Thursday, July 25, 2024

Ragam Olahan Mangga Mulai dari Sirop, Jus, Hingga Sabun dan Pewangi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Saat panen raya, harga mangga kerap mengalami penurunan. Penyebabnya adalah saking melimpahnya pasokan mangga. Pengembangan mangga menjadi beragam produk olahan penting untuk meningkatkan nilai jual.

Mangga dapat dibuat menjadi aneka olahan pangan, seperti mangga kering, sirop. Bahkan, mangga pun bisa diolah menjadi sabun dan pewangi.

Prof. Dr. Ir. Yosini Deliana, M.S., peneliti dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, mengolah mangga menjadi mangga kering atau dried mango.

Mangga kering produksi Yosini dan tim memiliki cita rasa seperti mangga aslinya. Itu lantaran tidak ada penambahan gula selain untuk larutan dehidrasi osmosis. Menurutnya, semua varietas cocok diolah menjadi mangga kering.

Namun berdasarkan riset, kuweni Mangifera odorata paling bagus karena memiliki banyak serat. Aromanya pun kuat. Bahan baku berupa buah dengan tingkat kematangan sampai 90%.

Yosini bersama tim peneliti mengaku sengaja memilih buah yang tidak masuk kategori pasar karena ukuran kecil tetapi kondisi buah masih baik.

Produk mangga kering masih tahap pengembangan karena belum sesuai ekspektasi. Masih sedikit alot saat dikunyah. Perlu pengembangan tekstur dan aroma.

Selain mangga kering, ia juga membuat produk pangan mango leather yakni lembaran daging buah mangga kering mirip nori—lembaran tipis rumput laut kering.

Untuk membuat mango leather, Yosini menggunakan varietas mangga apa saja dengan tingkat kematangan lebih dari 90%.

Ada pula bubuk ekstrak buah mangga yang dapat digunakan untuk meracik minuman atau makanan bercita rasa mangga. Produk lain berupa tepung dari biji mangga. Yosini dan tim mengatakan pengembangan produk pangan masih berlanjut.

“Kami terus mengembangkan idenya mungkin menjadi permen mangga, es krim, smoothie, nata de mango, mango tea atau teh beraroma mangga,” kata Yosini.

Selain olahan pangan, Yosini dan rekan mengembangkan produk nonpangan seperti kertas, sabun, dan pewangi. Ia membuat kertas berbahan bagian luar pelok—biji mangga—yang berserat.

Lalu, mengeringkan serat tersebut dan membuatnya menjadi lembaran-lembaran kertas. Ke depan, serat biji mangga dapat dikombinasikan dengan serat bambu atau tanaman lain sehingga daya sobeknya menjadi lebih kuat.

Adapun sabun yang telah dibuat berupa sabun padat. Pengembangannya dapat menjadi sabun cair, kertas sabun, penyanitasi tangan, dan pewangi ruangan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kelapa Genjah Merah Bali, Eksotis dan Produktif

Trubus.id—Kelapa genjah merah bali merupakan kelapa baru yang eksotis dan produktif. Secara umum berbunga pada umur 2—2,5 tahun dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img