Monday, November 28, 2022

Ratu Penggerus Darah Tinggi

Rekomendasi

Penyakit sistem pembuluh darah pencabut nyawa nomor satu di tanahair. Penyebabnya kadar lemak dalam darah yang berlebih.

S ejak 2001 Kuryati menjadi pelanggan setia sebuah klinik kesehatan. Hampir setiap dua pekan perempuan berdomisili di Jatiwaringin, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, itu menyambangi dokter untuk memeriksakan tekanan darah. Pengecekan mesti rutin karena tekanan darah Kuryati selalu bertengger di atas normal, 120/80 mmHg. Hasil pemeriksaan pada Oktober 2011 tekanan darah wanita berusia 61 tahun itu mencapai 180/100 mmHg.

Dalam kondisi itu Kuryati kerap pusing dan merasa pegal di bagian tengkuk. Untuk meredakan pusing Yati—panggilannya—berbaring dan mengonsumsi obat pereda sakit yang dibeli dari warung. Jika sakit tak jua reda, Yati bergegas menyambangi dokter.

Karbohidrat
Menurut guru besar Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Prof Dr dr Endang Susalit SpPD, hipertensi salah satu penyakit akibat gangguan sistem sirkulasi darah.  Pada penderita hipertensi gejala pusing muncul lantaran sumbatnya aliran darah dalam pembuluh darah otak oleh timbunan lemak alias aterosklerosis. Akibatnya, otak kekurangan oksigen karena jumlah darah yang mengangkut zat asam itu berkurang.
Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Prof Dr Anas Subarnas, menuturkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan low density lipoprotein (LDL) penyebab pembentukan plak aterosklerosis. Kolesterol berasal dari santapan yang mengandung asam lemak jenuh rantai panjang seperti daging.
Padahal, Yati bukan penggemar makanan berbahan daging. “Kalau urusan makan, saya masih bisa menahan diri. Saya jarang mengonsumsi daging,” ujarnya. Menurut guru besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Sidartawan Soegondo SpPD, lemak dalam tubuh tidak melulu berasal dari makanan berlemak seperti daging. Makanan yang mengandung karbohidrat tinggi turut menyumbang timbunan lemak dalam tubuh. Karbohidrat merupakan sumber energi. Jika konsumsi keduanya berlebih sementara aktivitas kita kurang, maka tubuh akan mengubahnya  menjadi lemak dan menyimpannya sebagai cadangan energi di jaringan adiposa.
Karena faktor usia, aktivitas Yati yang sudah berusia enam dekade memang berkurang. Itulah sebabnya ia rentan memiliki kadar lemak darah tinggi yang berujung hipertensi. Setiap asupan makanan menyisakan energi yang tersimpan dalam bentuk lemak, termasuk pembuluh darah. Pada orang usia lanjut dinding pembuluh darah juga mengalami penebalan sehingga menjadi kaku. Akibatnya, arteri alias pembuluh darah tidak dapat mengembang saat jantung memompa darah. Tekanan di pembuluh darah pun melambung.

Komplikasi
Menurut dokter spesialis penyakit saraf di RS Pantai Indah Kapuk, dr Yuda Turana SpS, tekanan darah pasien hipertensi mesti dikendalikan agar tidak menimbulkan komplikasi. Bila terjadi penyumbatan pembuluh darah di otak, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak alias stroke dan bisa berujung maut. Jika penyumbatan terjadi di pembuluh darah jantung, maka pasien berpotensi terkena serangan jantung. Hipertensi dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan pecahnya pembuluh darah di retina mata yang berujung kebutaan.
Karena itu pantas bila hipertensi mendapat julukan silent killer. Kehadirannya terkadang muncul tanpa gejala. Data Profil Kesehatan Indonesia 2009 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan menyebutkan penyakit sistem sirkulasi darah menjadi pencabut nyawa nomor satu di tanahair. Ia merenggut nyawa 23.163 pasien atau 11,06% dari total jumlah pasien yang meninggal saat rawat inap di rumahsakit.
Yati tidak ingin menjadi salah satu dari ribuan pasien yang meninggal akibat gangguan sistem peredaran darah. Itulah sebabnya begitu mulai merasa pusing, Ia memeriksakan diri ke dokter. Untuk mengatasinya, dokter memberikan obat penurun tekanan darah. Yati mengonsumsi obat itu 2 kali sehari masing-masing 1 tablet pada pagi dan sore hari. “Namun, begitu obat habis, tekanan darah biasanya kembali naik. Begitu seterusnya,” ujarnya. Itulah sebabnya sejak 10 tahun silam obat penurun menjadi sandaran bagi kesembuhan.
Pada Oktober 2011 salah seorang kerabat memperkenalkan jus kulit manggis Garcinia mangostana. Tanpa ragu ia pun mencoba mengonsumsi.  “Selama ini saya selalu mengonsumsi obat kimia. Saya ingin mencoba yang alami. Toh rasanya juga enak seperti sirop,” ujarnya. Sejak itu ia rutin mengonsumsi jus kulit manggis dua kali sehari dengan dosis masing-masing 30 ml dan menghentikan konsumsi obat penurun tekanan darah.
Hingga kini Yati sudah menghabiskan 6 botol jus kulit manggis isi 350 ml. Perlahan tapi pasti, faedahnya ia rasakan. Hasil pemeriksaan terakhir pada pertengahan Desember 2011, tekanan darah Yati turun menjadi 150/100 mmHg. Tekanan darah itu memang masih melebihi batas normal. “Saya berharap selanjutnya terus menurun,” ujarnya. Karena itu hingga kini ia terus mengonsumsi jus kulit buah tanaman anggota famili Clusiaceae itu.

Kolesterol
Anas menuturkan, timbunan lemak dalam pembuluh darah dapat terkikis bila kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL dalam tubuh menurun, sementara high density lipoprotein (HDL) meningkat. Kulit manggis dapat diandalkan untuk mengatasi biang kerok hipertensi itu. Faedah itu terbukti secara ilmiah dalam penelitian Sindytia Rosa Yanuarti dari Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran.
Dalam penelitian itu Rosa  menguji efek kulit manggis terhadap profil lemak darah mencit yang mengalami hiperlipidemia alias lemak darah berlebih. Rosa memberikan asupan ekstrak kulit manggis dengan berbagai dosis yakni 140, 280, dan 560 mg/kg bobot tubuh mencit (BB). Perlakuan selama 14 hari.
Hasil penelitian menunjukkan seluruh mencit yang diberi asupan ekstrak kulit manggis memiliki kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL jauh lebih rendah ketimbang mencit pada  kelompok kontrol negatif. Hanya saja masih lebih tinggi daripada kelompok kontrol positif yang diberi simrastanin, obat penurun kolesterol (lihat tabel). Namun, kulit manggis lebih ampuh mendongkrak HDL ketimbang simvastatin.
Hasil penelitian itu sejalan dengan hasil riset yang ditempuh Dachriyanus dan rekan dari Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Andalas. Mencit yang diberi asupan suspensi alfamangostin dari kulit manggis dengan  dosis  masing-masing  30 mg/kg BB,
100 mg/kg BB, dan 300 mg/kg BB, mengalami penurunan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL, serta peningkatan kadar HDL secara signifikan.
Dachriyanus menduga alfamangostin pada kulit manggis dapat meningkatkan aktivitas enzim lipoprotein lipase yang akan meningkatkan katabolisme very low densitiy lipoprotein (VLDL). VLDL yang kaya trigliserida itu akan mengalami hidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol. Hasil samping penguraian itu berupa kolesterol, fosfolipid, dan apoprotein yang akan dipindahkan ke HDL. Akibatnya, kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL turun dan kadar HDL meningkat.

Tidak berselera
Menurut Anas orang obesitas, usia lanjut, hamil, dan pasien gagal ginjal, memiliki kecenderungan hipertensi. Orang dengan kelebihan bobot tubuh cenderung mempunyai kadar kolesterol dan lemak tinggi atau hiperlipidemia. Pada pria dewasa, idealnya jumlah lemak 15—25% dari bobot tubuh, wanita 20—25%. “Kelebihan lemak 10—20% dapat disebut kegemukan,” ujar Anas. Itulah sebabnya penderita obesitas mesti menurunkan kandungan lemak berlebih agar jaringan dan organ tubuh terbebas dari timbunan lemak.
Hasil penelitian Euis Susanti dari Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran menunjukkan, kulit manggis terbukti ampuh menurunkan bobot tubuh mencit putih betina. Mencit yang diberi ekstrak etanol berdosis 0,5 g/kg BB bobotnya menurun hingga 34,14%. Kelompok mencit yang diberi fraksi etil asetat pada dosis sama juga menunjukkan hasil signifikan yakni mencapai 31,96% (lihat tabel).
Penurunan bobot tubuh mencit itu seiring dengan menurunnya jumlah makanan yang dikonsumsi. Karena itu Euis menduga efek penurunan bobot tubuh disebabkan menurunnya selera makan oleh senyawa yang terkandung dalam kulit manggis. Namun, perlu penelitian lebih lanjut jenis senyawa yang berperan. Dengan mengonsumsi kulit manggis tubuh terhindar dari penyakit maut dan postur tubuh pun menjadi ideal. (Imam Wiguna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img