Friday, December 2, 2022

Solusi Untuk Lahan Terbatas

Rekomendasi
Pasteurisasi vital untukmensterilkan media
Pasteurisasi vital untuk mensterilkan media

Berkekuatan 300 personil, Leonidas mengobrak-abrik tentara yang jumlahnya 1.000 kali lebih banyak. Meski akhirnya Leonidas dan semua prajurit Sparta yang ia pimpin binasa, kisah heroik mereka menginspirasi rakyat Yunani untuk bangkit melawan pendudukan Persia.

Pekebun jamur merang di Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Asep Hidayat, memang tidak seperti Leonidas yang perkasa. Justru kumbung sebesar lemari berukuran 1 m x 0,6 m setinggi 1,2 m kreasinyalah yang tangguh. Produksi kumbung mini itu mampu mengalahkan produktivitas kumbung besar. Sepintas, produksi total kumbung jamur merang besar berukuran  4 m x 8 m setinggi 4 m memang tinggi: 3—4 kuintal per periode tanam selama 30 hari. Namun, kalau memperhitungkan produktivitas per satuan luas permukaan kumbung, angka itu tiarap.

Menurut periset jamur di Pusat Penelitian Biologi LIPI, Dr Iwan Saskiawan, produktivitas kumbung jamur dihitung berdasar luas permukaan kumbung jamur. “Sebab pekebun memanfaatkan seluruh bagian kumbung untuk berproduksi, tidak hanya satu lapis rak saja,” kata Iwan. Jika kumbung berbentuk kotak maka luas permukaannya menjadi dua kali luas permukaan depan dan belakang ditambah dua kali luas permukaan sisi kanan dan kiri serta dua kali luas sisi atas dan bawah.

Kumbung mungil  Asep berbentuk kotak dengan atap berbentuk limas. Dengan rumus menghitung luas permukaan kotak dan limas maka didapat luas permukaan total  4,48 m2. Dengan produksi  total 20—25 kg, produktivitas lemari kepunyaan Asep: 5,5 kg per m2. Sementara luas permukaan kumbung besar 264 m2 dengan produksi 3—4 kuintal sehingga produktivitasnya “hanya” 1,51 kg per m2.

Modal besar

Suhu dedak  terfermentasi bisamenggantikan panas daripasteurisasi
Suhu dedak terfermentasi bisa menggantikan panas dari pasteurisasi

Para produsen jamur merang memang lazim menggunakan kumbung besar berukuran 5 m x 7 m, 4 m x 8 m, atau lainnya tergantung ketersediaan lahan. Pembudidaya straw mushroom di Jakarta Selatan, Suluh Nugroho, malah memiliki kumbung superbesar, berukuran  6 m x 20 m. Menurut petani jamur merang di Kabupaten Karawang, Sahim, ukuran kumbung paling kecil 5 m x 5 m. “Ukuran kumbung kecil, produksi minim, sementara biaya pembuatan tidak jauh berbeda,” kata Sahim. Itu sebabnya nyaris tidak ada pengusaha jamur merang yang melirik teknik budidaya skala mini.

Padahal menurut praktikus budidaya jamur di Indramayu, Jawa Barat, Carmin, kumbung besar perlu modal lebih besar, media dan bibit lebih banyak, serta pasteurisasi lebih lama. Setiap kali menanam jamur, Sahim memerlukan media tanam 3 kuintal jerami, 5 kuintal limbah kapas, 20 kg kapur pertanian, dan sekuintal dedak. Untuk memastikan jamur yang tumbuh bebas kontaminan, cendawan parasit, maupun serangga, Sahim mempasteurisasi sampai suhu kumbung mencapai 800C dan kelembapan  minimal 90%.

Persiapan itu memerlukan biaya hingga   Rp1,1-juta, belum termasuk biaya pembuatan kumbung minimal Rp9-juta. Hasilnya 4 kuintal jamur merang senilai total lebih dari Rp6-juta. Bagaimana dengan kumbung lemari ala Asep? Sebagai bahan media, ia hanya memerlukan 20 kg jerami, 5 kg dedak, 10 kg ampas tebu, sekilogram kapur pertanian. Kebutuhan bibit 2 botol. Total biayanya hanya Rp60.000, sudah termasuk 5 l minyak tanah untuk keperluan pasteurisasi. Biaya pembuatan kumbung: Rp150.000—Rp200.000 tergantung pilihan material.

Panen dari lemari itu paling banyak memang hanya 25 kg atau 1/16 kali produksi kumbung besar. Jika Asep berniat menyamai produksi kumbung besar, ia tinggal menanam dalam 16 kumbung lemari. Total biaya pembuatannya hanya  Rp3,2-juta sehingga lebih irit.

Pasteurisasi penting

Selain metode lemari, ada juga metode sungkup di tanah dan sungkup kotak ala Ito Sumitro di Indramayu. Prinsipnya memanfaatkan panas sinar matahari dan panas dari media terfermentasi untuk meniadakan keperluan pasteurisasi. Toh, jangan anggap remeh hasilnya. Dengan sungkup seluas     2 m2 Ito menghasilkan 25 kg jamur, sementara panen dari kotak berukuran 0,5 m x 1 m setinggi  0,5 m sebanyak 7 kg jamur.

Artinya, dengan cara perhitungan seperti Iwan Saskiawan produktivitas metoda sungkup 12,5 kg jamur per m2, sementara sungkup kotak 3,5 kg per m2. Dengan dua metoda itu Ito tidak perlu lahan luas untuk menanam jamur merang. “Yang penting di lahan bebas naungan, ukuran maupun bentuk sungkup tidak jadi soal,” kata Ito.

Cara seperti Ito bukan barang baru. Praktikus pertanian dan makanan kesehatan di Depok, Jawa Barat, Ir Karjono, kerap menanam merang dengan media seadanya saat masa belia di kampung halaman. Hasilnya memang tidak selalu menyenangkan. “Tidak masalah karena tujuannya sekadar untuk konsumsi sendiri,” kata ayah 2 anak itu. Maklum, tanpa pasteurisasi, cendawan liar bisa tumbuh menyaingi jamur merang. Belum lagi bakteri atau serangga yang akan menurunkan hasil.

Cara Asep dan Ito tetap bisa dilakukan, selama pembudidaya bisa mempertahankan kondisi ideal untuk pertumbuhan jamur merang: suhu 35—370C dan kelembapan minimal 80%. Itu bisa menjadi solusi untuk penanam jamur merang tapi lahannya terbatas. (Argohartono Arie Raharjo)

Previous articleJanji Porang
Next articleMerang Tanpa Kumbung
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img