di Delitua, Djoenaidi, Sofyan Linggajaya (Pandeglang, Banten), Narin Wattana Anurak (Karawang), dan Sahril Sidik (Majalengka).

Sofyan dan Narin memilih menanam chokanan. Sahril, irwin. Tentu keputusan mengebunkan bukan sekadar daya adaptasi tanaman. Mangga-mangga pendatang itu punya keunggulan masing-masing. Chokanan genjah, produktif, dan bunga tahan guyuran hujan. Irwin berpenampilan cantik: berkulit merah, kuning, hijau, panennya bisa diatur, serta tahan lalat buah dan transportasi jarak jauh karena kulit buah lebih tebal (lihat ilustrasi).

Soal pasar? Besar. Musababnya, “Mangga introduksi memberi sesuatu yang tidak disediakan mangga lokal,” ujar Dr Ir Arief Daryanto, direktur Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis IPB. Dari segi rasa misalnya lidah Indonesia terbiasa dengan manisnya arumanis. Chokanan dan irwin menyodorkan citarasa manis dan segar.

 

Mangga 2 kg

Peluang itu setidaknya tergambar dari nilai impor mangga Indonesia selama 6 tahun terakhir (lihat grafik). Jenis yang paling banyak diimpor khio sawoei dari Thailand dan irwin (Australia). Volume impor khio sawoei mencapai 50% dibanding keseluruhan impor. Maklum ia tipe manenda—mangga panen muda. Artinya ketika mengkal saja rasa sudah manis.

Di pasar swalayan buah-buah pendatang itu dibandrol dengan harga tinggi. Toh tetap ada pembeli. “Mangga introduksi punya buying impuls (dorongan beli pada konsumen, red) lumayan besar,” kata Zoilus Sitepu, national specialist for fruit and vegetable Hypermaret. Biasanya karena penampilannya menarik dan sangat beda.

Contohnya yu-wen. Mangga impor asal Taiwan itu warna kulitnya kuning cerah hingga merah pekat. Di Hypermaret ia dibandrol Rp5.500 per 100 g. Bobot yu-wen ada yang mencapai 2 kg. Artinya harga mangga raksasa itu Rp110.000 per buah. Toh konsumen tidak bakal kecewa. Yu-wen berdaging jingga terang, manis, teksturnya lembut, dan biji sangat tipis. Menurut JS Lin, kolega Trubus di Taiwan, yu-wen salah satu yang banyak ditanam pekebun di Pulau Formosa itu.  Para pekebun mangga-mangga pendatang pun relatif mulus membuka pasar.

 

Awas salah!

Irwin kualitas A asal kebun Sahril Sidik diserap pasar swalayan Superindo. Volume pengiriman 100 kg per 2 hari selama musim panen Oktober—Januari dengan harga Rp12.000 per kg di kebun. Belakangan ia mendapat order 100 ton per hari untuk mengisi 2.000 outlet sebuah minimarket terkenal. Pantas Sahril berniat memperluas kebun menjadi 400 ha.

Produksi dari kebun Djoenaidi, Sofyan, dan Narin habis dibeli di kebun atau pelanggan langsung. Namun, tentu saja selain peluang calon pekebun pun mesti memperhitung risiko. JK Soetanto terpaksa membongkar 2.000 pohon mangga umur 4 tahun di kebunnya di Subang, Jawa Barat. “Setelah 4 tahun baru ketahuan bibit khio sawoei yang saya beli ternyata okyong,” ujarnya. Meski produktif, daging buah okyong lembek sehingga kurang disukai pasar

Sofyan menebang setengah isi kebun. Gara-gara jarak tanam rapat, 3,5 m x 3,5 m, kondisi lingkungan di sekitar tajuk lembap. Itu “sarang” nyaman cendawan penyebab penyakit.

Namun ketika batu sandungan bisa dilalui, pekebun menggenggam kesempatan besar. Musim panen mangga lokal September—November. Mangga impor masuk pada Mei—September. Sementara mangga-mangga pendatang bisa diatur panen antara September—Mei. Pantas Andy Kim berencana membuka kebun seluas 3.000 m2 di Karawang untuk chokanan dan okyong. Sofyan punya kebun baru seluas 2 ha di Bekasi. Dengan mangga pendatang yang adaptif di iklim hujan ada peluang terbentang. (Nesia Artdiyasa/Peliput: Destika Cahyana, Faiz Yajri, dan Imam Wiguna)

 

Imigran Andal Pengisi Kebun

1.  Chokanan

Π          Thailand

ϖ Bobot 300—350 g, daging kering dan bertepung, harum, manis legit (16o briks), kulit kuning

ϖ Bekasi, Banten, Demak, Situbondo, Medan, Gresik

ϖ Genjah (2—3 tahun berbuah), bunga tahan guyuran hujan, produktivitas tinggi 150 kg/pohon/tahun (pohon umur 10 tahun) *

ϖ September—Januari di Bekasi, September—Oktober di Medan, hampir sepanjang tahun di Karawang

2. am dok mai

ϖ Thailand

ϖ         Bobot 450—500 g, daging bertekstur lembut, harum   lembut, sangat manis (20o briks), kulit kuning dengan ujung kehijauan *

ϖ Bekasi, Banten, Demak, Situbondo, Medan

ϖ Genjah (2—3 tahun berbuah), bunga tahan guyuran hujan, produktivitas tinggi 120 kg/pohon/tahun (pohon umur 10 tahun) *

ϖ September—Januari di Bekasi, September—Oktober di Medan

3.         Mundeunkao

ϖ         Thailand

ϖ         Bobot 300—500 g, enak dimakan muda, renyah, manis, beraroma mirip arumanis, daging buah kering, kulit hijau dan berbedak *

ϖ Karawang

ϖ Genjah (2—3 tahun berbuah), produktivitas 120 kg/pohon/tahun (pohon umur 6 tahun)

ϖ September—Oktober di Karawang

4.         Khio jay

ϖ         Thailand

ϖ         Bobot 300—500 g, enak dimakan muda, renyah, manis, gurih, kulit hijau dan berbedak

ϖ Karawang

ϖ         Genjah (2—3 tahun berbuah), produktivitas 120  kg/pohon/tahun (pohon umur 6 tahun)

ϖ September—Oktober di Karawang

5.         Mahachanok

ϖ         Thailand

ϖ         Bobot 350—500 g, rasa manis sedikit asam (16—18o briks), kulit merah, jingga kekuningan dijuluki mangga pelangi *

ϖ         Genjah (2—3 tahun berbuah), adaptif di ketinggian 100—700 m dpl di Thailand Tengah dan Utara.

ϖ         April—Juli di Thailand

6.         Irwin

ϖ         Australia

ϖ         Bobot 300—500 g, serat halus, daging buah kering, sedikit bertepung, manis segar (20o briks), kulit tebal berwarna merah keunguan sedikit jingga dan hijau, cocok untuk jus*

ϖ         Majalengka, Karawang, Bekasi, dan Situbondo.

ϖ         Berbuah umur 3 tahun, produktivitas 35 kg/pohon/tahun (pohon umur 5 tahun), kulit tebal sehingga tahan lalat buah dan pengiriman

ϖ         Oktober—Januari di Majalengka

7.         Yu wen

ϖ         Taiwan

ϖ         Ukuran jumbo dengan bobot 1—2 kg, daging buah tebal, lembut, tidak berserat, manis segar (15o briks), biji tipis, dan kulit merah menyala *

ϖ         Juli—Agustus di Taiwan

8.   Mangga pakistan

ϖ         Pakistan

ϖ         Ukuran jumbo dengan bobot 1—1,5 kg, bentuk buah unik mirip ketupat,  daging buah kering, renyah, dan manis, kulit hijau tua *

ϖ Karawang

ϖ         Buah tak bisa maksimal jika di tabulampot

ϖ         September—Oktober di Karawang

9.   Khio sawoei

ϖ         Thailand

ϖ         Bobot 300—500 g, enak dimakan muda, daging buah kering, renyah, bertepung, manis meski masih muda, dan kulit hijau tua *

ϖ         Karawang

ϖ         Genjah (2—3 tahun berbuah), produktivitas 8 kg/tahun/pohon dalam tabulampot, penanaman di tanah di Thailand mencapai 120 kg/pohon/tahun

ϖ         September—Oktober di Karawang

10.  Okyong

ϖ         Thailand

ϖ         Bobot 300—350 g, daging buah juicy dan tidak terlalu bertepung, manis, dan kulit kuning merata  *

ϖ         Bekasi, Banten, Karawang

ϖ         Genjah (2—3 tahun berbuah), produktivitas 50 kg/pohon/tahun (pohon umur 5 tahun)

ϖ         November—Februari di Bekasi

11.  Fa lan

ϖ         Thailand

ϖ         Bobot 300-500 g, enak dimakan muda, daging buah kering, renyah, bertepung, manis meski masih muda, dan kulit hijau tua *

ϖ         Karawang

ϖ         Genjah (berbuah umur 3 tahun), produktivitas 10 kg/tahun/pohon umur 6 tahun dalam pot

ϖ         September—Oktober di Karawang

12.   Mangga pedro

ϖ         Meksiko

ϖ         Ukuran jumbo rata-rata 1 kg, manis dengan sedikit rasa asam, tidak terlalu bertepung, warna kulit merah keunguan dan berbedak*

ϖ         Sidoarjo

ϖ         Berbuah umur 5 tahun, produktivitas 75 kg/tahun/pohon   umur 7 tahun

ϖ         November—Desember di Sidoarjo, Jawa Timur

13.   Mangga napati malda

ϖ         India

ϖ         Bobot buah 300—350 g, manis, tidak terlalu bertepung, kulit jingga kemerahan *

ϖ         Sidoarjo

ϖ         Berbuah umur 5 tahun, produktivitas 30 kg/pohon/tahun

ϖ         November—Desember di Sidoarjo, Jawa Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img