Trubus.id—Pekebun bawang merah di Kampung Cieunteung, Desa Sukawening, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Jayadi Eka Hidayat memanen bawang merah lebih cepat.
“Masa budidaya jauh lebih cepat hanya 58—60 hari setelah tanam. Sementara di kebun tetangga masa budidaya hingga 70—90 hari. Padahal jenis bawang merah yang ditanam sama,” kata Jayadi.
Selain cepat, hasil panen kian meningkat. Lazimnya ia memanen paling banter 1 ton bawang merah dari lahan seluas 1.400 m2. Kini hasil panen meningkat minimal 100% menjadi 2—2,5 ton bawang merah. Dengan begitu omzet Jayadi juga meningkat minimal 2 kali lipat dari panen biasanya.
Harga jual bawang merah fluktuatif, jika Rp15.000 per kg maka omzet Jayadi dari perniaigaan itu minimal Rp30 juta per sekali panen. Meningkat dua kali lipat dari sebelumnya yang paling banter Rp15 juta dari luasan yang sama.
“Kami mengatur selalu ada panen bawang merah tiap bulan di luasan 1.400 m2 ,” kata petani bawang merah di lahan seluas satu hektare (ha) itu.
Kesuksesan Jayadi dalam mendongkrak hasil panen bawang merah lebih cepat dan hasil panen lebih tinggi lantaran ia menggunakan pupuk organik cair (POC) lemak hewani mengandung asam amino yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik.
“Selain menutrisi tanaman, pemberian POC Trubus menyuburkan tanah dan menyeimbangkan pH tanah menjadi 6—7 sehingga bisa berfungsi mencegah serangan cendawan tular tanah,” kata Jayadi.
Ia membuktikan hal itu. Jayadi menumpangsarikan bawang merah dengan cabai keriting. Hasilnya cabai keriting itu lebih tahan cendawan. Jayadi meyakini ketahanan tanaman dari serangan cendawan itu karena dampak penggunaan POC lemak hewani mengandung asam amino.
Kisah sukses Jayadi dongkrak hasil panen bawang dan cabai selengkapnya pada Majalah Edisi 652 Maret 2024 yang mengupas tuntas Inovasi Pupuk : Tingkatkan Produksi Hingga 100%. Dapatkan Majalah Trubus Edisi 652 Maret 2024 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.
