Monday, August 8, 2022

Raja Kucing Rp2-juta/Boks

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Musang king idaman mania durian. Rasanya legit, tekstur kering, dan biji tipisPengumuman itu terlalu kecil untuk besarnya kepuasan yang ditawarkan.

K Kertas seukuran kuarto itu ditempel di belakang kasir. Di tengah hiruk-pikuk suasana restoran yang selalu penuh itu ia seperti terabaikan. Padahal lihatlah apa yang diumumkan di dalamnya: Tersedia durian spesial dari Malaysia. Persediaan terbatas dengan harga Rp2.000.000/boks.
Penawaran durian dengan harga yang fantastis! Mahal? Itu relatif. Boleh jadi setelah menikmati buah raja itu kesan mahal bakal segera sirna. Sebab rasa durian yang ditawarkan memang aduhai. Trubus memesan sekotak berisi sekilo pongge-pongge durian tanpa kulit yang dibanderol Rp500.000 per kotak. Sekotak berisi 7—8 pongge.

 

Malaysia ekspor mao san wang ke Indonesia, Singapura, dan ChinaMusang king di Gohtong menuju Genting Highland pada 2003Aroma wangi khas durian yang kuat langsung menguar begitu plastik pembungkus pongge di buka. Warna daging buah kuning menggiurkan. Sejurus kemudian Putri Nurasari, kolega Trubus, berujar, “Enak sekali, daging buahnya lembut, manisnya pas.” Dalam sekejap isi boks pun tandas. Padahal daging buah relatif tebal, biji hepe. Sekotak lain yang kami pesan menyusul pun ludes dengan segera.

Paling enak
Pantas bila mao san wang—begitu nama yang kami dapat dari Rismawati, anggota staf pegawai di restoran di bilangan Muarakarang, Jakarta Utara, itu—digandrungi para mania durian. “Ini durian paling enak dari semua yang pernah saya coba,” tutur Saidi. Mania durian itu menghampiri meja kami saat melihat Trubus asyik mendokumentasikan durian lezat itu.
Pemilik 6 ha kebun monthong di Jambi itu kerap menikmati raja buah bertekstur kering tapi lembut itu di Malaysia dan Singapura. Jika sedang di tanahair, mao san wang dari restoran di Muarakarang jadi sasaran. Saidi pun berbaik hati berdiskusi dengan rekan-rekannya ketika kami menanyakan arti nama mao san wan. Selepas berdiskusi pria yang menyetok mao san wang di kulkas di rumahnya itu menyodorkan selembar kertas bertuliskan huruf china dan latin. “Mao berarti kucing; san, gunung; wang, raja,” tutur Saidi.
Nama raja kucing gunung itu klop dengan yang disebut oleh seorang perempuan cantik pelanggan sebuah toko buah modern di Serpong, Tangerang, Provinsi Banten. Amelinda, panggil saja begitu, bercerita jika sedang melancong ke Singapura ia selalu menyempatkan diri membeli durian terenak di sana. “Namanya mountain cat king,” kata Amelinda yang tengah membeli durian seharga Rp136.800 per kg buah utuh di toko buah itu. Mountain cat king di Singapura, mao san wang di Malaysia.

Banyak nama
Nama mao san wang alias mao san king itu yang kemudian menjadi musang king dengan sebutan lebih populer. Nama musang king juga yang kami tanyakan lewat telepon waktu pertama kali hendak memesan durian enak di restoran di Muarakarang itu. Namun, petugas di restoran menyebut nama lain, hanya saja benar durian itu asal Malaysia. Ya, mao san wang itu.
Kami memburu musang king karena pengalaman pertama mencecap durian enak itu sewindu silam di Malaysia. Ketika itu diantar Ahmad Shakir bin Moh Said—pemilik biro perjalanan di Kualalumpur—kami menikmati musang king di salah satu kedai di kawasan Gohtong menuju Genting Highland—Las Vegas-nya Malaysia. Rasanya memang top: daging buah lembut dengan sensasi rasa pahit. Saat itu penyedia musang king masih bisa dihitung jari karena pasokan terbatas.
Kunjungan berikut ke negeri jiran pada 2010, musang king kembali dicecap. Kali ini justru dengan nama durian kunyit. Menurut Safirol bin Ahmad Toriry, pemilik nurseri Famies di Perak, Malaysia, yang pensiunan pegawai Mardi (Malaysia Agriculture Research and Development Institute), yang ditemui ketika itu durian kunyit itu memang punya banyak sebutan: D197, raja kunyit, dan musang king. “Nama musang king terkenal setelah dipublikasikan majalah berbahasa Mandarin pada 1993,” tutur Safirol.
Namanya kian populer sejak 5 tahun lalu karena kebun-kebun komersial yang ada di hampir setiap negara bagian Malaysia mulai panen. Penanaman di berbagai lokasi menyebabkan ketersediaan musang king kontinu sepanjang tahun. Produksi pun meningkat sehingga musang king diekspor ke Indonesia, Singapura, dan China. Di negeri Singa raja kucing gunung itu biasanya dijual di kawasan Kelang. Jika sedang banjir buah harga mencapai $12 per kg setara Rp83.000 per kg. Saat pasokan sedikit harga bisa melambung hingga $30 atau Rp208.000 per kg.
Di tanahair, selain restoran di Muarakarang itu, Trubus menemukan musang king dijajakan di toko buah modern di Serpong dan sebuah pusat jajanan di Bogor, Jawa Barat. Di dua lokasi terakhir musang king dijajakan dalam bentuk buah utuh. Sementara restoran di Muarakarang menyediakan pongge-pongge yang dikemas dalam kotak-kotak plastik dan dibekukan. Pada penyimpanan di suhu -18 oC itu durian tahan simpan setahun. Untuk menikmatinya, keluarkan kotak dari freezer dan simpan di rak di bawahnya. Biarkan durian mencair perlahan, kemudian keluarkan dari lemari es, dan angin-angin selama sepuluh menit. Musang king pun siap memanjakan lidah. (Pranawita Karina)

 

Keterangan foto

  1. Malaysia ekspor mao san wang ke Indonesia, Singapura, dan China
  2. Musang king idaman mania durian. Rasanya legit, tekstur kering, dan biji tipis
  3. Musang king di Gohtong menuju Genting Highland pada 2003
  4. Disimpan beku sehingga tahan simpan setahun
  5. Durian kunyit, hasil perburuan 2010
Previous articleKumbang Herbisida
Next articleBerpadu Lebih Enak
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img