Wednesday, August 17, 2022

Rezeki Monyet

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Monyet ekor panjang menjadi kelinci percobaan dalam penelitian obat-obatanTopeng monyet dihapus dari Jakarta. Gubernur Joko Widodo menyatakan, mulai 2014, ibukota bersih dari eksploitasi monyet Macaca fascicularis.  Mungkinkah itu? Sudah beribu-ribu tahun manusia bersahabat dengan monyet.  Baik beruk untuk memetik kelapa, maupun monyet ekor panjang yang dipekerjakan sebagai hiburan di jalan-jalan. Konon, monyet adalah teman manusia yang paling cerdik. Kalau kita lapar, monyet akan memanjat pohon, memetik buah untuk kita. Padahal ia tidak menanam pohon itu dan buah itu jelas bukan miliknya.

Namun, bandingkan dengan sapi yang memberikan susunya, ayam yang memberikan telurnya, dan kelinci yang memberikan dirinya sendiri untuk dimasak. Jelas monyet paling  jeli, sekaligus paling tidak tulus.  Oleh karena itu, kalau Anda bermimpi melihat monyet, artinya harus berhati-hati. Mungkin Anda sedang menjadi sasaran penipuan.  Kecuali kalau monyetnya berwarna putih, Anda akan bertemu orang bijak dan mungkin naik pangkat. Kera putih  dan kera merah Sun Go Kong adalah perlambang kebijakan dan kebajikan.  Mereka diyakini sebagai makhluk sakti.

Pahlawan percobaan

Kera putih Hanoman malah dipercaya tidak akan pernah mati.  Ia akan menjadi saksi cinta abadi antara Rama dan Sinta.  Makanya, jangan heran banyak kera putih dipelihara di seputar kita. Adik saya—almarhum pematung Dwi Budileksana—malah membawa kera ke sekolah untuk menjaga sepedanya. Waktu berangkat dan pulang, kera itu duduk di bahu tuannya. Cerita yang sama terjadi dengan Soe Hok Gie, adik tokoh cendekiawan Arief Budiman, yang terkenal sebagai komponen Angkatan 1966. Kalau pemiliknya pergi ke luar kota atau ada urusan, monyet-monyet itu bisa merepotkan keluarga.

Sampai sekarang pun masih selalu ada yang punya monyet di lingkungan kami.  Mungkin karena bangga lahir pada Tahun Monyet (1956, 1968, 1980, 1992, 2004).  Mungkin juga karena percaya monyet membawa rezeki. Jadi, banyak mitos, legenda, dan pengalaman sehari-hari yang mendekatkan kita pada monyet, khususnya monyet berekor panjang.  Oleh karena itu jangan heran kalau bertemu mereka di tempat-tempat wisata, di pantai, di hutan lindung, bahkan di tempat praktik dokter anak. Monyet itu lucu, dan masuk kategori “hewan timangan” atau satwa hias untuk peliharaan.

Macaca fascicularis memang satu-satunya dari 52 spesies primata yang tidak dilindungi. Lainnya dinyatakan langka: bekantan, orangutan, simpanse, mandril, gorila, baviaan, lutung, owa, dan seterusnya. Perlu izin khusus untuk merawatnya. Manfaat utama kera yang mendatangkan devisa selama ini adalah sebagai hewan percobaan.  Untuk mencoba penemuan obat baru, sistem perawatan medis, dan alat-alat modern, biasanya menggunakan hewan.  Mula-mula bisa dipakai tikus. Kemudian ditingkatkan pada anjing, dan kalau sudah lebih aman, digunakan kera.  Jenis monyet yang paling dekat dengan manusia adalah simpanse.

Jadi, sebelum manusia dikirim ke angkasa luar, misalnya, selalu didahului dengan percobaan itu. Uni Soviet pada 1950-an, meluncurkan roket dengan awak seekor anjing. Gagal, anjingnya mati dan menjadi pahlawan.  Amerika Serikat, meluncurkan pesawat berawak simpanse bernama Ham, pada 1960-an dan  berhasil. Maka simpanse Ham  (Ham the Chimp, 1956—1983) itu juga menjadi pahlawan dan  mendapat penghormatan sebagai Astrochimp, monyet pertama yang terbang dengan selamat ke luar angkasa.

Simpanse mempunyai karakter dan kemampuan hidup menyerupai manusia. Bagaimana akibatnya berada di ruang angkasa luar, bebas dari gravitasi bumi, keluar masuk atmosfer dan sebagainya, dicoba dahulu dengan simpanse sebelum dilakukan sendiri oleh manusia. Berkat jasa monyet-monyet itu banyak manusia diselamatkan. Banyak kesimpulan penelitian kesehatan melibatkan monyet.  Misalnya apa akibat mengonsumsi narkoba dalam dosis tertentu, terekspos asap rokok, mengonsumsi obat-obat baru, dan tercemar timbal kendaraan bermotor.

Manusia berhutang besar pada kerelawanan atau pemaksaan terhadap monyet sebagai “kelinci percobaan”. Monyet mencegah manusia mengalami kerusakan otak, penyakit jantung, dan menderita akibat berbagai dampak kehidupan modern.  Sekarang, percobaan dengan monyet besar (simpanse, gorila dan orangutan) sudah dilarang.  Namun, dengan monyet kecil – kera berekor panjang masih terus berjalan.  Sayangnya, rata-rata monyet yang  hidup dekat permukiman sudah kena macam-macam virus dan kuman. Apalagi monyet yang sudah dipekerjakan di jalan-jalan.  Sepuluh persen dari monyet sitaan dinyatakan mengidap penyakit kronis seperti tuberkulosis dan hepatitis.

Bahaya berpenyakit

Ketua Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Benvika, menjelaskan, “Jumlahnya ada 67 ekor. Yang kena tuberkulosis 5 ekor, hepatitis 1 ekor, dan 100% mereka cacingan.”  Ia dan teman-temannya bertugas menangani monyet bekas pekerja topeng monyet yang ditangkap di Jakarta. Diperhitungkan paling sedikit ada 200 rombongan topeng monyet di Jakarta.  Seekor monyet yang sudah terlatih disewakan Rp15.000 per hari.  Jadi Anda tidak perlu memelihara  kera sendiri kalau ingin giat dalam bisnis topeng monyet.  Cukup memberikan setoran harian, dengan catatan kalau monyetnya hilang harus mengganti Rp1-juta.

Sebelum dilarang, pengamen topeng monyet konon bisa berpenghasilan sampai Rp60.000 per hari atau Rp1,8-juta per bulan.  Ketika diadakan razia, Gubernur Jokowi memberi ganti rugi Rp1-juta untuk setiap monyet yang sudah disita.  Di sinilah muncul kontroversi.  Kalau kita mengecek jual-beli satwa hias di internet, seekor anakan kera berekor panjang dibanderol Rp450.000.   Harga di pasaran monyet dewasa  biasanya Rp600.000.  Padahal, harga resmi untuk ekspor (sejak 2007)  tercatat oleh Departemen Perdagangan, hanya Rp125.000 per ekor, sebagai penerimaan negara bukan pajak.

Indonesia termasuk pemasok rutin kebutuhan Macaca fascicularis untuk laboratorium di Tiongkok dan Amerika Serikat.  Belakangan mulai ada keluhan dari Amerika karena ada kera dari Indonesia membawa kuman hepatitis.  Dikhawatirkan itu terjadi pada monyet-monyet hasil budidaya. Memang tidak dibenarkan membudidayakan monyet untuk ekspor.  Monyet dari Nepal pernah dilarang masuk ke Amerika Serikat, karena diketahui hasil budidaya.  Alhasil Pemerintah Nepal melarang ternak monyet di sana dan melepas liarkan paling sedikit 400 ekor kera yang tidak jadi diekspor ke hutan.

Sebenarnya pelepas-liaran monyet itu juga berbahaya. “Sesudah perang, ada 30 monyet dilepaskan di belantara Papua,” cerita pakar primata, Willie Smits. “Sekarang kera itu sudah menjadi lebih dari 60.000 ekor.  Akibatnya burung cenderawasih dan burung eksotis lain terancam punah, karena telur mereka dicuri oleh monyet-monyet itu.” Di Indonesia dan Malaysia, kera ekor panjang memang termasuk hama bagi kebun buah dan sayur.  Ladang-ladang jagung pun sering terancam. Di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, kera merusak kebun kakao, dan terpaksa dicari berbagai cara untuk mengusir, bahkan meracuni mereka. Para pencinta satwa pun protes.

Hal yang lebih keras terjadi di negeri tetangga. Populasi kera di Malaysia  terhitung melebihi 740.000 ekor.  Pada 2012 lebih dari 90.000 ekor diberantas.  Masyarakat internasional marah besar.  Sekarang ada upaya untuk menjelaskan, bahwa kera ekor panjang pun sudah terancam punah.  Berbagai video diunggah ke YouTube, sebagai kampanye untuk menanamkan  kasih pada monyet-monyet kecil itu. Penyiksaan kera untuk dilatih sebagai topeng monyet pun menumbuhkan empati besar.  Kita memang tidak boleh melakukan budidaya monyet.  Tetapi lebih tidak boleh lagi menyiksa mereka. ***

*) Budayawan, kolumnis Trubus sejak 2001, pengurus Tirto Utomo Foundation, dan advisor Jababeka Botanic Gardens.

FOTO:

Monyet ekor panjang menjadi kelinci percobaan dalam penelitian obat-obatan

 

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img