Thursday, May 14, 2026

Bibit Pala Berkualitas Modal Awal Panen Optimal

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Pembibitan merupakan langkah awal keberhasilan budi daya pala. Pasalnya bibit berkualitas menghasilkan tanaman yang bermutu pula sehingga produksi buah tinggi. Menurut Rex Van March Houtban Lumban Toruan,sumber benih pala yang berkualitas berasal dari pohon induk berumur 14—40 tahun.

“Namun, petani seringkali mengalami kendala dalam menentukan pohon induk. Oleh karena itu, mereka membutuhkan penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan menyeleksi benih,” ujar Ahli Pertama Pengawas Benih Tanaman Dinas Pertanian Provinsi Maluku itu.

Ia menuturkan tujuannya benih yang ditanam benarbenar bermutu sehingga dapat berbuah perdana tepat waktu.

Menurut Rex Van March masalah perbanyakan pala di tingkat petani yakni pengetahuan dan keterampilan yang kurang mumpuni seputar teknik budi daya pala. Selain itu petani kurang mengerti kriteria pemilihan pohon induk yang berkualitas.

Tantangan lainnya yaitu pengetahuan dan keterampilan petani untuk pemilihan benih dan pembibitan pala belum memadai. Ia menuturkan Provinsi Maluku merupakan sentra pala dengan volume produksi benih yang tinggi. Namun, mayoritas petani masih memperbanyak pala secara konvensional.

“Mereka menanam langsung biji pala dalam media tanam. Oleh karena itu, pasokan benih sangat sedikit,” ujar Rex Van March . Sejatinya perbanyakan benih pala secara massal dengan mutu benih yang tinggi dapat ditempuh melalui kultur jaringan.

Rex Van March  menuturkan laboratorium kultur jaringan untuk mendukung aktivitas perbanyakan benih tanaman perkebunan belum tersedia. Padahal perbanyakan pala melalui kultur jaringan memiliki beragam manfaat seperti mempersingkat waktu dormansi, murah, dan efektif. Baca juga Kultur Jaringan Pala.

Berdasarkan Data Statistik Unggulan Perkebunan Nasional 2021—2023, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, produksi pala nasional mencapai 40.639 ton dengan luas tanam 260.213 ha pada 2021.

Nilai produksi itu meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2020 produksi pala hanya 38.150 ton dari lahan seluas 251.839 ha. Sentra kebun pala tersebar di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya Provinsi Maluku.

Bisa dibilang pala merupakan komoditas andalan di Kepulauan Maluku dan Kepulauan Banda. Di Provinsi Maluku produksi pala mencapai 6.068,81 ton dengan lahan seluas 36.827 ha. Sehingga memerlukan bibit yang berkualitas dan bermutu.


Artikel Terbaru

PFI Perkuat Peran Filantropi sebagai Penggerak Solusi Nasional dalam Rapat Umum Anggota 2026

Trubus.id – Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menegaskan peran strategis filantropi sebagai penggerak solusi atas berbagai tantangan pembangunan nasional dalam Rapat...

More Articles Like This