Saturday, April 13, 2024

Racikan Bahan Alami Berkhasiat Perlu Dilakukan Pengujian Terlebih Dahulu

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Apa saja yang dipetik dari alam tidak serta-merta tergolong jamu. Suatu racikan alami dari berbagai jenis daun, akar, umbi, batang, biji, dan bahan simplisia lain barulah menjadi sebuah jamu.

Bisa empiris, diwariskan turun-temurun, bisa juga modifikasi oleh generasi peracik jamu berikutnya. Atau, bisa juga sebagai sebuah temuan baru suatu bahan berkhasiat dari alam. Segala temuan baru bahan berkhasiat yang bukan dari farmasi disebut obat tradisional. Jamu berada di dalamnya.

Beberapa bahan berkhasiat dari alam masuk industri jamu pabrikan. Analisis untuk menemukan zat berkhasiat dari sebuah bahan sediaan sama ongkosnya dengan penemuan sebuah obat.

Jamu yang berhasil menemukan zat berkhasiat suatu bahan alam, berapa takaran berkhasiat, dan bebas dari kandungan bahan ikutan lain, tergolong menjadi obat. Untuk itu, perlu analisis, uji coba praklinis, dan uji coba klinis, termasuk uji. Apakah selain aman bagi binatang percobaan, aman juga jika dikonsumsi manusia.

Kebanyakan jamu rumahan, juga jamu pabrik belum seluruhnya melakukan semua protokoler uji, termasuk uji toksisitas.

Baru beberapa bahan berkhasiat alami yang berhasil menyisihkan zat-zat di dalamnya yang tidak perlu, dan mungkin bersifat racun buat tubuh. Contohnya, bawang putih, jahe, kunir, dan temulawak yang mendunia.

Bawang putih yang diolah pabrik farmasi bebas dari bau, dan zat yang merangsang lambung yang bukan bagian dari zat berkhasiatnya. Begitu juga dengan ekstrak jahe, yang hanya memeras zat berkhasiat di dalamnya.

Ongkos mengekstrak itu yang membuat kapsul bawang putih atau jahe, jauh lebih tinggi daripada harga bahan baku. Bahan jamu berisi berbagai jenis alkaloida yang belum disingkirkan, yang tidak semuanya bermanfaat bagi tubuh menjadi satu kelemahan.

Masih banyak yang perlu ditempuh oleh dunia jamu untuk sepenuhnya aman dikonsumsi. Selain bukti benar berkhasiat, perlu uji-uji lain untuk pengujian praklinis, klinis, dan toksisitas agar aman menurut ukuran medis.

Rahim bumi kita begitu berlimpah menyimpan bahan berkhasiat dan belum seluruhnya tersingkap. Dari sedikit yang tersingkap khasiatnya, belum semuanya berhasil mengekstrak zat berkhasiat untuk menjadikannya sebagai bahan berkhasiat yang tergolong aman dan bisa masuk dalam kategori obat.

Dalam sehelai daun mungkin benar mengandung suatu zat berkhasiat. Namun, apakah selain zat berkhasiat terkandung pula zat-zat lain yang bersifat racun yang sebetulnya tidak perlu dikonsumsi. Itulah beban yang masih harus dipikul dunia jamu.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Rawat Si Engkong : Durian Tua Berumur 100 Tahun

Trubus.id— Pohon durian setinggi 40 m itu berdiri kokoh di lokasi penanaman durian populer seperti super tembaga, bawor, musang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img