Monday, August 8, 2022

Rhaphidophora Sosok Asyik Aroid Anyar

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Rhaphidophora beccari yellow, si belang asal Kalimantan. Istimewa karena mutasi sejak dari habitatnya. (Dok. Destika Cahyana)

Para pehobi menggandrungi sosok rhapidophora.

Trubus — Ia hidup menumpang di pohon besar atau di atas batu berlumut. Sumber nutrisi dari debu dan sisa tanaman yang terurai di hutan. Itulah nasib Rhapidophora sp. Masyarakat menyebutnya tanaman ekor naga. Ada pula yang menyebut jalu mampang atau lolo munding. Kini di tangan para pehobi Rhapidophora menjadi tanaman hias nan cantik berharga jutaan rupiah. Sosoknya yang semula kurus menjadi bongsor karena mendapat nutrisi memadai.

Rhaphidophora pertusa. (Dok. Destika Cahyana)

Tanaman anggota famili Araceae itu tumbuh di pot dengan merambati tiang berlapis sabut kelapa. Masyarakat memburunya ketika tanaman hias aroid naik daun. Di antara tanaman hias keluarga aroid, nama rhapidophora paling jarang disebut dibandingkan dengan aglaonema, anthurium, atau caladium yang lebih dahulu populer di tanah air. “Jenis hibrida dan variegata ketiganya lebih dulu muncul sehingga lebih dulu terkenal,” kata pemilik Nurseri Godong Ijo, Chandra Gunawan.

Belang alami

Ketika varian-varian aroid lain muncul, pehobi mulai melirik ekor naga. Pemilik Han’s Garden di Serpong Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Handry Chuhairy, menuturkan, kini harga rhapidophora yang dipotkan terkerek naik seiring tren keluarga aroid. “Yang jenis impor berwarna hijau di angka di atas Rp1 juta per pot, sementara jenis lokal yang mutasi variegata mencapai angka Rp30 juta,” kata Handry.

Rhaphidophora classifolia, semula dianggap hanya endemik di Thailand Selatan dan Semenanjung Malaysia. (Dok. Destika Cahyana)

Indonesia banyak diuntungkan karena di dunia aroid internasional, jenis rhapidophora lokal asal Nusantara tergolong langka. Tengok saja Rhapidophora beccari yellow variegata koleksi Handry. Di alam kebanyakan daunnya hijau polos. Handry mendapatkan jenis belang dari seorang kolektor yang kerap mengumpulkan tanaman dari Kalimantan. “Bila tidak diselamatkan bisa punah karena laju deforestasi di Kalimantan tergolong tinggi,” kata Handry.

Di tangan Handry rhapidophora yang semula kurus mulai tumbuh bongsor seiring bertambahnya daun. Menurut Handry beccari belang itu istimewa karena mutasi saat ditemukan di alam. Lazimnya mutasi-mutasi tanaman hias daun muncul di tangan penangkar atau penyilang karena perbanyakan terus-menerus sehingga sel pada jaringan tanaman mengalami pergeseran sifat alias segregasi.

Rhaphidophora sp., istimewa
dengan pola half moon. (Dok. Destika Cahyana)

Misalnya pada tanaman hias daun, pencacahan atau pemotongan akar terus-menerus untuk perbanyakan. Pun demikian pada perbanyakan kultur jaringan yang memisahkan kalus-kalus menjadi individu-individu tanaman. “Mutasi di alam lebih jarang terjadi. Seandainya ada pun sering kali tak ditemukan oleh kolektor,” kata Handry. Rhapidophora belang lain asal Kalimantan bersosok seronok.

Jenis endemik

Rhapidophora belang pertama berdaun hijau kekuningan. Beberapa daun bercorak half moon alias setengah lingkaran. Sosok kedua berdaun semburat putih dan bercorak splash. Keduanya belum dapat dipastikan spesiesnya karena identifikasi genus Rhapidophora asal Kalimantan masih terbatas. Handry juga mengoleksi Rhaphidophora classifolia mint berwarna belang asal Gunung Salak, Jawa Barat.

Rhaphidophora sp. cantik dengan belang splash. (Dok. Destika Cahyana)

Classifolia milik Handry tumbuh di pot berukuran 25 cm dengan tiang berbalut sabut kelapa. Handry merambatkan classifolia yang di alam tumbuh tak beraturan menjadi melingkar mengitari tiang. Hasilnya si belang tampil lebih kompak dan cantik. “Prinsipnya memahami cara hidupnya di alam, lalu memodifikasinya di pot sesuai karakternya agar terlihat cantik di mata,” kata Handry.

Di habitat aslinya classifolia tumbuh di batang pohon yang berlapis lumut maupun mosh alami. Ahli Botani, Peter C Boyche, semula menggolongkan classifolia endemik di Thailand Selatan dan Semenanjung Malaysia. Namun, belakangan Boyche menganulir pendapatnya karena ternyata classifolia juga ditemukan di Sarawak yang daratannya menyatu dengan Kalimantan. Bagi para pehobi, pendatang baru keluarga Araceae mencuri hati. (Destika Cahyana)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img