Saturday, April 13, 2024

Potensi Daun Pepaya Ampuh Mengatasi Demam Berdarah

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kian merebak. Berdasarkan data pada laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga 1 Maret 2024 tercatat 16.000 kasus DBD di 213 Kabupaten atau Kota di Indonesia. Kasus kematian sebanyak 124 orang.

Tercatat kasus DBD terbanyak di Tangerang, Provinsi Banten, Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Lebak, Bandung Barat, dan Subang, Provinsi Jawa Barat. Salah satu pengobatan alternatif DBD yakni dengan herbal seperti daun pepaya.

Menurut herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, daun pepaya memang mampu membantu mengatasi DBD. Lukas meresepkan daun pepaya untuk pasien DBD dengan cara rebus sehelai daun berukuran besar (bobot 60 g) yang tidak terlalu tua tapi juga tidak terlalu muda dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas.

Setelah dingin, minum air rebusan dua kali sehari pada pagi dan malam hari. “Namun, pengetahuan orang terhadap khasiat daun pepaya masih sedikit,” katanya. Itulah pula sebabnya penelitian tentang khasiat daun Carica papaya itu untuk demam berdarah di tanahair masih terbatas.

“Selama ini daun pepaya memang lebih sohor untuk membantu menyembuhkan malaria,” kata Lukas.

Bukti ilmiah tentang khasiat daun pepaya untuk DBD datang dari Pakistan. Salah satunya dilakukan Nisar Ahmad dan rekan-rekan dari Fakultas Ilmu Biologi Universitas Quaid-i-Azam di Islamabad, Pakistan.

Penelitian dilakukan terhadap seorang pria berusia 45 tahun yang dibawa ke unit gawat darurat di sebuah klinik Abottabad Medical Complex karena menderita demam tinggi hingga 40o C.

Pria yang berprofesi sebagai sopir truk sebuah pabrik semen itu juga mengeluh sesak napas, muntah-muntah erdapat ruam merah di permukaan kulit, pegal-linu, dan tekanan darah tinggi. Dokter dari klinik lalu memeriksa darah si pasien.

Pada hari pertama perawatan jumlah trombosit pasien mencapai 176.000 per mikroliter. Jumlah trombosit normal 150.000—450.000 per mikroliter. Dokter memberikan antibiotik dan antimalaria. Namun, pemberian kedua obat itu tidak membuahkan hasil. Pada hari kedua jumlah trombosit pasien terus menurun.  

Pada hari kelima trombosit hanya tersisa 55.000 per mikroliter. Jika penurunan trombosit itu dibiarkan dan mencapai angka kurang dari 20.000 per mikroliter, maka bisa menyebabkan kematian.

Para peneliti lalu memberikan ekstrak air daun pepaya. Mereka mencacah lalu memasukkan daun ke dalam blender. Setelah hancur, peras hingga mendapatkan 25 ml air. Nisar memberikan air perasan itu kepada pasien dua kali sehari.

Pada hari pertama pascaperlakuan, jumlah trombosit pasien meningkat menjadi 73.000 per mikroliter. Pada hari berikutnya jumlah keping darah terus meningkat menjadi 120.000 per mikroliter.

Pada hari kelima jumlah trombosit kembali meningkat dan berada pada ambang normal yakni 168.000 per mikroliter. Melihat hasil itu Nasir menyimpulkan bahwa daun pepaya berpotensi membantu menyembuhkan DBD.

Belum diketahui pasti duduk perkara daun pepaya mengatasi virus DBD. Hasil penelitian sebelumnya menyebutkan senyawa aktif daun pepaya seperti chymopapain dan papain memiliki faedah luas sebagai antimikroba.

Khasiat lain anticacing, antimalaria, anticendawan, antiamuba, pelindung hati alias hepatoprotektor, dan pendongkrak kekebalan tubuh atau imunomodulator. Nisar menduga daun pepaya meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Rawat Si Engkong : Durian Tua Berumur 100 Tahun

Trubus.id— Pohon durian setinggi 40 m itu berdiri kokoh di lokasi penanaman durian populer seperti super tembaga, bawor, musang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img