Sunday, August 14, 2022

Sapu Bersih Juara Satu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Grand championArwana koleksi Robin He dari Pontianak, Kalimantan Barat, itu meraih gelar terbaik di kontes All Indonesia Arowana Show 2011 di Mall of Indonesia, Kelapagading, Jakarta Utara. Ikan itu meraih gelar grand champion (GC). Robin He pun memboyong Piala Menteri Kehutanan. Menurut Hendri Leong, juri kontes, ikan itu tampil prima.

“Warna merahnya bersih dengan perbandingan panjang dan lebar tubuh seimbang. Gaya renangnya juga anggun,” kata Hendri. Dalam perebutan gelar bergengsi itu, rival beratnya adalah arwana di akuarium A-12 – juga milik Robin He. Namun, dalam kontes itu arwana di A 12 kalah bersaing. “Penampilan keseluruhan kalah gagah karena ekornya agak menutup,” kata Reddy Jilius, juri dari Jakarta.

Ketat

Di kelas young champion siluk merah Scleropages formosus milik Robin menjadi yang terbaik menyingkirkan puluhan peserta lain. Syarat mengikuti kelas itu arwana sepanjang maksimal 40 cm. Corak tubuhnya merah solid dan bersih. Keunggulan lainnya adalah bentuk kepala seperti sendok. “Arwana seperti ini sangat jarang,” ujar Reddy Jilius.

Di kelas muda itu koleksi Robin He merebut gelar prestisius. Menurut Robin rahasia kemenangan arwana-arwananya tak lepas dari cara perawatan. Robin menjaga kualitas air dengan tingkat keasaman air selalu pada kisaran pH 6 – 6,5.

Persaingan ketat juga terlihat di kelas B (ukuran 40 – 50 cm). Siluk milik Seti dari Pontianak, Kalimantan Barat, sukses meraih kampiun setelah menyingkirkan klangenan Joni Ang dari Jakarta dan Triyanto dari Karawang, Jawa Barat. “Warna merah keluar serta penampilannya proporsional,” kata Reddy.

Di kelas D dengan ikan berukuran 20 – 30 cm, koleksi Vincent Apriono memborong seluruh gelar juara sampai gelar harapan pertama. Ikan milik Vincent tampil cantik dengan balutan merah, ekor yang membuka, serta bentuk tubuh proporsional. “Cara berenangnya pun anggun sehingga menambah nilai plus,” ungkap Reddy.

Pada lomba adu cantik-cantikan pada 17 – 25 September 2011 itu juga digelar kelas unik. Di kelas baru itu, sekali lagi koleksi Robin He berkibar. Siluk merah miliknya yang berwarna platinum sepanjang 30 cm itu sukses menyingkirkan klangenan milik Murli dan Triyanto. “Warna platinumnya sangat bersih nyaris tanpa noda,” kata Reddy.

Menurut Stephen Suryaatmadja SE MBA, ketua panitia, lomba arwana itu diikuti 140 siluk yang datang dari berbagai kota besar di tanahair seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Pontianak. “Kontes ini bisa disebut lomba arwana terbesar di dunia,” kata Stephen. Harap mafhum lomba arwana di mancanegara hanya diikuti sekitar 30 – 40 ikan.

Saat menyampaikan sambutan di pembukaan kontes, Zulkifli Hasan memberika apresiasi dengan mendukung pelestarian arwana sebagai ikan khas Indonesia. “Kita akan segera mematenkan superred supaya tidak diklaim oleh pihak lain,” ujar Zulkifli. Dr Suseno Soekoyono, ketua Dewan Ikan Hias Indonesia (DIHI) menyatakan hal serupa, potensi pasar arwana sangat besar sehingga superred perlu budidaya intensif. (Faiz Yajri/Peliput: Tri Susanti)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img