
Cara tepat mengendalikan jamur di rumah walet.
Trubus — Populasi walet yang bermain di gedung walet milik Chandra sebetulnya relatif banyak. Namun, walet yang membuat sarang di papan sirip amat terbatas. Jika membuat sarang pun berwarna kuning. Peternak walet di Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara, itu penasaran. Chandra mengusap papan sirip kosong yang enggan ditempati rumah waletnya. Ia merasakan tekstur kasar karena ada butiran berwarna abu-abu.

Chandra baru menyadari gedung walet miliknya terserang jamur. Menurut praktikus walet di Jakarta, Harry Wijaya, serangan jamur momok bagi pemilik rumah walet. Akibat serangannya produksi turun 70—80%. Celakanya acap kali gejala serangan tak tampak. Kondisi rumah walet gelap menyebabkan sulit mendeteksi jamur di papan sirip. Saat walet membuat sarang, jamur menempel di paruh walet sehingga tidak nyaman dan enggan bersarang.
Ruang lembap
Menurut Harry kehadiran jamur di rumah walet karena kelembapan tinggi. Jika rumah walet bertingkat, 2 lantai terbawah paling rentan terserang jamur. Kondisi terparah saat papan sirip menghitam karena jamur. Menurut praktikus walet di Manggar, Provinsi Bangka Belitung, Willy, penyebab jamur karena menggunakan potongan kayu tanpa menyugu atau membuang lapisan kulit luar potongan kayu.

Selain itu kelembapan tinggi mencapai 100% merangsang pertumbuhan cendawan. Pemilik gedung walet lazim membersihkan jamur menggunakan alkohol atau spiritus. Kemudian memperbaiki ventilasi dengan menjaga intensitas cahaya tetap rendah. Menurut Harry membakar jamur hanya menghilangkan jamur sementara. Jamur masih bisa tumbuh karena pembakaran hanya pada permukaan sirip. Risiko lainnya menyebabkan walet juga pergi. Adapun mengganti papan sirip menghasilkan aroma berbeda. Belum tentu walet kembali bersarang.

Cara lainnya menggunakan antijamur berbahan ramah lingkungan. Menurut Harry proses pembuatan antijamur mirip ragi. Penggunaan antijamur kreasi Harry cukup mudah. Peternak walet tinggal melarutkan 1 liter cairan antijamur dalam 8 liter air bersih, aduk rata, dan mengoleskannya di papan sirip menggunakan kuas. Formula itu cukup untung ruangan rata-rata 5 m x 20 m. Jamur akan rontok, sebagian menempel pada kuas.
Sarang putih

Kemudian cuci kuas dengan air bersih, lalu kembali bersihkan papan sirip menggunakan antijamur hingga bersih. Kelebihan lain antijamur itu mengandung aroma yang mengundang walet. Setelah penggunaan antijamur walet kembali bersarang. Harry mengatakan, setelah aplikasi antijamur, periode tumbuh kembali jamur tahunan. Sebab, ada bahan aktif yang membuat kayu menjadi tahan jamur.
Mekanisme kerja cairan antijamur itu seperti air dan daun talas. Perbedaan bobot jenis menyebabkan air tidak tertahan di papan sirip. Penggunannya pun aman dan tidak memberikan efek samping bagi pekerja. Kiat lainnya dengan memperbaiki ventilasi ruangan agar tidak terlalu lembap. Kelembapan di atas 90% merangsang pertumbuhan jamur. Perhatikan pula sinar matahari agar tidak masuk ke ruangan. (Muhamad Fajar Ramadhan)
