Saturday, June 22, 2024

Strategi Bertahan Saat Harga Bawang Merah Murah

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Petani di Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Muhamad Mulya  membudidayakan bawang merah. Ia menanam Allium cepa di lahan 1 hektare. Dari luasan lahan itu ia memanen 10—12 ton bawang merah per ha.

Ia menjual bawang kering atau siap konsumsi seharga Rp15.000 per kg sehingga meraup omzet Rp150 juta—Rp180 juta per ha. Menurut Mulya, harga jual bawang itu sebetulnya bisa lebih tinggi lagi yakni mencapai Rp40.000 per kg.

“Harga pada September—Oktober 2023 sebetulnya lagi murah,” kata Mulya. Harga Rp15.000 per kg pekebun masih bisa kembali modal.

Menurut Mulya memang siklus di Bogor pada akhir tahun harga bawang murah. Oleh sebab itu, pada musim tanam September—November 2023 ia mengurangi produksi. Penyebab turunnya harga karena bawang merah asal Jawa Tengah seperti Brebes membanjiri pasar Bogor dan Jakarta.

Ia menuturkan di Jawa Tengah, saat kemarau justru hasil produksi bagus sehingga bawang melimpah. “Jadi saya tidak berani menanam dalam skala luas, hanya sekitar 1 hektare,” kata Mulya.

Saat normal ia bisa menanam 2 ha lebih. Untuk mencegah kerugian yang lebih besar, Mulya mengurangi produksi agar harga bawang tidak anjlok lagi. Ia menanam pada Januari,  saat itulah terjadi musim hujan.

Pada bulan itu biasanya produksi bawang di sentra di Jawa Tengah seperti Brebes menurun karena musim hujan.  Hal itu dimanfaatkan oleh Mulya untuk menanam bawang. Selain karena musim hujan, pasar juga siap menyambut karena menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Berbisnis Olahan Bayam, Anak Muda Asal Tasikmalaya Raup Omzet Puluhan Juta

Trubus.id—Bayam tidak hanya menjadi sumber zat besi, tetapi juga bisa menjadi sumber cuan bagi  Filsya Khoirina Fildzah, S.Kep., Ners...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img