Sunday, January 25, 2026

Serbagres di Zundert

Rekomendasi
- Advertisement -

Penggunaan mesin penghalau gulma dengan air panas tipe BioMant Aqua WS-Agro dapat dikombinasikan dengan traktor. (Dok. Mantis ULV-Sprühgeräte GmbH)

Beragam tanaman dan inovasi teranyar memikat pengunjung pameran tanaman hias dan taman, GrootGroenPlus 2018.

Trubus — Inovasi paling gres untuk mengatasi gulma atau tanaman pengganggu adalah menyemprotkan air panas. Produsen di Jerman, Mantis ULV-Sprühgeräte GmbH, mengandalkan air panas bersuhu 99,5°C untuk mengatasi gulma. Nama peranti itu BioMant Aqua. Air panas menghancurkan struktur sel tanaman dan mematikan bagian atas tanaman. Perlakuan berulang-ulang membuat pertumbuhan tanaman melambat dan akhirnya mati.

Metode penggunaan air panas untuk mengatasi gulma terbukti efektif secara ilmiah. Hasil penelitian P. Kristoffersen, A. M. Rask, dan S.U. Larsen dari University of Copenhagen, Denmark, menyimpulkan frekuensi metode penggunaan air panas lebih rendah. Dengan peranti mutakhir itu pekebun hanya 4 kali menyemprot gulma setahun. Gulma salah satu momok bagi pemilik nurseri tanaman hias dan taman di Belanda.

GrootGroenPlus 2018 menampilkan beragam produk industri nurseri tanaman berkualitas. (Dok. Alicja Cecot/podoslonami.pl)

Beragam acara

Kehadiran gulma mengurangi kualitas tanaman di nurseri karena muncul persaingan memperebutkan nutrisi, sinar matahari, dan air. Lazimnya para pekebun memanfaatkan herbisida untuk mengatasi tanaman pengganggu itu. Sayangnya penggunaan herbisida tidak ramah lingkungan lantaran mengandung bahan kimia. Atas dasar itulah produsen alat penyemprotan bervolume ultrarendah atau ultra low volume (ULV) itu menciptakan Biomant Aqua.

Selain itu, jumlah gulma pun berkurang signifikan dibandingkan dengan metode termal dan mekanik lainnya. Efektif, aman, dan ramah lingkungan beberapa keuntungan menggunakan BioMant Aqua. Oleh sebab itu, nurseri yang menerapkan budidaya organik dan fokus pada aspek keberlanjutan (sustainability) sangat cocok menggunakan peranti BioMant Aqua.

Ragam tanaman baru menyambut pengunjung di pintu masuk pameran GrootGroenPlus 2018. (Dok. GrootGroenPlus 2018)

Tidak hanya pada industri tanaman hias dan taman, pemanfaatan alat yang diproduksi perusahaan asal Geesthacht, Schleswig-Holstein, Jerman, itu juga berfaedah untuk budidaya sayuran organik. Artinya BioMant Aqua bermanfaat di berbagai bidang. Jadi wajar stan Mantis ULV-Sprühgeräte GmbH relatif ramai pengunjung saat berpartisipasi dalam pameran tanaman taman dan hias GrootGroenPlus 2018 di Zundert, North Brabant, Belanda.

Perusahaan yang berdiri sejak 1975 itu salah satu dari sekitar 270 nurseri tanaman dan perusahaan produsen peralatan nurseri yang menampilkan beragam produk berkualitas seperti tanaman taman, hias, hutan, semak, florikultur, konifer, buah, dan alat mesin nurseri teranyar. Peserta dan pengunjung pameran berasal dari mancanegara seperti Belgia, Jerman, Inggris, Polandia, Amerika Serikat, dan Rusia.

Mengatasi gulma dengan air panas terbukti lebih efektif dan ramah lingkungan. (Dok. Mantis ULV-Sprühgeräte GmbH)

Pameran tanaman di kota kelahiran pelukis terkenal Belanda, Vincent Willem van Gogh, itu juga menampilkan 16 tanaman taman terbaru. Juri dari Koninklijke Vereniging voor Boskoopse Culturen (KVBC) menetapkan delapan tanaman baru terbaik yang masing-masing mendapat medali emas, perak, dan perunggu (baca: Tanaman Anyar Manjakan Mata, hal 60—61).

Panitia GrootGroenPlus 2018 melalui chief executive officer (CEO) All Round Communication, Frank van Suchtelen, mengundang sekitar 30 jurnalis dari berbagai negara di Eropa agar acara itu tersiar luas. Pada 4 Oktober 2018 para jurnalis berkunjung ke beberapa nurseri di sekitar Zundert (baca: Tanaman Andalan Pasok Pasar, hal 62—63). Kehadiran BioMant Aqua memperteguh tema GrootGroenPlus 2018 yaitu The Future=Green. Artinya produk dan inovasi yang ramah lingkungan makin diperlukan demi masa depan yang lebih baik.

Pot berbahan kertas daur ulang milik
Elburg-Smit B.V. (Dok. Alicja Cecot)

Hijau

Ketua GrootGroenPlus, David Bömer, menyatakan tema pameran acara yang memasuki tahun ke-28 pada 2018 itu memiliki artikulasi kuat. “Tugas kita menciptakan masa depan yang membantu kita menjadi dan tetap peduli dengan lingkungan hijau,” kata David. Perusahaan asal Jerman lainnya, Pöppelmann GmbH & Co. KG Kunststoffwerk-Werkzeugbau, menampilkan pot tanaman berbahan plastik daur ulang yang ramah lingkungan.

Pot tanaman berbahan plastik daur ulang yang ramah lingkungan kreasi Pöppelmann GmbH & Co. KG Kunststoffwerk- Werkzeugbau. (Dok. Pöppelmann GmbH & Co. KG Kunststoffwerk- Werkzeugbau)

Sementara perusahaan asal Belanda, Elburg-Smit B.V., memproduksi label dan pot berbahan kertas daur ulang. Kertas yang digunakan pun tersertifikasi ramah lingkungan karena bukan berasal dari kayu hasil pembalakan liar. Produk lain yang mendukung terciptanya lingkungan hijau yaitu matras tanaman (plant mats) siap pakai kreasi Covergreen®. Perusahaan asal Holten, Overijssel, Belanda, itu memiliki beragam jenis matras tanaman seperti Vinca minor dan Hedera sp.

Dengan produk itu halaman atau atap rumah konsumen hijau seketika. Tanpa mesti menunggu tanaman tumbuh besar dan rimbun yang memerlukan waktu hingga 2 tahun. Penghijauan dengan matras tanaman lebih efektif serta menghemat biaya dan waktu.

Perawatan pun mudah. Konsumen hanya memotong ranting tanaman yang melewati batas serta membersihkannya dari gulma. Kehadiran semua produk hijau itu membuktikan masa depan dunia bergantung pada inovasi ramah lingkungan sesuai tema GrootGroenPlus, The Future=Green.

Stan Terbaik

Selain menghadirkan produk dan inovasi industri nurseri tanaman, GrootGroenPlus 2018, pun menganugerahkan 3 penghargaan bergengsi kepada para peserta pameran. Perusahaan produsen label dan kemasan untuk produk hortikultura, Elburg-Smit B.V., merasa terhormat mendapatkan penghargaan Jan van Dongen Award sebagai stan pemasok terbaik (best supplier stand). Perusahaan pemiliki 95 karyawan itu mengalahkan dua pesaingnya, Klasmann-Deilmann Benelux dan Designstar.

Stan milik Elburg-Smit B.V. meraih penghargaan Jan van Dongen Award sebagai stan pemasok terbaik (best supplier stand) pada acara GrootGroenPlus 2018. (Dok. GrootGroenPlus 2018)

Didominasi warna putih, stan milik perusahaan yang berkantor pusat di Sassenheim, South Holland, Belanda, itu terkesan sederhana, tapi elegan. Penampilan stan itu makin sempurna karena menampilkan beragam label dan kemasan untuk produk hortikultura seperti tanaman hias dan bunga. Itulah sebabnya banyak pengunjung pameran yang mampir ke stan bernomor R102 itu. Tim juri tertarik dengan desain dan kreativitas stan milik Elburg-Smit B.V. Para juri juga memuji faktor keberlanjutan pada produk yang ditampilkan perusahaan yang berdiri pada 1934 itu.

Konsep stan Elburg-Smit B.V. pun dinilai sesuai dengan tema GrootGroenPlus 2018 yakni The Future=Green. Anggota staf pemasaran Elburg-Smit B.V., Linda van den Berg, sangat bangga memperoleh penghargaan Jan van Dongen Award. Penghargaan lainnya adalah Jac Lodders Awards yang diraih Herplant BVBA. Juri menobatkan penerima penghargaan yang mengambil nama salah satu pemilik nuseri senior di Zundert itu sebagai stan hijau terbaik (best green stand).

Tim penilai menyatakan sangat mengapresiasi kerja keras Didier Hermans—pemilik Herplant BVBA—lantaran berani menghadirkan tren buxus masa depan yang toleran perubahan iklim (Baca Trubus edisi Desember 2018 halaman 16—18). Padahal tren buxus tidak sebagus tanaman hias lainnya. Penghargaan prestisius lainnya yaitu Zunderts Groen Imago Prijs.

Nurseri tanaman Roelands Boomkwekerijen berhak atas gelar bergengsi itu karena memperhatikan generasi muda untuk terlibat di industri nurseri. Gelar itu juga bukti perusahaan berpengalaman 25 tahun dalam indutri nurseri itu sukses mempromosikan Zundert sebagai wilayah hijau. (Riefza Vebriansyah)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img