Monday, August 15, 2022

Siasat Cepat Biakkan Nilam

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Herdi Waluyo, kualitas setek pucuk lebih unggul daripada setek batangTeknik baru perbanyakan nilam dengan setek pucuk, lebih cepat tumbuh dan produktif.

Nilam hasil perbanyakan dengan setek pucuk lebih cepat tumbuhPucuk setinggi 5 cm untuk perbanyakanDeretan rumpun nilam setinggi 40 cm dan berdaun lebat itu begitu menggembirakan Aris Rimbo, pemilik lahan. Pekebun di Desa Cikored, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu memang baru menguji coba 100 tanaman. Melihat pertumbuhan tanaman anggota famili Lamiaceae berumur 2 bulan itu yang seragam, Aris berencana memperluas penanaman di lahan 0,5 ha.

Bibit yang ia gunakan bukan setek batang  seperti kelaziman selama ini,  tetapi pucuk setinggi 5 cm. Aris memperoleh bibit setek pucuk dari Herdi Waluyo, penyuling nilam di Bandung, Jawa Barat. Herdi memilih pucuk dari tanaman yang benar-benar sehat dengan ciri tanaman segar dan batang kokoh, tinggi tanaman minimal 10-15 cm, dan umur minimal 1-1,5 bulan. Pada pengambilan perdana, ia hanya memetik 1 pucuk dari sebuah tanaman. Sebab, saat itu sebuah tanaman memang hanya memiliki sebuah pucuk.

Cepat pulih

Menurut Herdi, induk yang diambil pucuknya memang tak langsung dapat dipanen daun untuk penyulingan. Namun, sepekan kemudian, di bekas potongan pucuk akan tumbuh tunas baru yang lebih banyak. Ketika itulah pekebun dapat menuai batang plus daun untuk penyulingan atau kembali diambil pucuk untuk perbanyakan. Itu lebih cepat  dibandingkan bila pekebun memperbanyak dengan setek batang, induk baru pulih 3 bulan kemudian.

Dari tanaman hasil setek pucuk berumur sebulan, Herdi sudah dapat menghasilkan bibit  baru. Itulah  sebabnya  dari 20.000-30.000  tanaman, ia  mampu memproduksi 2.000-5.000 bibit per hari.

Untuk membuat bibit, Herdi Waluyo memotong pucuk nilam setinggi 3-5 cm dan terdiri atas tiga daun. Ia lalu merendam setekan pucuk dalam air selama 30 menit untuk menjaga kesegaran bibit. Setelah itu Herdi menanam setek pucuk di gelas plastik bekas air minum dalam kemasan yang berisi media tanam ranting dan serasah di lapisan bawah dan kompos di bagian atas. Perbandingan serasah dan kompos 1 : 1.

Pria kelahiran 22 Mei 1954 itu menggunakan ranting dan serasah agar media tanam porous sehingga dapat menyimpan oksigen yang cukup untuk perakaran. Sementara kompos sebagai sumber nutrisi pertumbuhan bibit. Ia lalu menyimpan bibit di tempat teduh di bawah rindang pohon bungur. Untuk perawatan Herdi melakukan penyiraman 1-2 kali sehari pada pagi dan sore.

Setelah 2 pekan, master komputer alumnus University of Brooklyn, Amerika Serikat, itu memindahkan bibit dari gelas plastik ke dalam nampan plastik berukuran 50 cm x 30 cm x 20 cm. Media tanam yang digunakan sama, serasah dan kompos. Ia lalu meletakkan baki di tempat teduh. Setelah 2-3 hari bibit siap pindah tanam ke lahan.

Jumlah akar

Pertumbuhan bibit di lahan memuaskan. Tinggi Pogostemon cablin mencapai 15 cm sebulan berselang setelah penanaman. Ketika berumur 2 bulan, tinggi bibit mencapai 40 cm. Herdi menghitung jumlah akar pada setek pucuk berumur 1 bulan mencapai 10-15 buah; sedangkan pada setek batang, 1-2 buah. Menurut ahli fisiologi tumbuhan dari Universitas Negeri Jakarta, Dr Adisyahputra MS, jumlah akar pada setek pucuk lebih banyak daripada bibit setek batang karena mata tunas yang hidup lebih banyak.

Karena jumlah akar bibit hasil  setek pucuk lebih banyak, sehingga penyerapan nutrisi lebih optimal. Dampaknya pertumbuhan tanaman pun lebih baik. Menurut Herdi, tanaman asal setek pucuk siap panen pada umur 4 bulan pascatanam. Bandingkan dengan tanaman asal setek batang yang siap panen ketika berumur 6 bulan. Selain cepat panen, produksi tanaman asal setek pucuk lebih tinggi, yakni rata-rata 5 ton per ha; sedangkan volume panen tanaman asal setek batang hanya kurang dari 3 ton per ha.

Menurut Prof Dr Rosihan Rosman, peneliti ekofisiologi dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aromatik, pertumbuhan setek batang sebetulnya sama baiknya dengan setek pucuk asal menggunakan batang tidak terlalu tua. Selain itu pemberian nutrisi juga harus sesuai kebutuhan bibit.

Ide memperbanyak nilam dengan setek pucuk itu muncul, ketika Herdi menanam nilam pada 2009. Saat itu Herdi memang menguji coba penanaman nilam sebelum menerapkan teknologi penyulingan dengan fermentasi (baca: Teknik Baru Suling Nilam, Rendemen 5 Kali Lipat, Trubus Februari 2012). Alumnus Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung itu memperoleh 500 kg setek setinggi 1 meter.

Setelah sampai di rumah, Herdi memotong-motong sebuah setek batang menjadi 3 bagian berukuran sama. Setek batang lebih cepat kering karena terdapat bekas potongan pada bagian atas dan bawah.

Akibatnya, “Jumlah akar sedikit sehingga tanaman mudah mati,” ujar Herdi. Saat itu, tingkat kematian bibit asal setek batang mencapai 90%. Karena kegagalan itu, ia terdorong mencoba perbanyakan tanaman dengan setek pucuk dan sukses. Sejak berhasil menerapkan perbanyakan dengan setek pucuk, Herdi Waluyo kebanjiran permintaan bibit nilam. Setiap bulan Herdi mesti memenuhi 500-1.000 bibit dari para pekebun di Desa Cikored.

Berbagai keunggulan perbanyakan setek pucuk itu mendorong Andrew Jalu Bramantya asal Sukajadi, Kota Bandung, mengadopsi teknik serupa. Ia berencana menanam nilam di Cirebon, Jawa Barat. Kini ia memiliki 10.000 tanaman induk nilam varietas sidikalang berumur 8 bulan di kebun miliknya di Banjar, Jawa Barat. Dari tanaman induk itu Andrew akan memproduksi 10.000 bibit varietas sidikalang untuk penanaman di lahan 0,5 hektar. (Riefza Vebriansyah)

Setek Pucuk

  1. Siapkan bibit nilam sehat yang memiliki 3 pasang daun lebih.
  2. Potong pucuk tanaman sepanjang 5 cm yang terdiri atas 3 pasang daun.
  3. Rendam bibit tersebut ke dalam air selama 30 menit untuk mempertahankan kesegaran.
  4. Tanam bibit di media tanam berupa campuran serasah daun dan kompos dengan perbandingan   1:1.
  5. Letakkan bibit di tempat yang memiliki naungan.
  6. Bibit setek siap tanam di lahan setelah berumur 1-2 bulan.

Herdi Waluyo, kualitas setek pucuk lebih unggul daripada setek batang

Nilam hasil perbanyakan dengan setek pucuk lebih cepat tumbuh

Pucuk setinggi 5 cm untuk perbanyakan

 

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img