
Nur Anisa mengolah sayuran menjadi es krim yang menyegarkan dan menyehatkan.
Es krim berwarna ungu itu sungguh menggugah selera. Begitu dicecap terasa menyegarkan seperti es krim rasa blueberry. Namun, siapa sangka es krim ungu itu ternyata tak sedikit pun menggunakan bahan baku si beri biru, melainkan dari kubis ungu. Anisa mencampur sayuran itu dengan bahan lain, seperti telur organik, susu kedelai, gula jagung rendah kalori, dan tepung maizena. Anisa menuturkan kombinasi kuning telur organik dan gula jagung rendah kalori adalah bahan wajib untuk membuat es krim sayuran.

“Jika salah satu bahan tidak digunakan, cita rasanya sangat berbeda,” ujarnya. Menurut Anisa cara membuat es krim rasa blueberry itu relatif mudah (lihat ilustrasi Bikin Es Krim Sayuran). Daya simpan es krim sayur buatan sulung dari dua bersaudara itu sebulan di dalam freezer. Es krim tahan hingga 6 jam saat pengiriman jika kemasan stirofoam tidak dibuka.
Cara buat
Sejatinya tidak hanya kubis ungu yang diolah menjadi es krim. Sayuran lain seperti tomat, wortel, pakcoy, dan bayam merah, juga bisa menjadi bahan baku es krim. “Setiap jenis sayuran menghasilkan cita rasa berbeda,” ujarnya. Kubis ungu menghasilkan es krim bercita rasa mirip blueberry. Untuk penggemar es krim avokad bisa menggunakan bahan baku pakcoy. Cara membuatnya sama dengan es krim dari kubis ungu.

Anisa menuturkan ide membuat es krim berbahan sayuran itu muncul karena melihat keponakannya yang enggan mengonsumsi sayuran. “Keponakan saya itu baru mau makan sayuran kalau dijanjikan akan dibelikan es krim,” tutur perempuan kelahiran Surabaya, Jawa Timur, itu. Dari kebiasaan keponakannya itu tercetuslah ide untuk membuat es krim dari sayuran. Kebetulan pula Anisa punya kenalan petani kubis ungu yang kesulitan menjual hasil panennya karena belum banyak peminat. Pada November 2011 ia mulai melakukan percobaan hingga menemukan ramuan dan cita rasa yang pas. “Saya melakukan hingga 17 kali percobaan untuk menghasilkan es krim rasa blueberry dari kubis ungu,” kata perempuan kelahiran 11 Maret 1995 itu.
Sehat
Ahli gizi di Bogor, Jawa Barat, Prof. Mien Karmini, menuturkan, es krim sayuran bisa menjadi solusi untuk anak-anak yang tidak suka mengonsumsi sayuran. “Pengolahan sayuran menjadi es krim tidak menghilangkan kandungan nutrisi,” kata Mien. Ia menganjurkan mengonsumsi es krim sayuran sebelum makan atau saat perut kosong. Tujuannya untuk mengaktifkan enzim-enzim dalam saluran pencernaan dan detoksifikasi. Konsumsi es krim sayuran aman bagi penderita gangguan asam lambung karena tidak meningkatkan asam lambung.

Menurut anggota staf pengajar di Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Heptari Elita Dewi S.P., M.P., es krim sayuran inovasi yang sangat bagus sebagai salah satu solusi harga sayuran anjlok akibat pasokan melimpah ketika panen raya. Es krim sayuran juga dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang menghendaki gaya hidup sehat. Kini gaya hidup sehat sedang tren di masyarakat.
Oleh sebab itu Anisa menuturkan bisnis es krim sayuran sangat menjanjikan. Itu terbukti pelanggan Anisa terus bertambah dari semula 20 konsumen menjadi 50 orang per hari. Kini Anisa meraup omzet rata-rata Rp10-juta per bulan dari hasil penjualan es krim sayuran. Jumlah itu melesat hingga 5 kali lipat ketika musim liburan seperti liburan Hari Raya Natal dan tahun baru.
Meski demikian perlu strategi khusus untuk mendongkrak penjualan. Apalagi produk es krim sayuran tergolong baru. Anisa biasanya menjelaskan terlebih dahulu khasiat sayuran yang menjadi bahan baku es krim. Ia juga memberikan sampel es krim kepada konsumen awam agar mengetahui rasanya. Konsumen yang ingin membeli harus memesan 3 hari sebelumnya. “Saya hanya melayani pelanggan yang sudah merasakan es krim sayuran buatan saya,” ujar alumnus Jurusan Hukum Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, itu. (Bondan Setyawan)
