Sunday, August 14, 2022

Sertifikat Bukti Sahih Organik

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Pekebun berlahan sempit berpeluang mendapatkan sertifikasi organik melalui sistem penjaminan partisipatif atau participatory guarantee system (PGS). (foto : dok. Trubus)

TRUBUS — Pelaku bisnis organik memerlukan sertifikasi agar produsen dan konsumen meyakini produk yang diperjualbelikan organik.

Perjuangan Ari Setio Bowo, S.Hut., bersama Kelompok Tani Tunas Cikunang selama 10 bulan demi mendapatkan sertifikat organik berbuah manis. Kelompok tani binaan Ari itu memperoleh sertifikat organik dari lembaga sertifikasi pangan organik di Kota Bogor, Jawa Barat, pada Agustus 2020. Kelompok Tani Tunas Cikunang membudidayakan kopi arabika di lahan sekitar 20 hektare. Namun, hanya kebun kopi seluas 1,02 hektare yang tersertifikasi organik.

Sisanya tidak memenuhi syarat kriteria organik. ”Salah satu syaratnya yaitu tidak ada penggunaan pupuk dan pestisida kimia di lahan selama 3—4 tahun,” kata Ari. Para anggota kelompok tani lah yang menentukan lahan yang mungkin memenuhi syarat organik. Sebelumnya Ari memberi tahu para anggota kelompok tani kriteria lahan yang bisa mendapatkan sertifikat organik setelah berkunjung ke kantor lembaga sertifikat pangan organik.

Sertifikasi diperlukan

Setelah lahan ditentukan, Ari pun mendaftarkan kelompok tani yang berlokasi di Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, itu ke lembaga sertifikasi pada Oktober 2019. Berselang sebulan, tim penilai dari lembaga sertifikasi mengunjungi kebun. Tim penilai menyampaikan beberapa hal yang harus dilengkapi seperti surat tanda kerja sama dengan Perhutani untuk pengelolaan lahan.

Kebun kopi yang disertifikasi berada di area Perhutani. Perlu waktu beberapa bulan bagi kelompok tani untuk memenuhi permintaan tim penilai. Setelah semua syarat terpenuhi, lembaga sertifikasi itu bersidang dan memutuskan lahan seluas 1,02 ha milik Budhi Purwanto dari Kelompok Tani Tunas Cikunang berhak menerima sertifikat organik. “Sebetulnya pengurusan sertifikat bisa lebih cepat. Tergantung kesiapan kita,” kata Ari. Waktu yang diperlukan untuk mengantongi sertifikat organik berbeda. Tergantung dari lokasi kebun dan komoditas yang diusahakan.

Quality Manager Controller Organic Produsen & Exporter PT Profil Mitra Abadi (PMA), Elsje Mansula, memerlukan waktu setahun untuk menerima sertifikat organik pada produk gula kelapa organik. Hal itu ia sampaikan ketika menjadi narasumber gelar wicara (talkshow) yang menjadi rangkaian acara Healthy Living Expo. Harap mafhum Elsje bekerja sama dengan para pekebun di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Biji kopi mentah atau green coffee beans produksi Kelompok Tani Tunas Cikunang yang bersertifikat organik. (foto : Koleksi Ari Setio Bowo)

“Sirkulasi produksi betul-betul memerlukan waktu setahun,” kata perempuan yang juga menjalin mitra dengan sekitar 4.500 petani kelapa di Jawa Tengah itu. Sertifikat organik menjamin produk-produk yang ia jual benar-benar organik. Sebelum membeli, konsumen juga mesti memastikan apakah suatu produk itu organik atau bukan.

Tiga model

Produk organik ditandai dengan adanya logo organik pada kemasan dan sertifikat organik. Operation Manager Biocert Southeast Asia&Pacific, J. Indro Surono, mengatakan, sertifikasi organik merupakan penghubung kepercayaan antara produsen dan konsumen. Ada 3 model penjaminan produk organik. Yang pertama penjaminan dari pihak pertama yakni petani. Kedua dari pihak kedua yaitu pedagang, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan pemerintah. Penjaminan pihak ketiga adalah lembaga sertifikasi seperti yang dilakukan Ari dan Elsje.

“Ada juga model sistem penjaminan partisipatif atau participatory guarantee system (PGS),” kata Indro saat menjadi narasumber gelar wicara (talkshow) yang menjadi rangkaian acara Healthy Living Expo pada April 2021. Pihak-pihak yang melakukan penjaminan pada sistem PGS yaitu petani, konsumen, LSM, dan pemerintah daerah. Sasaran pasar sistem PGS condong ke lokal atau nasional. Di Indonesia ada Aliansi Organik Indonesia (AOI) yang mengeluarkan penjaminan mutu organik (Pamor).

Direktur Aliansi Organis Indonesia (AOI), Pius Mulyono, mengatakan ada 12 unit Pamor yang difasilitasi AOI. Pamor Indonesia menjadi bagian dari gerakan pertanian organik yang diinisasi oleh The International Federation of Organic Agriculture Movements (IFOAM). Selain standar IFOAM, SNI 6729:2016 pun menjadi standar penilaian PAMOR.

Menurut Direktur PT Lingkar Organik Indonesia, Mateus Kristyanto, proses penjaminan Pamor simpel. Alasannya karena penjaminannya diserahkan ke unit Pamor dan dibebaskan untuk membentuk suatu sistem. Lebih lanjut ia menuturkan PGS lebih cocok diaplikasikan di Indonesia karena petani kita cenderung kelas menengah ke bawah. PGS bisa memfasilitasi petani berlahan minim untuk mendapatkan pengakuan organik. Namun, jangan anggap PGS sebagai jalan pintas untuk menyebut suatu produk organik. Musababnya ada acuan SNI dan lainnya yang harus dipenuhi sebagai panduan produksi. (Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img