Friday, January 16, 2026

Rawat Si Engkong : Durian Tua Berumur 100 Tahun

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Pohon durian setinggi 40 m itu berdiri kokoh di lokasi penanaman durian populer seperti super tembaga, bawor, musang king, dan duri hitam. Diameter batang seukuran bentangan tangan orang dewasa dengan tajuk rimbun. Sejumlah buah bergelantungan di cabang.

Pemilik pohon, Sukma Wijaya, mempertahankan tanaman berumur sekitar 100 tahun itu lantaran warisan dari sang kakek. Oleh sebab itu, Sukma memberi nama durian itu si engkong. Bentuk buah cenderung lonjong dengan kulit cokelat. Bobot buah 3 kg dengan warna daging kuning pucat.

Cita rasanya dominan manis. Pengukuran menggunakan refraktometer menunjukkan tingkat kemanisan durian itu 40—45°brix. Tekstur buah creamy dan lengket. Dalam satu juring rata-rata terdapat 3—5 pongge.

“Si engkong yang baru jatuh dari pohon memiliki rasa dominan manis,” kata pekebun durian di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, itu.

Cita rasa si engkong cocok bagi pemula penggemar durian. Si engkong mengeluarkan sensasi pahit 1—2 hari pascapetik. Kulit buahnya cukup mudah dibuka dan menebarkan aroma khas Durio zibethinus.

Dengan keistimewaan itu, Sukma kerap menyajikan si engkong kepada kolega yang berkunjung ke kebun. Bisa dibilang si engkong menjadi obat rindu bagi Sukma sembari menunggu musang king dan duri hitam berbuah. Masa panen si engkong berlangsung pada Februari dan Agustus.

Sukma memanen 50—100 durian setiap tahun. Penikmat durian bisa datang ke kebun walaupun bukan musim buah. Musababnya Sukma membuka kedai yang dapat digunakan untuk singgah. Di kebun itu, ia juga menanam alpukat untuk koleksi.

Pohon durian tua tetap berproduksi dengan perawatan optimal. (Trubus/ Widi Tria Erliana)

Lazimnya pekebun melakukan pemangkasan pada pohon durian untuk membuang tunas-tunas negatif serta cabang tersier yang berpotensi mengurangi pengisian buah.  Namun, Sukma tidak melakukan pemangkasan lantaran tanaman terlalu tinggi.

Ia memberikan nutrisi rutin pada si engkong agar buah berproduksi optimal. Ia tidak hanya mengandalkan kemurahan alam untuk mendapatkan buah yang bagus. Maniak durian itu memberikan nutrisi tambahan supaya tanaman tumbuh sentosa.

Ia menaburkan 20—30 kg pupuk vermikompos setiap 6 bulan. Aplikasi pupuk dengan cara ditaburkan di sekeliling tajuk tanaman. Sukma mengecek tingkat keasaman (pH) tanah sebelum memberikan pupuk organik.

Jika pH tanah terlalu rendah atau kurang dari 5, maka ia menaburkan 10 kg kapur pertanian lebih dahulu. Nilai pH tanah yang baik untuk tanaman durian yakni mendekati netral atau netral yaitu 5,5—7,0.

Sukma juga membersihkan gulma di sekeliling pohon. Tujuannya mencegah persaingan dalam penyerapan air dan unsur hara.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img