Sunday, November 27, 2022

Adu Domba Parasit

Rekomendasi

Benalu berpotensi sebagai antitumor dan antikankerDi tubuh, tumor tak ubahnya parasit. Benalu yang juga parasit manjur mengatasinya.

 

Semula Endang Rosita-bukan nama sebenarnya-menduga sakit kepala yang ia derita pada 1999 itu hanya pusing biasa. Namun, lama-kelamaan rasa sakit itu semakin kuat. Perempuan 51 tahun itu pun memutuskan untuk berobat ke dokter. Dokter lalu memindai kepala Endang menggunakan computed tomography (CT) scan. Hasil diagnosis dokter  menyebutkan tidak ada penyakit berbahaya di tubuh Endang. Oleh karena itu dokter hanya memberikan obat penghilang pusing.

Meski sudah mengonsumsi obat, rasa pusing tak jua berkurang. Kondisi Endang malah memburuk. Rasa nyeri menjalar ke mulut dan dagu. “Bibir terasa seperti berkedut,” ujarnya. Pada 2002 ia memeriksakan diri ke sebuah rumahsakit di Jakarta. Dokter menyarankan Endang menjalani tes MRI (Magnetic Resonance Imaging). Hasil tes sungguh mengejutkan. Pada kepalanya terdeteksi tumor yang bersarang di saraf akustik.

Neuroma akustik

Menurut dokter dan juga herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Paulus Wahyudi Halim, tumor saraf akustik atau neuroma akustik merupakan tumor yang tumbuh di saraf pendengaran. “Akibatnya saraf ke-8 dari 12 saraf otak mengalami gangguan,” ujar dokter ahli bedah alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu.

Jika sudah enam tahun bisa menyebabkan tuli dan  berujung pada kematian. Meski tergolong tumor jinak, tetapi neuroma akustik dapat berakibat fatal jika tidak segera diatasi. Tumor itu tumbuh di tempurung kepala yang beruang sempit sehingga menyebabkan terjadinya tekanan di otak. “Tekanan di jaringan otak dan sekitarnya menimbulkan gangguan pada organ lain,” ujarnya.

Neuroma akustik secara medis susah ditangani karena butuh saluran untuk masuk ke saluran tulang yang sangat sensitif. Salah satu penyebab tumor saraf akustik karena penggunaan alat elektronik yang memancarkan radiasi seperti telepon genggam. “Radiasi telepon genggam menyebabkan pertumbuhan tumor di rongga kepala terpacu,” kata Paulus.

Dokter menyarankan Endang segera menjalani operasi. Namun, operasi itu berisiko tinggi berujung kematian. “Jika sel tumor dibersihkan sama sekali saraf bisa putus dan berakibat fatal,” kata suami Endang menirukan ucapan dokter. Ia pun menolak operasi dan lebih memilih membawa istrinya berobat ke Singapura.  Di negeri Singa Endang menjalani terapi tembak laser untuk mematikan sel tumor.

Dalam 2 pekan ia melakukan tembak laser 10 kali. Baru sepekan menjalani terapi, ibu satu anak itu merasakan efek samping seperti rambut rontok, muntah, dan mual. Endang menjalani pengobatan di Singapura selama 2 tahun. Namun, kondisi Endang tak jua membaik. Ia masih kerap mengeluh sakit kepala. Pada 2008 Endang akhirnya memilih bersandar pada pengobatan herbal ke dr Paulus.

Untuk mengatasinya, Paulus memberikan ramuan berupa aneka jenis benalu seperti benalu teh, benalu randu, benalu langsat, benalu sonokeling, benalu rambutan, mangga, dan jeruk bali. Ia mengombinasikan ramuan benalu itu dengan  rimpang kunyit putih, daun tapak dara, sambiloto, meniran, buah mahkota dewa, dan umbi daun dewa. “Kombinasi herbal itu diharapkan dapat bersinergi sehingga mengoptimalkan proses penyembuhan,” ujarnya.

Kombinasi

Endang merebus ramuan itu dalam 4 gelas air hingga tersisa 1,5 gelas. Ia menyaring ramuan itu dan meminumnya 3 kali sehari.  Pada hari kedua ia merebus kembali ampas dalam 5 gelas air hingga tersisa 1,5 gelas. Pada hari ketiga rebus ramuan baru, begitu seterusnya. Endang juga mengonsumsi ekstrak jamur ling zhi dalam bentuk tablet.

“Ling zhi mengaktifkan sel makrofag yang bersifat fagositosis dengan memakan sel jahat, termasuk bakteri dan sel tumor,” kata Paulus. Khasiat herbal memang berlangsung lambat. Setelah 2 tahun mengonsumsi, Endang  baru merasakan faedahnya. Tumor di kepalanya mengecil. Kondisinya juga berangsur membaik, mata kembali fokus, pusing berkurang, dan bentuk wajah kembali simetris. Bicaranya juga kembali lancar, pendengaran membaik, dan bisa menoleh ke kanan. Aktivitas itu sebelumnya sulit dilakukan.

Paulus menuturkan benalu berperan menghambat pertumbuhan sel tumor dan kanker. Kunyit putih juga berperan antitumor. Sementara sambiloto meningkatkan sistem kekebalan tubuh (imunomodulator). Untuk mempercepat penyembuhan ditopang kulit manggis sebagai sumber antioksidan tinggi.

Efek benalu sebagai antitumor sejalan dengan riset Dra Turrini Yudiarti MSc di Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Periset itu menguji benalu teh secara praklinis. Hasil penelitian menunjukkan daun dan ranting benalu teh Scurrula junghunii  dan Scurrula oortiana mampu meningkatkan kepekaan sel tumor fibrosarcoma-tumor ganas pada jaringan ikat dan kolagen-terhadap serangan molekul TNFa yang dilepas sel kekebalan tubuh seperti makrofag dan sel T.

Ekstrak ranting Scurrula junghunii dan Scurrula oortiana memiliki LD50 lebih kecil dari dari ekstrak daun. Itu artinya ekstrak ranting lebih kuat meningkatkan kepekaan sel tumor fibrosarcoma terhadap serangan molekul TNFa. Benalu duku juga berefek antikanker. Hasil penelitian Nina Artanti dan rekan-rekan periset di Pusat Penelitian Kimia LIPI Serpong, menunjukkan fraksi heksan, kloroform, dan butanol benalu duku mampu mematikan separuh sel kanker leukemia pada konsentrasi masing-masing 12 ppm, 22,6 ppm, dan 21,4 ppm.

Nina menduga senyawa yang bersifat antikanker dalam benalu duku adalah flavon yang berikatan dengan gula dan yang tidak berikatan dengan gula. Senyawa itu kemungkinan juga terkandung pada spesies benalu dan inang lain. Hingga kini Endang masih rutin mengonsumsi kumis kucing, ekstrak jamur ling zhi, dan kulit manggis sehari sekali agar kondisi tubuhnya tetap stabil. Ketika sang parasit berpadu dengan herbal lain, tumor yang mengancam jiwa Endang pun takluk.  (Desi Sayyidati Rahimah)


  1. Benalu berpotensi sebagai antitumor dan antikanker
  2. Jamur ling zhi mengaktifkan sel makrofag yang bersifat fagositosis
  3. Dr Paulus Wahyudi Halim, “Kombinasi memunculkan keharmonisan herbal yang bersifat sinergis”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img