Thursday, August 11, 2022

Sandaran Tiga Perempuan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Datang bulan selalu menjadi saat menyiksa buat Wylla Ekalestari. Bisa dipastikan selama 2 – 3 hari ia cuma bisa berguling-guling di tempat tidur karena tak kuat menahan nyeri di bagian perut. Sudah itu nyeri disertai mual dan muntah. Jika demikian alumnus Jurusan Public Relation di STIKOM Interstudi itu bolos kuliah dan ngantor saat mulai bekerja di perusahaan swasta.

Rasa nyeri kian menjadi-jadi dan mengganggu aktivitas kala perempuan berperawakan langsing itu serius menerjuni dunia seni peran dan tarik suara yang menjadi hobinya. “Pernah sehabis manggung di 3 tempat berbeda dalam sehari saya langsung pingsan,” tutur penyanyi pengiring pada acara pencarian bakat menyanyi di televisi swasta itu.

Nyeri tertusuk

Dari hasil pemeriksaan pada 2003 dokter memvonis Wylla menderita kista di kedua ovarium. Di ovarium kanan kista sudah bernanah dan melekat ke usus. Setiap kali haid kista membesar sehingga menyebabkan nyeri. Menurut dr Prapti Utami di Jakarta, kista adalah tumor yang terbungkus lapisan epitel berisi cairan, lendir, atau gel. Hampir seluruh organ tubuh bisa terkena kista, seperti kulit, paru-paru, usus, ginjal, indung telur, dan otak. Untuk mengetahui keberadaan kista mesti melalui pengecekan. Misal pada organ reproduksi wanita seperti rahim dan ovarium menggunakan prosedur ultrasonografi (USG).

“Pada beberapa kasus kista di indung telur dapat menghalangi terjadinya kehamilan,” kata Prapti Utami yang menyebut kista dapat disebabkan oleh konsumsi makanan berlemak tinggi, polusi udara, dan stres. Sel-sel kista pun dapat berubah menjadi sel ganas alias kanker.

Terkadang keberadaan kista memang disertai gejala tertentu. Contohnya nyeri saat menjelang dan ketika haid pada wanita penderita kista di organ reproduksi. Rasa nyeri seperti tertusuk-tusuk itu juga yang dialami oleh Ima Jolanda 10 hari pascamelahirkan anak kedua. Nyeri di perut bagian kiri menyebabkan ibu 2 anak itu tidak mampu berjalan. Hasil pemindaian oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan menunjukkan terdapat kista berdiameter 6 cm di rahim kiri.

Vianney Ratna Manikamawi justru merasakan sakit ketika sedang tidak haid. “Nyerinya njerumjerum,” kata Nana, sapaannya, mendeskripsikan rasa sakit tak terhingga sampai terasa ke tulang. Keringat dingin keluar dari sekujur tubuh, badan pun cepat lesu. Dalam sebulan, sebanyak 2 kali setiap minggu rasa nyeri itu mendera. Kalau sudah begitu jangankan beraktivitas, bangun dari pembaringan saja sulit. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang disambangi menyarankan Nana untuk menjalani pemeriksaan organ dalam karena menduga ada tonjolan di dalam rahim.

Nana urung menjalani pemeriksaan lebih lanjut karena mesti segera mengikuti suami yang bertugas ke Papua. Sebagai pengganti ia berkonsultasi dengan Valentina Indrajati, herbalis di Bogor, Jawa Barat. Hasil pengamatan Valentina, Nana mengalami perlengketan antara uterus dengan penggantung usus (mesenterium). Itu yang menyebabkan nyeri di perut bagian kanan bawah. Valentina menduga itu terjadi akibat tindakan medis yang pernah dijalani Nana untuk mengatasi kehamilan di luar rahim.

Kondisi fisiologis kedua ovarium dan uterus pun terganggu sehingga terjadi ketidakseimbangan hormon reproduksi. Keluhan lain nyeri di lambung dan alergi. Menurut Valentina, radang lambung itu memicu alergi. Alergi menyebabkan kulit gatal, hidung dan mata membengkak sehingga kelahiran Semarang, Jawa Tengah, itu sulit tidur. Tanpa sebab yang jelas biasanya alergi itu datang setiap dua hari sekali.

Banyak herbal

Untuk mengatasi kista yang semakin membesar, diameter 7 cm, Wylla memutuskan untuk menjalani operasi pada Agustus 2010. Malangnya konsumsi obat kimia dosis tinggi pascaoperasi membuat kerja ginjal Wylla terganggu. “Urine kotor dan saya sering sakit pinggang,” tutur pemilik tinggi 160 cm itu.

Vokalis grup band Babytonic itu kemudian mencoba alternatif penyembuhan dengan herbal. Wylla mengonsumsi 27 herbal, termasuk di dalamnya daun sirsak, jintan hitam, dan kunyit putih dengan merebus lalu meminumnya 2 kali sehari. Ramuan itu untuk mencegah kista tumbuh kembali di ovarium kanan dan kista di ovarium tidak membesar sekaligus mengatasi keluhan lain.

Jalan kesembuhan dengan herbal juga dipilih oleh Jolanda dan Nana. Sama seperti Wylla, ramuan terdiri dari beragam herbal. Dokter Prapti Utami mengatakan penggunaan herbal memang dapat membantu mengatasi kista. Ia menyebut sambiloto, daun mimba, keladitikus, temuputih, rumput mutiara, pegagan, dan daun sirsak memiliki kemampuan menggerus kista. “Pada penderita kista berukuran kecil, diameter 2 – 4 cm disarankan mengonsumsi sambiloto, mimba, dan temuputih,” tutur pemilik klinik Evergreen itu. Seperti dituturkan oleh dr Paulus Wahyudi Halim Med Chir, dokter dan herbalis di Tangerang, Banten, terapi dengan herbal mesti secara kombinasi.

Sementara untuk pasien kista dengan ukuran lebih besar ditambahkan keladitikus, rumput mutiara, dan daun sirsak. Pengalaman Prapti kista sebesar 5 cm pada seorang pasiennya hilang setelah mengonsumsi paduan sambiloto, daun mimba, keladitikus, temuputih, dan rumput mutiara dalam 4 bulan. “Selain konsumsi herbal, pasien juga mesti berpikir positif dan tenang sehingga tidak stres,” ujar Prapti. Mafhum kondisi stres menyebabkan jalan kesembuhan lebih sulit diraih.

Bersih

Lima bulan pascakonsumsi herbal, kini Wylla merasa segar. Nyeri setiap datang bulan tidak pernah lagi menghantui. Hasil pemeriksaan menunjukkan ovarium kanannya tetap bersih dari kista. Kista di ovarium kiri tidak membesar. Kondisi membaik juga dirasakan Jolanda dan Nana.

Nana merasakan tubuh lebih fit dan tidak gampang capai seminggu pascakonsumsi. Nyeri di lambung dan alergi pun mereda. Kelahiran 13 Agustus 1984 itu antara lain mengonsumsi temuputih, temukunci, temumangga, dan daun sirsak untuk mengembalikan keseimbangan hormon reproduksi seperti diresepkan Valentina. Sementara nyeri di lambung dan alergi diatasi dengan pulosari, kunyit, dan kulit jeruk. Bahkan pada hari ke-10 konsumsi herbal istri dari MA Agatho Sudi Wadana itu mendapati dirinya terlambat haid dan positif hamil.

Malang, beberapa hari pascaberita gembira itu, Nana mengalami kecelakaan motor. Musibah itu menyebabkan pendarahan sehingga ia mesti menjalani bedrest di sebuah rumahsakit di Jayapura. “Semoga Tuhan memberi yang terbaik,” tulisnya dalam pesan pendek kepada wartawan Trubus. Yang pasti pada daun sirsak, Wylla, Jolanda, dan Nana terus menyandarkan harapan. (Evy Syariefa/Peliput: Lastioro Anmi Tambunan & Susirani Kusumaputri)

Keterangan foto

  1. Konsumsi daun sirsak disertai kombinasi herbal lain terbukti membantu mengatasi kista
  2. Valentina Indrajati, herbalis di Bogor, Jawa Barat, perlengketan antara uterus dengan penggantung usus (mesenterium) pemicu nyeri di perut seperti halnya kehadiran kista

Nyaris Semua Berisiko

Data yang terekam di redaksi Trubus sepanjang 2001 – 2011 menunjukkan kasus kista menyerang setidaknya 10 organ tubuh manusia. Kasus terbanyak pada organ reproduksi perempuan: rahim dan ovarium alias indung telur. Kasus lain pada payudara, kelenjar susu, leher, lidah, pipi, usus, ginjal, dan lever. Dokter Prapti Utami menyebut hampir semua bagian tubuh manusia berisiko terkena kista.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img