Saturday, December 3, 2022

Potensi Daun Gaharu sebagai Bahan Baku Tabir Surya

Rekomendasi

Trubus.id — Lazimnya, herbal kesehatan kulit berasal dari tanaman berkhasiat obat populer seperti bengkuang dan lidah buaya. Daun gaharu Gyrinops versteegii berpotensi sebagai bahan baku industri kosmetik.

Dr. Ir. Rita Kartika Sari, M.Si., dan rekan, Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan dan Kepala Laboratorium Pengolahan Hasil Hutan Bukan Kayu, Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor, (IPB), meneliti senyawa aktif dalam daun gaharu yang mampu melindungi kulit dari paparan sinar UV dan antioksidan sebagai penangkal radikal bebas.

Uji aktivitas sun protection factor (SPF) menunjukkan, ekstrak metanol daun gaharu tergolong kategori ultra (>15) yakni 16,28. Adapun kandungan fenolat daun tanaman anggota keluarga Thymelaeaceae itu 4,27% yang tergolong antioksidan tertinggi dan sangat kuat.

Menurut Rita, kandungan antioksidan dalam tabir surya meningkatkan efektivitas penangkal radikal bebas dan mencegah penyakit akibat paparan sinar ultraviolet (UV).

Formulasi senyawa aktif tabir surya berbahan daun gaharu bisa dibuat dengan teknologi nanofitosom. Alasannya, ekstrak gaharu bersifat polar sehingga mengalami kesulitan berdifusi ke dalam kulit.

Teknologi fitosomisasi terhadap ekstrak daun gaharu membuat fitokonstituen (bahan aktif) ekstrak daun gaharu lebih efektif karena bioavailibilitas dan penyerapannya ke dalam kulit meningkat.

Nanofitosom ekstrak sifatnya menjadi lebih permeabel dan dapat menembus membran kulit yang kaya akan lipid. Meskipun belum melalui tahap uji klinis, secara formulasi, produk memenuhi SNI 16-4399-1996 tentang standar mutu sediaan krim tabir surya.

Hal itu menjadi satu titik cerah bagi Rita untuk terus mengeskplorasi pemanfaatan daun gaharu sebagai kebutuhan penunjang kesehatan manusia.

“Ekstrak daun gaharu dapat menjadi alternatif bahan aktif alami. Selain itu saya juga berharap dapat mengembangkan pemanfaatan hasil hutan selain kayu,” kata Rita.

Ide penelitian Rita berangkat dari keresahan terhadap eksploitasi hutan alami. Hasil penelitian Rita dan rekan itu menjadi salah satu dari 112 karya inovasi Indonesia paling prospektif pada 2020.

Ia menyayangkan pemanfaatan hasil hutan hanya terfokus pada kayu. Contohnya, pohon gaharu dibudidayakan untuk menghasilkan kayu yang membutuhkan waktu lama untuk dipanen. Padahal, di sisi lain, tersimpan manfaat luar biasa pada bagian pohon gaharu lain sperti daunnya.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img