Monday, November 28, 2022

Praktis dan Tidak Amis

Rekomendasi

Sebagian orang enggan konsumsi ekstrak ikan gabus yang amis. Kapsul dan jeli solusinya.

Penggunaan ikan gabus Channa striata sebagai bahan kesehatan alami sudah teruji. Sayangnya, sebagian konsumen enggan mencoba lantaran aromanya amis dan tidak praktis. Ketika meriset ekstrak ikan gabus untuk pasien pascabedah di Malang, Jawa Timur, pada 2005, Prof Dr dr Nurpudji Astuti Daud MPH, SpGK, pernah mendapat “komplain”. “Pasien mengeluhkan karena aroma albumin ikan gabus amis, apalagi saat bersendawa,” tutur dokter spesialis gizi klinis dari Universitas Hasanuddin, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, itu.

Cerita itu kini tinggal kenangan. Sebab, beragam produk ekstrak albumin beredar dalam kemasan kapsul. Bima Wicaksono, misalnya, produsen albumin ikan gabus di Jember, Jawa Timur, sudah 3 tahun membuat kapsul dan jeli ekstrak ikan gabus. “Biar praktis dibawa ke mana-mana dan tidak amis,” tutur pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, itu.

Kapsul

Bima mendapat pasokan rutin ikan gabus dari para pencari ikan di Kecamatan Kencong dan Kecamatan Gumukmas; keduanya di Jember, Jawa Timur. Setiap bulan Bima mengolah sekitar 80 kg ikan gabus segar menjadi jeli dan kapsul. “Albumin ekstrak ikan gabus banyak dibutuhkan, sedangkan yang memproduksinya masih sedikit,” kata Bima.

Bima menambahkan madu lebah ketika memproduksi jeli albumin. “Agar awet ditambahkan asap cair yang mengandung polifenol,” kata Bima. Proses pembuatan jeli dimulai dengan pemilihan bahan segar yang berkualitas seperti mata cembung dan aroma tidak busuk. (Baca Trubus edisi April 2013: Pilih Kutuk Terbaik). Untuk kapsul, proses pembuatannya tidak jauh berbeda dengan jeli (lihat ilustrasi). Yang berbeda, daging yang telah digiling harus dijemur kering selama 2 hari. “Sekitar 5 kg daging bisa menjadi 1,2 kg serbuk,” kata Bima.

Selain Bima, ada Awan Siswantoro, produsen kapsul ekstrak ikan gabus di Sleman, Yogyakarta, yang mengolah 70—100 kg ikan gabus segar. “Ikan gabus saya peroleh dari Sleman dan Yogyakarta,” tutur pria kelahiran Lampung 38 tahun lalu itu. Dari volume itu, Awan menghasilkan 3.000-an kapsul dengan bobot 500 mg/kapsul.

Tanpa jeroan

Jeli gabus
Jeli gabus

Dalam proses pembuatan kapsul dan jeli, Awan dan Bima hanya menggunakan bagian tubuh tanpa kepala dan jeroan. “Selain keras, bagian kepala juga terkesan kotor,” kata Bima. Menurut Bima higienitas produk merupakan hal utama saat membuat ekstrak ikan gabus. Agus Heri Santoso, STP MSi, peneliti ekstrak ikan gabus dari Politeknik Kesehatan (Poltekes) Malang, menyampaikan hal sama.

“Insang dan jeroan ikan gabus banyak mengandung bakteri yang bisa membahayakan kesehatan, sehingga bisa merugikan,” tutur alumnus Ilmu Pangan dari Institut Pertanian Bogor itu. Bakteri-bakteri itu antara lain seperti bakteri pembusuk seperti pseudomonas dan enterobacter. Dengan pengolahan tepat, kapsul dan jeli ekstrak ikan gabus menjadi lebih aman dikonsumsi. (Bondan Setyawan/Peliput: Nurul Aldha Mauliddinna Siregar dan Riefza Vebriansyah)

Kapsul gabus
Kapsul gabus

 

FOTO:

  1. Bima Wicaksono, albumin ekstrak ikan gabus banyak dibutuhkan
  2. Jeli ekstrak ikan gabus berkhasiat membantu proses penyembuhan berbagai penyakit
  3. Kapsul dan jeli ekstrak ikan gabus mempermudah cara konsumsi
  4. Awan Siswanto, produsen olahan ikan gabus di Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img