Sunday, November 27, 2022

Raksasa Tamban Manis

Rekomendasi

Sederet kelebihan nanas tamban: besar, manis, mudah dikupas, dan berduri daun lunak.

Setiap kali kolega dari luar Pulau Kalimantan datang, Dr Untung Bijaksana mengajak tamunya ke seberang Jembatan Barito di perbatasan Kalimantan Selatan-Kalimantan Tengah. Di seberang jembatan sepanjang 1,5 km itulah terletak sebuah perkampungan bernama Tamban yang luar biasa subur. “Di sana saya ajak mereka mencicip nanas tamban,” kata dosen Fakultas Perikanan, Universitas Lambung Mangkurat itu.

Menurut Untung pada umumnya mereka terkejut begitu melihat sosok nanas tamban yang jumbo dengan bobot rata-rata 1,85—1,95 kg per buah. Pada beberapa tanaman, bobot nanas tamban mencapai 3 kg. Bandingkan dengan nanas lokal lain—seperti nanas subang atau nanas palembang—yang paling besar 1,1—1,2 kg. Selama ini nanas jumbo yang populer ialah smooth cayenne asal Brasil dengan bobot 2,2—3,6 kg. Satu-satunya nanas lokal jumbo berasal dari Brastagi yang mencapai 3—5 kg tergantung kesuburan tanah.

Segar olahan

Nanas tamban pun gampang dikupas karena mata buah dangkal. Beda dengan nanas lokal lainnya yang bermata dalam. Jumlah mata buah juga sedikit dibanding umumnya. Begitu mencicip nanas tamban,  rasa manis tercecap karena rasa masam hanya sedikit terasa. Tingkat kemanisannya 13,40 briks. “Ini varietas unggul lokal dengan rasa yang khas karena spesifik lokasi,” kata periset dari Pusat Kajian Buah Tropika, Institut Pertanian Bogor (PKBT-IPB), Sobir PhD, yang juga mengoleksi nanas tamban.

Menurut kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB-TPH), Kalimantan Selatan, Ir Darmawati, nanas tamban juga istimewa karena sosok buah silindris sehingga cocok untuk nanas olahan selain dikonsumsi segar. “Pengupasan dengan alat mekanik mudah dan bagian buah yang terbuang juga sedikit,” kata Darmawati. Pantas saat ini beberapa industri kecil di tepi Sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sudah mengolah nanas tamban sebagai selai yang dikirim hingga ke Kalimantan Timur.

Penanggung jawab pelepas varietas Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB-TPH), Kalimantan Selatan, Ir Tri Susanto EP, mengatakan bahwa nanas tamban rasanya manis dan berukuran besar karena tumbuh di lahan pasang surut tipe A yang subur. Pasang surut tipe A maksudnya lahan terluapi air sungai saat terjadi pasang besar dan pasang kecil air laut. Di saat itulah air sungai membawa beragam mineral seperti magnesium (Mg) dan kalium (K) yang berperan memaniskan buah. Lahan itu juga kaya bahan organik yang berasal dari gambut.

Paling subur

Pasang surut tipe A umumnya berada di dekat sungai besar yang mendapat pengaruh pasang surut air laut terbesar. Menurut peneliti di Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Banjarbaru, Mawardi SP MSc, tipe A dikenal paling subur di antara tipe pasang surut yang lain: B, C, dan D. Pada tipe B lahan hanya terluapi saat pasang besar. Sementara pada C dan D lahan tidak terluapi saat pasang, hanya kedalaman air tanah terpengaruh. Pada tipe C kedalaman air tanah kurang 50 cm dan tipe D lebih 50 cm. “Semakin jauh dari sungai, pengaruh pasang kian kecil,” kata Mawardi.

Pantas, menurut Kepala Balai penyuluh Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala, Munawar Khalil SPt, kawasan Tamban juga menjadi daerah yang subur dan kaya hasil bumi seperti padi, kelapa, serta beragam buah dan sayuran. Hasil kebun dari Tamban pun banyak dikirim ke Kalimatan Tengah dan Kalimantan Selatan karena posisinya strategis di daerah perbatasan antara dua provinsi. Di lokasi dengan beragam komoditas pertanian itu nanas tamban banyak ditanam penduduk di sela-sela kelapa dan karet karena Ananas comosus itu toleran terhadap naungan. Bahkan kerap kali nanas ditanam di tepi jalan di bawah naungan sawit atau akasia. Total jenderal luas tanam nanas tamban 334,01 ha.

Pekebun lebih serius menanamnya dengan sistem surjan atau galangan besar. Sebut saja Selamat SSos di Desa Tinggiran Baru, Kecamatan Mekarsari. Selamat yang saat ini memiliki 10 ha lahan nanas. Ia meninggikan lahan setinggi 50 cm dengan lebar 5—7 m dan panjang 70—150 m

tergantung kondisi lahan. Lantaran ditinggikan antara 2 surjan terbentuk parit selebar 2—3 m. Menurut Selamat, dengan desain surjan itu pada sehektar lahan hanya 60% area yang bisa ditanami, sisanya berupa parit. “Jika jarak tanam 60 cm x 60 cm, populasi mencapai 17.000 tanaman per hektar. Jika jarak tanam 50 cm x 50 cm, 24.000 tanaman,” kata Halil.

Tahan masam

Menurut Mawardi, nanas tamban dapat menjadi pilihan untuk berkebun buah di lahan pasang surut di daerah lain. Musababnya, nanas tamban toleran dengan tanah ber-pH rendah—bernilai 3,5—yang kerap ditemui di lahan pasang surut. Nanas lain umumnya hanya tumbuh optimal pada pH 4,5—6,5. Di bawah dan di atas kisaran itu pertumbuhan nanas terhambat karena beberapa hara yang dibutuhkan mengendap  atau bersifat racun.

Meski subur, sebagian lahan pasang surut tipe A juga dikenal ber-pH rendah karena adanya lapisan pirit (FeS2) di bawah permukaan tanah. Bila lapisan pirit berada kurang 50 cm dari permukaan tanah dan tersingkap saat pengolahan tanah, maka ia teroksidasi menjadi besi sulfat yang masam. “Itu salah satu pembatas berkebun di lahan pasang surut,” kata Mawardi. Faktanya di lapangan nanas tamban masih dapat tumbuh dengan baik.

Sejatinya, menurut Tri di lahan pasang surut di Tamban pun dapat ditemui nanas madu lokal Kalimantan Selatan. Hanya saja bobotnya lebih kecil, 1,3—1,4 kg per buah sehingga produksi per hektar juga rendah hanya 36 ton per ha. Sementara nanas tamban mencapai 56 ton per ha.

Pekebun juga lebih menyukai nanas tamban karena duri pada daun sedikit dan lembut. Sementara daun nanas madu yang termasuk tipe nanas queen berduri lebih keras. Maka jika berkunjung ke Tanah Banua jangan lupa mencicip nanas tamban seperti para tamu di rumah Untung Bijaksana. (Ridha YK, kontributor Trubus di Kalimantan Selatan)

FOTO:

  1. Bentuk buah silindris dengan mata tunas dangkal sehingga gampang dikupas secara mekanik dan cocok untuk industri
  2. Rasanya legit, manis, dan segar di lidah dengan kadar gula 13,4 briks
  3. Nanas tamban tumbuh subur karena hidup di lahan pasang surut tipe A
  4. Lahan pasang surut di tepi Sungai Barito tergolong lahan yang subur karena kaya mineral

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img