Friday, December 9, 2022

Sesuai Syarat Silakan Masuk

Rekomendasi

Kerja keras tujuh bulan, ditentukan dalam 30 menit.

 

Di depan bangunan itu Andi Bunyamin menunggu dengan gelisah. Di dalam bangunan itu hasil jerih payahnya selama tujuh bulan tengah dipertaruhkan. Tiga puluh menit berlalu, keluar seorang petugas berseragam biru sambil membawa secarik kertas. Andi menerima dengan cemas, “Saya takut kalau tidak diterima,” kenangnya.

Perasaan cemas dengan cepat beralih menjadi lega. Di kertas itu tertulis singkong dari kebun di Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, lolos seleksi masuk pabrik pengolahan keripik berskala nasional itu. Kualitas umbi bagus dan Andi mendapat harga tinggi.

Waktu penting

Andi menjalani proses itu setiap kali hendak mengirim umbi Manihot esculenta ke pabrik. Namun, pengalaman pertama pada pertengahan September 2009 tetap membekas. Mula-mula ketua Kelompok Tani Singkong Manggu itu memanen 5 ton umbi dan memasukkan ke dalam dua buah mobil. Andi membawa umbi segar belum kupas itu ke kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Di lokasi pabrik pengolahan keripik itu petugas penguji menghampiri mobil dan mengambil 10 kg singkong. Hasil uji penggorengan umbi itulah yang dituliskan dalam secarik kertas yang dibawa petugas berbaju biru. Sekarang setiap minggu Andi rata-rata 4 kali memasok pabrik itu. Pengalaman selama hampir 2,5 tahun membuat ia hapal spesifikasi bahan baku yang dibutuhan. (lihat ilustrasi)

“Yang paling penting waktu panen,” kata pekebun singkong sejak 10 tahun lalu itu. Pekebun memanen umbi dari tanaman berumur 6-8 bulan pascatanam. Kurang dari 6 bulan atau lebih dari 8 bulan, mesin pabrik bisa mendeteksi salah panen itu. Pekebun yang tidak patuh gagal memasok pabrik.

Petugas lapang PT Indofood Sukses Makmur di Semarang, Jawa Tengah, Januartono, menuturkan umur panen sangat menentukan kualitas singkong. “Kalau kurang dari persyaratan umur panen biasanya produk keripik mudah melengkung. Jika lebih, umbi  singkong ngayu (mengeras, red),” tuturnya.

Yana Hawi Arifin, pemilik olahan keripik singkong Karuhun di Bandung, Provinsi Jawa Barat, menggunakan umbi dari tanaman berumur 9-12 bulan. Sementara keripik singkong merek Maicih, juga di Bandung, Jawa Barat, mengolah umbi dari tanaman yang dipanen umur 6-7 bulan pascatanam. “Kalau umur panen kurang biasanya rasa keripik menjadi pahit, sedangkan kalau umur lebih rasa menjadi agak hambar. Selain itu tekstur keripik menjadi kurang renyah” tutur Arie Kurniadi, manajer produksi keripik Maicih.

Umbi putih

Peneliti singkong dari Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi), Malang, Jawa Timur, Kartika Noerwijati, SP, MSi, menuturkan ubikayu untuk keripik idealnya dipanen saat tanaman berumur 7-9 bulan. “Bobot umbi memang meningkat seiring bertambahnya umur tanaman, tapi kadar pati cenderung stabil pada umur tanaman 8-9 bulan,” tuturnya. Industri keripik membutuhkan singkong dengan kadar pati 23-25%.

Selain umur panen, industri juga mensyaratkan diameter umbi dan varietas. Karuhun dan Maicih membutuhkan umbi berdiameter minimal 3 cm. Indofood membutuhkan umbi berdiameter 5-8 cm. Jenis singkong yang diminta pabrik keripik mayoritas berdaging putih. Menurut Kartika Noerwijati, warna  umbi putih menghasilkan keripik dengan penampilannya bersih.

“Umbi kuning penampilan keripiknya kurang menarik. Keripik dari singkong berdaging kuning dikira menggunakan pewarna,” kata Kartika. Ketika keripik diberi bumbu tambahan pun penampilannya bagus. Varietas yang memenuhi kebutuhan itu misalnya manggu, ketan, wulung, dan kadapo (baca: Satu Umbi Banyak Pilihan halaman 34-35). Tentukan pasar, pilih varietas, dan panen tepat waktu. Itu kunci ubikayu lolos ke pabrik. (Bondan Setyawan/Peliput: Argohartono Arie Raharjo dan Riefza Vebriansyah)

 

  1. Kartika Noerwijati, SP, MSi, “Olahan singkong untuk pangan sangat beragam, mulai dari keripik, kue brownies, tape, tepung tapioka”
  2. Pasar singkong menghendaki umbi manggu berdiameter  rata-rata 5 cm
  3. Andi Bunyamin, “Umur panen singkong sangat menentukan diterima tidaknya umbi oleh pabrik keripik”
  4. Pengemasan keripik singkong skala industri
Previous articleAdu Domba Parasit
Next articleBeda Pasar Lain Jenis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Keunggulan Kapal Canggih Penebar Pakan Ikan

Trubus.id — Kapal penebar pakan ikan bisa menjadi alternatif para pembudidaya yang memelihara ikan di tambak yang luas. Salah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img