
Tepat memasang twiter mampu mengundang burung walet menetap.

Belitung, Willy. (Dok. Trubus)
Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah kisah pemilik rumah walet di Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, Tommy (bukan nama sebenarnya). Musababnya si liur emas enggan menginap di bangunan yang telah disiapkan. Tommy bukan berpangku tangan mengharap kawanan walet datang. Ia memasang hingga 80 twiter di ruang inap seukuran 4 meter x 5 meter.
Tommy beranggapan jumlah tweeter identik dengan jumlah sarang walet, sehingga rela merogoh kocek dalam demi hasil optimal. Menurut praktikus walet di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Willy, asumsi itu tidak tepat. Jumlah twiter tidak identik dengan jumlah sarang walet, melainkan identik dengan penataan tepat. “Jarak antartwiter terlalu rapat, arahnya pun tak beraturan,” kata Willy.
Suara alami
Akibat salah memasang twiter, maka impian panen sarang walet tak pernah terwujud. Burung walet enggan masuk ke rumah. Modal pun tak kembali. Menurut Willy hal utama dalam memasang twiter adalah suara jelas. “Pemasangan tidak tepat membuat suara berantakan,” kata Willy.
Beberapa faktor yang mempengaruhi suara, antara lain kualitas twiter dan letak pemasangan twiter. Menurut Willy pada kasus Tommy kualitas twiter yang dipakai pun bukan diperuntukan untuk rumah walet. Dampakya hasilnya tidak optimal. “Pelantang untuk mobil kurang optimal jika digunakan sebagai twiter inap di gedung walet,” kata Willy. Menurut praktikus walet di Jakarta Utara, Peter John, twiter bagus dapat menghasilkan suara semirip mungkin dengan suara alami walet.

Menurut Willy pemasangan twiter tepat mengahasilkan suara jelas. Caranya memasang twiter harus searah. Suara diarahkan ke tempat masuk walet. Pemasangan twiter saling berhadapan mengakibatkan suara bertubrukan sehingga suaranya tidak jelas. Beberapa kesalahan lain yang kerap dilakukan pemula yakni memasang twiter menengadah dan menghadap ke lantai. Hal itu menyebabkan distribusi suara tidak menyebar rata.
Willy mengatakan, untuk 1 blok ruang inap 4 meter x 5 meter cukup memasang 14 twiter. Jarak antarpapan sirip rata-rata 40 cm. Setiap 4 twiter berderet di samping kanan, kiri, dan tengah ruangan. Jarak dari tepi samping kurang lebih 30 cm. Pada sudut ruangan pun dipasang 2 twitter posisinya sedikit diserongkan 45 derajat. Tujuannya agar distribusi suara merata. Twiter lainnya bisa dipasang lurus menghadap sumber masuk burung dengan jeda 2 atau 3 papan sirip berturut-turut.
Pria 43 tahun itu mengatakan, untuk deretan tengah bisa juga menggunakan twiter berwarna putih. Musababnya warna putih pada twiter mengandung fosfor, sehingga sedikit menyala dalam gelap. Harap mafhum, gedung walet dikondisikan gelap. Warna putih bertujuan untuk memandu burung pada malam hari. Menurut Willy jika distribusi suara bagus walet tidak akan bergerombol di suatu tempat.
Distribusi suara yang apik atau suara menyebar seimbang menyebabkan penyebaran walet akan merata di ruangan. Untuk mengetahui hal, itu peternak dapat mengecek distribusi kotoran burung. “Penyeberan walet bisa dilihat dari penyebaran kotorannya, jika merata berarti penyebaran suara sudah bagus,” kata alumnus Jurusan Komputerisasi Akuntansi, Universitas Bina Nusantara, itu.
Tepat

lubang masuk, agar distribusi suara merata
Menurut Willy peternak sebaiknya memilih jenis twiter di ruang inap dengan suara yang paling lembut. Kiat lain memasang twiter di bawah papan sirip. Memasang sejajar dengan papan sirip menyebabkan suara memantul dan tidak terdistribusi sempurna. Jika walet senang dengan lagu yang diputar pasti segera membuat sarang di sekitar sumber suara.
Willy mencotohkan, bekas rumah tinggal pun bisa dimodifikasi menjadi gedung walet. Kuncinya tepat memasang twiter. “Bagi gedung walet baru mengundang dengan suara penting,” katanya. Gedung walet baru yang berdekatan dengan perumahan pun bisa menghasilkan sarang. Pada kasus gedung walet milik Tommy setelah dibenahi hasilnya lebih baik. Beberapa pasang walet menginap dan membuat sarang.
Oleh karena itu, peletakan twiter amat menunjang keberhasilan rumah walet. Menurut Willy faktor lingkungan pun berperan. Meskipun twiter sudah tepat ada kalanya musim sepi burung enggan menginap. Hal itu biasanya terjadi saat musim kemarau. Namun, itulah waktu tepat untuk berbenah memperbaiki gedung. Bagaimana saat musim hujan? Pada musim hujan pakan relatif tersedia. Laron saat musim hujan mangsa empuk si liur emas. Willy juga menganjurkan menanam pohon di sekitar gedung walet. Tujuannya agar pakan alami tersedia. Jika pakan tersedia populasi pun stabil. Saat itulah waktu tepat memikat walet dengan suara. (Muhamad Fajar Ramadhan)
