CV Nusantara Jaya Food rutin mengekspor satu kontainer 40 feet setara 25—26 ton singkong beku ke Negeri Kincir Angin setiap dua bulan. Jumlah itu meningkat 100% dibandingkan dengan ekspor perdana ke Belanda yang hanya satu kontainer 20 feet setara 12,5—13 ton singkong beku pada September 2022.
Artinya, ekspor singkong beku perusahaan di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, itu bertumbuh. Menurut Manajer CV Nusantara Jaya Food, Faizal Yusuf H., “Kami menjadi pemasok tunggal mereka,” kata Faizal.
Karakter singkong kesukaan konsumen yakni berwarna putih dan bertekstur lembut ketika diolah. Masuknya singkong beku ke Belanda karena di sana tengah marak isu makanan bebas gluten (gluten free).
“Singkong menjadi alternatif sumber karbohidrat mereka,” kata Faizal. Pasar berkembang karena meningkatnya permintaan terhadap pangan bebas gluten.
Menurut Nadira Ismiyatul Finani dan Andre Yusuf Trisna Putra dari Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, singkong adalah salah satu sumber pangan tinggi karbohidrat, rendah protein, dan tidak mengandung gluten. Dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia, mereka menyatakan bahwa komposisi kimiawi singkong segar terdiri dari 60% kadar air, 35% pati, 2,5% serat kasar, 1% protein, 0,5% lemak, dan 1% abu.
Sebetulnya gluten aman dikonsumsi. Namun, sebagian orang memiliki sistem pencernaan yang sensitif terhadap protein dalam gluten.
Ada juga anggapan gluten berbahaya karena memengaruhi sistem kerja lambung dan usus serta dapat memicu reaksi alergi pada penderita autisme. Menurut Nadira dan Andre, keunggulan singkong yaitu kadar gizi makro (selain protein) dan mikro, kadar glikemik rendah, serta kadar serat pangan larut air tinggi.
CV Nusantara Jaya Food juga rutin mengekspor 25—26 ton singkong beku ke Curacao setiap tiga bulan. Ekspor perdana singkong beku ke negara di Laut Karibia itu dimulai sejak September 2022.
Sama seperti di Belanda, perusahaan ini juga menjadi pemasok tunggal singkong beku di Curacao. Masuknya singkong beku asal Indonesia ke Curacao dipengaruhi oleh tren di Belanda.
Maklum, Curacao merupakan negara konstituen dalam Kerajaan Belanda sejak 10 Oktober 2010. Jadi, tren konsumsi di Belanda turut memengaruhi pola konsumsi di Curacao.
CV Nusantara Jaya Food terus memperluas pemasaran singkong beku ke mancanegara. Faizal berencana mengikuti pameran di Jepang untuk mempromosikan singkong dan ubi jalar pada Maret 2025.
Ada pembicaraan untuk ekspor ke Jepang sebanyak dua sampai tiga kontainer per bulan. Namun, hal itu belum final karena masih ada beberapa hal yang belum disepakati.
CV Nusantara Jaya Food mengembangkan sendiri jenis singkong untuk ekspor dan bekerja sama dengan petani di Malang. Perusahaan juga menyediakan bibit singkong kepada petani.
Ketika panen tiba, petani menjual singkong tersebut ke CV Nusantara Jaya Food. Perusahaan juga mengolah ubi jalar selain singkong.
Singkong dari petani sudah bersih dan bebas tanah sebelum diolah. Selanjutnya, karyawan mengupas, memotong, dan membekukannya.
Saat ini CV Nusantara Jaya Food terus memperluas pasar singkong beku karena kapasitas produksi pabrik mencapai 300 ton per bulan. Sementara itu, kapasitas produksi yang terpakai baru sekitar 50 ton per tiga bulan.
Pertumbuhan pasar singkong beku tidak hanya terjadi di mancanegara. Pasar lokal pun berpotensi untuk terus dikembangkan.
foto: Produk singkong beku kreasi CV Nusantara Jaya Food yang menerapkan sertifikasi keamanan pangan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP). Foto: Dok. CV Nusantara Jaya Food
