Saturday, August 13, 2022

Sehat Berkat Serat

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Anita menyadari bahwa dirinya obesitas, ketika baju-bajunya terasa sempit. Ia mulai kehilangan rasa percaya diri. ‘Rasanya bentuk tubuh saya bulat sekali,’ katanya. Sebagai seorang ibu rumah tangga dengan beragam kesibukan, pola makannya seringkali tidak teratur. Tak jarang ia hanya makan sekali sehari. Selain itu, ibu 2 anak itu jarang sekali minum air putih. ‘Rasanya mual kalau minum air putih,’ kata Anita.

Karena sering di luar rumah. ‘Saya lebih banyak makan siang di restoran siap saji, biar praktis,’ ujar Anita. Makanan tidak sehat ditambah kurang minum membuat tubuhnya rentan terserang penyakit. Selain flu yang rutin menyambangi, Anita mengeluhkan saat itu buang air besarnya pun tidak lancar. Ia juga mudah lelah. ‘Baru jalan sedikit, badan sudah terasa lelah,’ ujarnya.

Hampir 1 dasawarsa ia mengalami obesitas, sampai pada satu hari ia ditawarkan untuk mengkonsumsi suplemen serat oleh temannya. Seminggu rutin minum seduhan suplemen serat sebagai pengganti makan malam, bobot turun 1 kg. Buang air besar pun lancar. Konsumsi pun dilanjutkan. Kini, setelah 2 tahun mengkonsumsi serat instan, bobot tubuhnya hanya 65 kg.

Serat

Lain lagi yang dialami oleh Poppy-nama samaran. Dari kecil tidak doyan menyantap sayuran. Akibatnya, gadis berusia 25 tahun itu kerap mengalami konstipasi alias sembelit. Puncaknya ia mengalami pendarahan saat buang air besar. Dokter yang memeriksa mengatakan Poppy kekurangan serat. Akibatnya, sistem pencernaan terganggu. Rekan kerjanya lalu menawarkan produk serat instan. Seminggu mengkonsumsi produk itu, keluhannya mulai berkurang.

Pengalaman Anita dan Poppy membuktikan jika serat penting bagi tubuh. Serat diperlukan untuk melancarkan proses pencernaan. Tingkat konsumsi serat masyarakat Indonesia memang masih sangat rendah: 10,5 g per kapita per hari. Angka itu sama dengan konsumsi serat masyarakat Amerika Serikat. Bandingkan dengan masyarakat Afrika yang mengkonsumsi serat sampai 70 g per kapita per hari. Idealnya asupan serat sebanyak 20-30 g per kapita per hari.

Menurut Prof Dr Ir Ali Khomsan MS, guru besar di Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Institut Pertanian Bogor (GMSK IPB), walaupun tidak mengandung zat gizi tapi serat diperlukan oleh tubuh. ‘Serat itu membantu melancarkan pencernaan dan berguna juga sebagai pengendali kolesterol,’ kata Ali. Ada dua macam serat, serat makanan dan serat kasar alias crude fiber. Serat kasar bagian dari pangan yang tidak bisa dihidrolisis.

Serat makanan adalah bagian dari pangan yang bisa dihidrolisis oleh enzim-enzim pencernaan. Serat makanan terdiri dari: pati, polisakarida, lignin, dan bagian tanaman lain. Beberapa karbohidrat tidak dapat dihidrolisis oleh enzim-enzim pencernaan pada manusia. Sisa yang tidak dicerna disebut serat kasar yang akan melewati saluran pencernaan dan dibuang dalam bentuk feses.

Supaya sehat dibutuhkan 20 g serat per kapita per hari. Masyarakat Indonesia memperoleh kandungan serat tertinggi dari beras. Sayang, serat pada beras kebanyakan terdapat pada kulit arinya, yang justru sudah terbuang dalam proses penggilingan. Oleh karena itu asupan serat bisa diperoleh dari sayuran dan buah. Satu buah apel misalnya, mengandung 2 gram serat. Jadi dibutuhkan 10 buah apel untuk memenuhi kebutuhan 20 g serat/hari. ‘Tidak mungkin kan kita mengkonsumsi 10 buah apel dalam sehari,’ kata Ali.

Peluang itu dilirik oleh para produsen makanan olahan. Muncullah produk-produk serat instan. Lebih dari 10 merek beredar di pasaran. Salah satunya ialah Nonicare Instant Cereal. Serat instan keluaran Diamond Interest itu terbuat dari campuran kedelai, gandum, Psyllium husk, spirulina, dan ekstrak mengkudu. Menurut Jaffet Haris, Support & Training Manager Diamond Interets, serat pada Nonicare Instant Cereal didapat dari gandum dan kedelai. Kedelai salah satu sumber serat terbaik. Dalam 100 gram kedelai terkandung 2 gram serat; serat pada gandum, sejak dulu diketahui sebagai pencegah sembelit.

Selain Nonicare Instant Cereal, ada juga Original Green Food alias OGF. OGF terdiri dari beragam bahan kaya serat seperti kedelai, brokoli, bayam, dan nanas. Total ada lebih dari 50 jenis sayuran dan buah-buahan yang terkandung di dalamnya. OGF mengandung serat larut dan tak larut, sehingga membuat feses lebih lunak. Selain itu, bahan-bahan yang terkandung di dalamnya pun mampu merangsang gerak peristaltik usus sehingga lebih mudah mengeluarkan feses.

PT Dunia Bintang Walet juga melirik peluang bisnis serat dengan memproduksi agar-agar. Agar-agar yang terbuat dari rumput laut salah satu sumber serat terbaik. Bandingkan saja, dalam 100 gram agar-agar terdapat 81,29% serat makanan. Wajar jika sejak 350 tahun silam, masyarakat Jepang mengenal agar-agar sebagai obat diare dan sulit buang air besar. Bahkan, kini Negeri Sakura itu mencantumkan agar-agar dalam daftar obat yang direkomendasikan lantaran dinilai sesuai standar. Kini, selain agar-agar, PT Dunia Bintang Walet juga memproduksi berbagai minuman mengandung agar-agar seperti capucino dan cokelat.

Menyerap racun

Mengapa serat begitu penting? Menurut Dr Otjoeng Handajanto, ahli terapi kolon di Bandung, serat merupakan ‘pegangan’ bagi usus agar mudah mengeluarkan kotoran. ‘Serat juga bermanfaat sebagai makanan bagi bakteri baik dalam usus,’ katanya. Konsumsi rendah serat meningkatkan produksi bakteri endotoksin (bakteri jahat) dan sebaliknya menurunkan persentase produksi lactobacillus (bakteri baik). Bila jumlah bakteri jahat dalam usus sangat tinggi, timbul berbagai penyakit, termasuk kanker.

‘Serat juga bersifat menyerap,’ kata pemilik klinik hidroterapi Florian itu. Artinya, semua racun-termasuk kolesterol-yang menempel di dinding usus diserap oleh serat. Bahkan peningkatan kadar gula pada penderita diabetes pun bisa ditekan oleh serat. Oleh karena itu serat amat dibutuhkan oleh penderita diabetes. ‘Tapi, fungsi serat yang utama adalah melancarkan sistem pencernaan,’ kata dokter lulusan Jerman itu.

Itulah sebabnya kurangnya asupan serat dicirikan dengan susah buang air besar. ‘Walaupun kesannya sepele, tapi sebetulnya hal itu sangat berbahaya,’ kata Otjoeng. Menurut Otjoeng, dalam sehari seseorang dapat menghabiskan 5 piring nasi sekaligus karena lambung bisa melar. Begitu pula dengan usus. Setiap kali diisi, lambung dan usus akan membesar dan memanjang.

Bayangkan jika dalam sehari sisa makanan dalam usus tidak dikeluarkan. Akibatnya, keesokan harinya saat makanan kembali masuk dalam tubuh, kondisi usus akan semakin besar dan panjang. Zat-zat racun yang seharusnya sudah dikeluarkan pun kembali diserap oleh usus dan diedarkan ke seluruh tubuh. Akibatnya, penyakit pun mudah menyerang.

Agar merangsang buang air besar, banyak yang memanfaatkan peran obat pencahar. Padahal hal itu tidak dianjurkan karena akan membuat dinding usus lemah. Bila itu terjadi akibatnya fatal. Usus malas melakukan gerak peristaltik yang berfungsi mendorong kotoran keluar. Lain lagi bila obat pencahar yang digunakan adalah alami. Efek negatifnya masih lebih ramah dibandingkan obat pencahar buatan. Karena itu, konsumsi serat sangat dianjurkan agar tetap sehat. (Lani Marliani)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img