Friday, December 2, 2022

Rival Baru Asam Urat

Rekomendasi

Asam urat 25 tahun terhapus daun sirsak.

 

Penderitaan Sri Hanto berupa nyeri di persendian kaki serta tangan dan jari kaki sebelah kiri itu bermula pada 1985. Saat kambuh, lutut merah dan terasa panas hingga naik ke jari-jari tangan. “Pegang raket saja tidak bisa,” ujar pria penggemar tenis  itu. Ia pun memeriksakan diri ke dokter. Diagnosis dokter menyebutkan kadar asam urat Hanto tinggi, mencapai 11 mg/dl; kadar normal 7 mg/dl. Untuk mengurangi nyeri sendi itu, ia mengonsumsi obat dokter.

Namun, setelah obat habis ia merasakan nyeri sendi lagi. Meski menderita asam urat, pria 68 tahun itu tetap bermain tenis-aktivitas yang terlalu bertumpu pada persendian. Akibatnya, tiap 2 pekan ia  harus ke dokter karena lutut membengkak dan dilakukan penyedotan cairan asam urat yang menumpuk di sendi kaki itu. “Setiap kali penyedotan 2 tabung suntik cairan asam urat terambil,” kata alumnus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor itu.

Gaya hidup

Selama puluhan tahun, kadar asam urat ayah 3 anak itu berkisar di angka 9-11 mg/dl. “Jari-jari sampai kaku,” ujar Hanto. Ketika memeriksakan diri ke salah satu rumahsakit di Bintaro, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dokter menganjurkan Hanto untuk memeriksakan lebih lanjut karena dikhawatirkan ada infeksi menahun. Hasil pemeriksaan membuktikan tidak ditemukan penyakit lain, selain asam urat.

Sri Hanto mengidap asam urat menahun antara lain karena konsumsi makanan berkadar purin tinggi. Ia kerap mengonsumsi sup kambing, satai, emping melinjo, sop gulai kepala ikan, gulai kambing, dan jeroan. Makanan tinggi purin itu kerap ia konsumsi tiap 2 pekan. Menurut dr Danarto SpB SpU, di Pusat Pelayanan Urologi rumahsakit An-Nur Yogyakarta, konsumsi makanan mengandung purin tinggi berpotensi meningkatkan asam urat dalam darah.

Asam urat sebagai hasil akhir dari metabolisme purin yang menumpuk di jaringan lunak pada  tubuh menyebabkan radang sendi. “Bila fungsi ginjal kurang bagus, purin dapat mengendap di ginjal. Itu bisa menyebabkan gagal ginjal karena endapan tersebut menghambat sekresi urine,” ujarnya. Pada Desember 2011 kadar asam urat Hanto naik hingga persendian kakinya membengkak dan memerah. Jari kaki juga mulai menghitam. Sri Hanto hanya bisa tidur di pembaringan, tak dapat melakukan sesuatu.

Karena sakitnya itu ia sampai menangis karena berubah posisi sedikit saja sakit. Untuk berjalan ia menggunakan kruk. “Terlambat sedikit saja  harus diamputasi daripada menjalar,” ujarnya. Seorang teman menyarankan Hanto untuk mengonsumsi ekstrak daun sirsak. Berharap kesembuhan datang, ia mengonsumsi ekstrak daun sirsak itu 3 kali sehari, masing-masing satu kapsul setelah makan.

Yang menggembirakan, 3 pekan setelah konsumsi ekstrak daun sirsak, kadar asam uratnya turun. Pada 20 Januari 2012 ia melakukan tes kesehatan dan kadar asam uratnya menjadi 5,5. Kondisi itu jelas jauh lebih baik dibanding kesehatan sebelumnya-dua jari kakinya biru kehitaman dan mati rasa. “Tadinya kesenggol saja luar biasa sakitnya,” ujarnya.

Cara praktis

Meski sudah membaik Hanto  tetap mengonsumsi ekstrak daun sirsak dengan dosis yang sama dan tetap melakukan cek kesehatan tiap 3 bulan. Di kalangan para herbalis daun sirsak bukanlah herbal baru. Mereka memanfaatkan daun Annona muricata itu sebagai antikanker, antitumor, dan asam urat. Maria Margaretha Andjarwati, herbalis di Jakarta Utara, meresepkan daun sirsak untuk asam urat. Ia meresepkan 15 lembar daun sirsak, 20 gram sidaguri, 1 rimpang temulawak, dan 1 rimpang jahe. Ramuan itu direbus dalam 4 gelas air hingga mendidih dan tersisa 2 gelas. Pasien tinggal mengonsumsi ramuan itu 2 kali sehari, pagi dan sore. “Daun sirsak menghancurkan gumpalan asam urat yang membeku,” ujar Andjarwati. Selain dalam bentuk rebusan, pasien juga dapat menyeduh daun sirsak.

Bagi yang ingin praktis, banyak industri jamu seperti PT Phytocemindo Reksa yang bekerjasama dengan PT Indo Sehat Lestari, dan PT Permana Putra Mandiri memproduksi ekstrak daun sirsak dalam bentuk kapsul. Menurut Patrick A Kelona, Business Development Manager PT Phytocemindo Reksa konsumsi dalam bentuk ekstrak lebih terstandar, praktis, mudah dikonsumsi dan tahan hingga 3 tahun. “Konsumsi satu kapsul setara dengan 6 lembar daun sirsak,” ujar Patrick.

Iman Jatmika, bagian pemasaran Indo Sehat Lestari juga sepakat. “Konsumsi kapsul lebih praktis dan mudah dibawa kemana- mana,” ujarnya. Susiyanti, marketing manager PT Permana Putra Mandiri menjelaskan ekstrak kapsul daun sirsak larut di pencernaan, tidak menyebabkan adanya endapan. Konsumsi ekstrak daun sirsak juga bisa sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan. “Konsumsi ekstrak daun sirsak lebih praktis, tinggal minum,” ujarnya. (Desi Sayyidati Rahimah)


Keterangan foto

  1. Konsumsi ekstrak daun sirsak dalam kapsul lebih praktis dan tahan simpan
  2. Konsumsi makanan mengandung purin tinggi picu munculnya asam urat
  3. Sri Hanto, kadar asam uratnya menurun setelah konsumsi ekstrak daun sirsak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img