Tuesday, November 29, 2022

Sorghum, Alternatif yang Belum Dilirik

Rekomendasi

Canthel alias sorgum Sorghum bicolor digadang-gadang sebagai tanaman masa depan. Kerabat jagung, padi, dan tebu itu berpotensi sebagai bahan pangan, pakan ternak, bahan bakar nabati, bahkan sebagai bahan baku kertas. Sorgum tahan kekeringan sehingga bisa tumbuh baik di daerah rendah curah hujan seperti Gunungkidul atau NTT.

Namun, prospek cerah tidak membuat budidaya menjadi ramai. Penanaman sorgum tak kunjung meluas. Makanya periset berusaha membuat klon sorgum unggulan yang produktif & cepat panen. Meski berhasil, upaya itu tak juga menaikkan pamor canthel.

Toh, gegap gempita sorgum ternyata menembus batas negara. Penelitian dilakukan sampai ke Amerika Serikat. Terbukti dalam seminar sehari di gedung PATIR Badan Tenaga Nuklir Nasional, tampil Tesfaye Tesso PhD sebagai pembicara dari Amerika Serikat. Seminar pada 2 Maret 2011 lalu itu juga menghadirkan Dr Soeranto Human, pakar mutasi genetik dari BATAN, Dr Supriyanto dari SEAMEO-Biotrop, Dr Wayan Budiastra dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Dr Ningkoesoemaningtyas dari IPB, serta Tesfaye Tesso dari Amerika Serikat.***

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img