Thursday, December 8, 2022

Siasat Untung Berlipat

Rekomendasi

Dengan budidaya tepat, cabai berbuah lebat di musim hujanBudidaya cabai yang tepat menghasilkan keuntungan besar.

Bertahun-tahun menanam cabai, Darmaji paling pol memperoleh 15 ton cabai keriting per ha. “Tanaman banyak yang terserang layu, sementara buah membusuk terserang patek,” kata petani di Malang,  Jawa Timur, itu. Malahan tiga tahun lalu, ia hanya memperoleh 5 ton per ha. Saat itu  lebih dari separuh tanaman terserang busuk, meninggalkan buah yang mengering sebelum matang.

Ia tidak punya pilihan selain memanen muda. Padahal, harga saat itu termasuk bagus, Rp14.000 per kg. Darmaji tetap rugi lantaran biaya produksi mencapai Rp100-juta. Selain itu cendawan juga bertubi-tubi menyerang tanaman saat musim hujan. “Itu sebabnya banyak petani menghindari menanam cabai pada musim hujan,” kata Amin Subagyo, agronomis PT Kalatham Subur Makmur di Jawa Timur. Dampaknya sejak hujan turun sampai 3 bulan sesudahnya  pasokan cabai turun drastis.

 

Rawat khusus

Menurut Enjat Suderajat, petani sekaligus pedagang besar di Pasar Cikeusal, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pasokan cabai dari pengepul di kebun bisa anjlok 80% pada musim hujan. “Kalau biasanya ada 7 truk cabai yang masuk, pada musim paceklik hanya 1 truk,” kata Enjat. Pantas harga melejit  seperti yang terjadi menjelang Idul Adha pada Oktober 2013. Saat itu harga cabai keriting Rp60.000 per kg di pasar, sementara harga cabai merah besar dan cabai rawit hanya terpaut sedikit.

Menurut Sudadi Ahmad, pengamat pertanian di Yogyakarta, harga cabai memang mudah berubah lantaran ketersediaan di pasar tidak ajek. Menurut Enjat, harga tertinggi cabai dari truk pertama yang datang di pasar, biasanya selewat tengah malam. Sementara truk berikutnya yang datang akan menawarkan harga lebih rendah, demikian seterusnya. “Kalau truk pertama datangnya menjelang pagi, itu pertanda pasokan sedang seret. Kalau pedagang tidak langsung membeli, mereka tidak akan kebagian,” kata Enjat.

Bisa jadi truk itu satu-satunya kiriman cabai yang datang malam itu, lantaran sedikitnya pekebun yang panen. Namun, malam berikutnya kondisi bisa berbalik kalau pekebun banyak yang panen serentak. Harga tinggi di pasar berimbas ke kebun jika petani bisa panen pada saat yang tepat. Pada permulaan 2013, Ade Rohimat di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, mampu menjual cabai rawit Rp18.000—Rp25.000 per kg dari lahan 6.000 m2.

Ade merawat tanaman secara khusus agar tahan dari gempuran cendawan dan bakteri perusak. Ia menyemprotkan fungisida berbahan aktif klorotalonil dan propineb setiap 2—3 hari. Jika hujan tidak turun lebih dari 3 hari, ia mengurangi frekuensi penyemprotan menjadi seminggu sekali. “Dengan cara itu, biaya pembelian pestisida meningkat 25—45%, tetapi petani bisa memperoleh harga 1,5 kali lipat harga normal,” kata Hendra Gunawan Hadmidiredja, pengamat hortikultura di Bogor, Jawa Barat.

Yang penting petani masih untung. Sementara Amin Subagyo menyarankan agar petani yang membudidayakan cabai pada musim hujan untuk menyemprotkan Dimacide, Imidakloprid, Dekaman, Velimek, dan Masalgin sesuai dosis. Beragam pestisida itu untuk melindungi tanaman dari gempuran penyakit. “Saat musim hujan, lakukan penyemprotan 3 hari sekali,” kata alumnus jurusan Ilmu Tanah Universitas Brawijaya itu.

Kemarau

Saat kemarau, kondisinya berbeda meski ancaman yang dihadapi pekebun tidak serta merta berkurang. Menurut Agus Sediono, agronomis PT BASF Indonesia di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, pada musim kemarau berbagai jenis hama seperti ulat daun, kutu kebul, kutu aphid, dan tungau mengincar cabai. Sudah begitu, pekebun mesti rajin menyiram. Tujuannya untuk mencukupi ketersediaan air bagi tanaman. “Meski menanam di lahan sawah dengan irigasi teknis pun tetap harus menyiram,” kata Agus.

Walau demikian, kebanyakan pekebun memilih menanam cabai pada musim kemarau untuk menghindari penyakit. Menurut ketua Kelompok Tani Tirtayasa I di Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Suwandi Dirja, beberapa petani menghalau hama dengan memasang kelambu alias kasa di sekitar lahan. Meski kasa bisa dipakai berulang, cara itu tak urung membuat modal membengkak sehingga biaya produksi semakin mahal.

Petani cabai di Desa Kemukten, Sumarto Sarnadi, memerlukan 16 rol kasa untuk melindungi cabai di lahan 500 m2. Jika harga setiap rol sepanjang 50 m dengan lebar 1 m mencapai Rp850.000, artinya Sumarto mesti merogoh kocek Rp13,6-juta hanya untuk membeli kasa. Itu belum termasuk pembelian rangka dan upah tenaga pemasangan. Itu sebabnya Agus menyarankan penyemprotan Rampage, Reagen, dan Cabrio untuk menghalau hama begitu terlihat ada serangan.

Saat pergantian musim, penyakit patek alias antraknosa akibat serangan cendawan Colletotrichum gloeosporoides dan lalat buah Bactrocera sp mengintai. Untuk itu, Final Prajnanta dari PT Bayer Crop Science menyarankan aplikasi fungisida Nativo untuk menghalau antraknosa. Sementara lalat buah bisa diatasi dengan pemasangan perangkap kuning maupun perangkap feromon berbahan zat metil eugenol.

Darmaji telah membuktikannya. Setelah menerapkan pola tanam itu, pada Januari 2013 ia memanen 37.725 kg cabai keriting dari 18.000 tanaman di lahan 1 ha miliknya. Ia 32 kali panen sejak tanaman berumur 90—245 hari. Interval panen 5 hari. Keruan saja volume panen itu tergolong melimpah, karena produktivitas mencapai 2 kg per tanaman. Lazimnya produktivitas cabai keriting hanya 1 kg per tanaman. Panen sebanyak dan selama itu baru ia alami 2 tahun terakhir. (Argohartono Arie Raharjo)

 

FOTO:

  1. Amin Subagyo: Semprot tanaman dengan pestisida 3 hari sekali di musim hujan
  2. Dengan budidaya tepat, cabai berbuah lebat di musim hujan
  3. Penggunaan kasa membuat kebutuhan modal berlipat tapi aman dari serangan hama
  4. Pasokan cabai ke pasar bisa anjlok hingga 80% pada musin hujan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Lengkap! Budidaya Cacing Sutra Sistem Apartemen Hemat Tempat dan Air

Trubus.id — Peningkatan tren ikan hias diikuti dengan permintaan pakan tinggi. Cacing sutra menjadi salah satu pakan ikan hias...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img