Sunday, November 27, 2022

Ulin Tumbuh Serempak

Rekomendasi

Benih ulin dengan tempurung keras, masa dormansi hingga 1 tahunBudidaya jalan penyelamatan ulin dari ambang punah. Celakanya biji ulin yang keras sulit berkecambah.Teknik terbaru mendongkrak daya kecambah menjadi 95%; semula 40%.

 

Ir Sudin Panjaitan bersama ulin umur 6 tahun yang bisa genjah, tinggi di atas 3 mBibit siap tanam minimal 8 bulan pascaperkecambahanUlin Eusideroxylon malagangai dan E.zwageri memang istimewa karena kekuatan kayunya. “Iron wood termasuk kayu kelas kuat I dan kelas awet I.

Itu peringkat kayu paling atas di dunia,” kata Dra Eny Dwi Pujawati MSi, ahli fisiologi pohon dari Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Akibat penebangan yang kian marak, “Kini ulin bukan lagi langka, tapi menuju kepunahan bila tidak ada upaya konservasi serius,” kata Ir Abdul Aziz Karim MP, rekan Pujawati di Universitas Lambung Mangkurat.

Untuk mencegah punah, budidaya ulin menjadi pilihan. Namun, biji pohon anggota famili Lauraceae itu yang panjangnya 5-15 cm dan berdiameter 3-6 cm bertempurung keras sehingga daya kecambah rendah. Kulit biji sangat keras sehingga secara alami masa dormansi panjang: 6-12 bulan. Kerapkali biji yang dibiarkan 1-2 tahun tak kunjung berkecambah. “Kulit biji lebih keras daripada tempurung kelapa. Keping lembaga tak mampu menerobos kulit yang menyelimutinya,” kata Abdul Aziz Karim.

Air mendidih

Produsen bibit menempuh berbagai cara untuk memecah dormansi ulin. Menurut Gatot Azhari, dari Balai Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Lampung, yang pernah mengeksplorasi ulin di Kalimantan Barat, pembibit lazimnya merendam biji dengan air panas bersuhu 100oC atau membenamkannya di dalam tanah berbulan-bulan. Cara itu juga tak efektif karena daya kecambah hanya 40-50%. “Meski permintaan bibit untuk penanaman tinggi, pembibit tak mampu penuhi karena daya kecambah rendah,” katanya.

Dua puluh delapan tahun silam Aziz mengakalinya dengan “menyunat” ujung biji. Caranya ia menggergaji-dengan gergaji besi- ujung biji agar bakal tunas dari keping lembaga mudah menerobos keluar kulit. Teknik itu mirip cara pengguntingan pada penyemaian biji baobab Adansonia digitata. “Dengan cara sunat daya kecambah 83%. Bila tidak disunat hanya 40%,” tutur Aziz. Sayang, teknik sunat masih merepotkan bagi pembibit usaha kecil.

Anggapan menyemai biji ulin sulit pun patah di tangan Ir Sudin Panjaitan, ahli silvikultur dari Balai Penelitian Kehutanan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dengan cara sederhana, Sudin Panjaitan meningkatkan daya kecambah benih ulin hingga melesat 95%. Sudin mengumpulkan biji-biji ulin dari hutan dan menjemur 4 jam di bawah terik matahari.

Lalu terdengar suara “tak tek tok, tak tek tok,” bersahut-sahutan dari kulit biji setebal 1-2 mm yang pecah tersengat panas. Biji pun siap dikecambahkan di media persemaian.Teknik memecah dormansi ala Sudin memang baru. “Itu mirip dengan cara mengecambahkan biji rotan,” kata Aziz. Menurut Aziz, mengacu pada biji rotan, maka teknik penjemuran biji ulin bakal lebih efektif bila dijemur di terik matahari yang tinggi dengan beralaskan seng atau lantai beton.

Panas yang tinggi membuat kulit biji terpecah tanpa repot-repot menggergaji. Sudin menemukan cara memecah dormansi biji ulin dengan terik matahari secara tidak sengaja. “Iseng saja saya minta teknisi menjemur. Padahal literatur klasik mengharamkan penjemuran biji ulin karena menurunkan daya kecambah. Tak disangka kulit biji malah pecah sendiri,” tutur Sudin. Beragam pustaka sejak 1859 hingga awal 1980 memang menyebut biji ulin pantang dibiarkan di tempat terbuka; tetapi di tempat lembap.

Sinar matahari

Langkah berikutnya, Sudin menyemaikan biji yang kulitnya pecah itu lalu, “Semuanya berhasil tumbuh,” kata Sudin. Pada 2005 Sudin mempraktekkan kembali teknik yang ditemukannya pada 2003 itu untuk penanaman ulin di lahan 5 ha. Artinya, dengan jarak tanam 3 m x 6 m Sudin telah mengecambahkan 2.500 biji ulin 5 tahun silam. Kini semua biji itu telah bersalin rupa menjadi tegakkan setinggi 3-5 m dengan diameter batang 2-3 cm.

Menurut Sudin biji dengan kulit yang sudah terkelupas berkecambah 1-2 hari kemudian, lalu tumbuh selama 1,5-2 bulan agar siap pindah tanam ke polibag berukuran 15 cm x 20 cm. Lazimnya ukuran tanaman mencapai 20-25 cm. Sudin menyimpan bibit di polibag di rumah bayang yang teduh selama 3 bulan, lalu aklimatisasi atau adaptasi di ruang terbuka selama 3 bulan. Setelah itu, “Kayu besi siap ditanam di lapangan. Akar dengan media sudah menyatu, tanaman juga sudah mampu beradaptasi dengan lahan terbuka,” kata Sudin.

Agar tumbuh baik, ulin ditanam di lapangan dengan intensitas cahaya 40-50%. Maklum, di hutan perawan, kayu tebelian-nama lain ulin-dikenal sebagai tanaman gap opportunis. Maksudnya hanya merespon cahaya matahari yang masuk dari celah tajuk hutan di antara pukul 11.00-13.00. “Bila cahaya terlalu banyak daun menguning dan pertumbuhan kerdil. Pun demikian bila keteduhan, daun hijau menebal, tapi pertumbuhan mandek,” tutur Sudin. Itu bisa diatasi dengan penanaman jalur di antara meranti atau jenis lain yang dapat menaungi tapi sinar matahari tetap masuk. (Ridha YK, kontributor Trubus di Kalimantan Selatan)

Pecah Dormansi

  1. Siapkan tempat penjemuran beralaskan seng atau lantai beton
  2. Jemur biji ulin selama 3-4 jam di tengah terik matahari. Kulit biji yang kepanasan akan retak  dan mengeluarkan bunyi tak tek tok
  3. Semai biji ulin di media 100% pasir. Posisi biji horizontal, jangan berdiri. Letakkan persemaian di tempat lembap dan ternaungi. Lalu siram setiap hari. Biasanya biji berkecambah 1-2 bulan kemudian.
  4. Rawat kecambah yang tumbuh di persemaian selama 1,5 bulan sampai memiliki daun dan tinggi batang 20-25 cm.
  5. Pindahkan ke polibag minimal ukuran 15 cm x 20 cm dengan media tanah dan sekam berkomposisi 2:1. Tambahkan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 7-10 g per bibit. Letakkan polibag dalam rumah bayang (beratap dan berdinding jaring peneduh) selama 3 bulan.
  6. Pindahkan polibag di ruang terbuka selama 3-4 bulan agar mampu beradaptasi di saat ditanam di lapangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img