Trubus.id-Teknologi mikroba intensif, penggunaan pupuk CRF, dan penggunaan benih asal biji dapat menjadi pilihan bagi para petani bawang merah untuk mendongkrak produksi dan dapat meningkatkan keuntungan.
Teknologi pengendalian hama terpadu (PHT) mikroba intensif itu telah dikembangkan dan didesain supaya memiliki keefektifan tinggi, lebih murah, dan lebih ekologis. Dengan demikian, selain meningkatkan produktivitas juga meningkatkan efisiensi.
Penggunaan teknologi Controlled Release Fertilizer (CRF) juga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan (tinggi tanaman), jumlah anakan, dan produktivitas bawang merah.
Teknologi CRF merupakan jenis pupuk dengan mekanisme pelepasan unsur hara secara perlahan dan berkala mendekati pola penyerapan oleh tanaman. Penggunaan bibit bawang merah asal biji turut andil dalam mendongkrak pendapatan pekebun.
Bibit asal biji jadi solusi permasalahan petani. Selain faktor harga, biaya transportasi benih juga mahal. Jaminan ketersediaan benih juga rendah akibat fluktuasi harga benih tinggi. Belum lagi adanya ancaman patogen di dalam benih. Baca selengkapnya pada artikel Ragam Cara Dongkrak Produksi Bawang Merah pada Majalah Trubus Edisi September 2025.
