Friday, August 12, 2022

Populasi Walet Berkurang

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Apakah mungkin gangguan cuaca di daerah tersebut menyebabkan walet berpindah ke daerah lain? Saya dengar populasi walet turun drastis karena kemarau panjang pernah terjadi di Bangil, Jawa Timur, sekitar 2000. Apakah masalahitu dapat dicegah atau diatasi? Apa yang perlu diperhatikan sebelum menentukan lokasi rumah walet?

Abdul Hamid
Metro, Lampung

Dr Boedi Mranata

Memelihara walet erat hubungannya dengan daya dukung lingkungan sekitar. Pakan burung yang berupa serangga harus tersedia secara bebas. Namun, pakan itu belum dapat diproduksi peternak dalam jumlah cukup dan berkesinambungan. Pada masa-masa subur atau musim kering yang pendek, maka ketersediaan pakan cukup banyak. Sebaliknya, pada musim kering yang berlangsung lama, maka pakan kurang tersedia. Terlebih bila populasi walet sangat banyak.

Perkiraan Anda bahwa populasi walet di Metro berkurang mungkin benar. Apalagi kemarau panjang memang pernah terjadi di sana sehingga kemungkinan sebagian burung itu mati kekurangan pakan. Atau, burung-burung itu pindah ke area yang cukup serangganya. Kasus seperti itu juga pernah terjadi di Bangil.

Bila mempunyai rumah walet di area seperti itu memang agak sulit diatasi. Untuk mengurangi dampak kekeringan beberapa hal bisa dilakukan, antara lain meningkatkan kelembapan di dalam rumah. Pada saat musim kemarau Anda sebaiknya:

  • Tidak menetaskan telur di awal musim kemarau karena akan menguras energi sang induk untuk mengeram dan memberi makan piyik. Sebab, kebutuhan untuk dirinya saja tidak cukup,
  • apalagi ditambah anak-anaknya.
  • Mencoba memproduksi serangga sedapat mungkin, misal serangga gaplek dan serangga lain.
  • Tidak memanen sarang di musim kemarau panjang. Bahkan kalau di sarang ada telur
  • sebaiknya dibuang agar tidak menetas.

Beberapa hal yang penting diperhatikan untuk menentukan lokasi rumah walet ialah mencari lokasi yang belum padat populasinya. Menurut pengalaman, kalau populasi di atas 300.000 ekor atau di daerah itu produksi sarang mencapai 1.200 kg per musim panen, maka lokasi itu termasuk kategori padat. Sebaiknya batalkan niat untuk investasi di situ.

Hindari pula lokasi-lokasi yang sering mengalami musim kemarau panjang. Namun, bila daerah itu mempunyaijaringan irigasi baik karena ada bendungan atau sungai besar, lokasi itu masih dapat dipilih. Daerah dengan tiupan anginkencang di musim tertentu sebaiknya dihindari pula. ***

Pijahkan Guppy

Saya mencoba beternak guppy jenis lion king (Singapura). Satu akuarium diisi 1 jantan dan 5 betina. Sayang, hasil pemijahan belum maksimal. Satu betina menghasilkan 40—50 burayak, tetapi yang hidup kurang dari 50%. Yang bagus—mirip induk jantan—hanya sekitar 3—5%. Sisanya seperti guppy lokal dan jumlah betina lebih banyak dibandingkan yang jantan. Setelah berumur 3 bulan, ekornya tidak bisa mengembang, ada sobek-sobek, tubuh bungkuk, dan gerakan lamban.

Berapa idealnya jumlah burayak yang dihasilkan? Apa penyebab kematian burayak itu? Bagaimana membedakan induk asli (F1) dengan indukan lokal yang sudah disilangkan? Penyakit apa yang menyerang anakan dan bagaimana mengatasi?

Santoso
Wiguna Tengah X/7
Surabaya 68294

Anton Saksono

Jumlah burayak yang dihasilkan idealnya 25—40 ekor. Penyebab kematian burayak antara lain: terjadi perubahan suhu drastis, curah hujan tinggi, pakan tidak sesuai, dan terserang penyakit atau parasit.

Indukan asli F1 dikenali dari warna lebih terang, cerah, seragam, dan ukuran tubuh lebih besar. Sedangkan yang hasil silangan warnanya tidak cerah, tidak seragam, dan ukuran tidak bisa besar.

Dengan gejala yang Anda sebutkan itu, kemungkinan besar ikan terserang penyakit fin roots. Cara mengatasi, berikan Akriflapin dengan dosis 0,5 mg/l dan tambahkan garam 10 g/l air. ***

Ternak Ayam Kampung

Untuk beternak ayam kampung pedaging, saya memberikan konsentrat ayam petelur, jagung kuning, bekatul, dan nasi kering dengan perbandingan 1:1:5:1. Yang ingin saya tanyakan:

  • Apakah beternak ayam kampung pedaging masih menjanjikan pada perekonomian saat ini.
  • Hasil produksi saya selama ini jauh dari harapan?
  • Umur berapa sebaiknya ayam dipanen?
  • Apakah konsentrat ayam petelur dapat digunakan untuk menggemukkan ayam kampung? Jika
  • bisa berapa perbandingan untuk ransum di atas?
  • – Apakah remukan ikan asin bisa digunakan sebagai campuran ransum untuk mengganti tepung
  • ikan dan bungkil kelapa/kedelai? Berapa perbandingannya?
  • – Mengapa ayam kehilangan nafsu makan dan bagaimana mengatasinya?
  • – Bagaimana cara terbaik memelihara ayam kampung pedaging: secara intensif atau semi intensif?
Sudahran M
Jl. Tiga Negeri No. 10
Kuwiran RT 01/18, Makamhaji
Kartasura 57161

Suyono

Sebenarnya segala jenis usaha bisa menguntungkan asal mempertimbangkan pengeluaran dan pemasukan. Termasuk usaha beternak ayam kampung pedaging.

Ayam kampung pedaging bisa dipanen saat umur 3 bulan. Itu kalau dipelihara secara intensif. Kalau diumbar, lebih lama karena pemberian pakan tidak terkontrol. Untuk pemberian ransum, jangan pakai konsentrat ayam petelur.

Saat umur 1—15 hari pakai konsentrat ayam pedaging. Untuk selanjutnya pakai konsentrat bebek petelur dengan perbandingan 1 konsentrat : 2 bekatul : 3 nasi kering. Nasi kering harus dicuci bersih. Tambahkan hijauan/sayuran hasil rajangan dalam campuran tadi. Remukan ikan asin bisa saja dipakai. Cuma kelemahannya, kandungan garam tidak diketahui dengan pasti.

 

Bila nafsu makan ayam berkurang, Anda bisa memberikan parutan kunyit atau jahe 1 jari tangan dan gula kelapa seukuran bola pingpong. Campurkan di pakan atau minuman. ***

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img