Trubus.id—Sensasi pedas pada olahan keripik satu ini bukan dari taburan bubuk cabai tapi dari cabai itu sendiri. Ya, itulah olahan keripik cabai. Anda dapat mengolah cabai menjadi camilan lezat.
Menurut produsen olahan cabai Anju Hasiholan Daniel Pasaribu keripik cabai banyak digandrungi oleh konsumen berusia 18—30 tahun.
Produsen olahan cabai di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, itu menuturkan dalam pengolahan cabai itu ia masih mempertahankan kandungan antioksidan dari kapsaisin sehingga keripik cabai diproduksi dengan pemasakan suhu rendah sekitar 70oC.
“Antioksidan masih ada, olahan itu masih memiliki nutrisi dan menyehatkan,” tutur Anju. Setiap produksi biasanya Anju menghabiskan 50 kg cabai dengan 2—3 kali penggorengan. Setiap kemasan berisi 50 gram dijual dengan harga Rp25.000. Omzet perbulan dari keripik cabai saja Rp20—30 juta.
Pemasaran dengan menggunakan media online dan pasar swalayan. Rata-rata cabai yang digunakan 200—500 kg per bulan. Untuk keripik cabai menggunakan cabai merah besar. Berikut cara olah keripik cabai.
Keripik Cabai
Bahan baku
- Cabai besar segar 50 kg
- Bawang putih 2,5 g
- Tepung beras 10 kg
- Garam 1 kg
Cara membuat
- Bersihkan cabai segar dan buang bijinya.
- Bekukan cabai selama 1 x 24 jam supaya keripik renyah.
- Lumatkan bawang putih, masukkan ke dalam tepung beras, dan tambahkan air matang secukupnya, serta tambahkan garam. Aduk rata adonan itu.
- Masukkan cabai beku ke dalam adonan.
- Goreng cabai dengan teknologi vakum fryer atau penggorangan hampa udara dan mesin spinner yang berguna meniriskan minyak.
