Monday, August 15, 2022

Sudah Elok Berkhasiat Pula

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Batang dan daun hoya multiflora mengandung senyawa berkhasiat obat.
Batang dan daun hoya multiflora mengandung senyawa berkhasiat obat.

Hoya ternyata berkhasiat mengatasi berbagai penyakit.

Bunga hoya tidak hanya cantik. Tanaman itu ternyata mengandung banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satunya adalah Hoya multiflora yang merupakan tanaman asli Indonesia. Secara tradisional Hoya multifora digunakan sebagai bahan obat sakit perut dan antirematik di India. Selain itu, kandungan kimia yang terdapat di batang dan daun dapat berkhasiat menghambat sel kanker, tumor, dan menurunkan kadar koresterol jahat.

Hoya multiflora yang dalam bahasa sunda disebut sebagai areuy cunkankan atau hoya avatar, memiliki persebaran geografik yang luas, mulai dari India hingga Papua. Hoya itu tidak merambat dan tumbuh pendek. Ia juga dapat tumbuh di pantai hingga ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut atau dari daerah tropis hingga subtropis. Nama Hoya multiflora diberikan karena bunganya yang banyak atau multi.

Potensi obat
Senyawa beta amyrin dan alfa amyrin yang terdapat di ekstrak batang Hoya multifora berfungsi untuk antiinflamasi atau antinyeri yang biasa dimanfaatkan sebagai obat antirematik. Campuran kedua senyawa itu juga dapat menurunkan kolesterol jahat low density lipoprotein (LDL) dan meningkatkan high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik. Menurut penelitian Virgilio Ebajo Jr di Filipina, zat aktif lain yaitu lupeol dapat mengurangi petumbuhan sel tumor dan menghambat proliferasi sel kanker payudara.

Kandungan obat dari kelompok hoya diperkirakan terdapat di getah yang menyerupai lateks. Getah itu memiliki kandungan senyawa alkaloid yang tinggi, seperti kelompok tumbuhan Apocynaceae dan Asclepiades. Pemanfaatan hoya sebagai tumbuhan obat sudah terkenal di beberapa negara seperti India, Pakistan, Srilanka, Vietnam, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, dan Australia.

Adapun di Indonesia terdapat 14 jenis hoya sudah terdata sebagai bahan obat tradisinonal. Potensi hoya sebagai obat dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu sebagai antiinfeksi (antibiotik), antiinflamasi, dan antioksidan. Hoya sebagai antiinfeksi dapat menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti cendawan, bakteri, dan virus.

Beberapa penyakit seperti tuberkulosis, kaki gajah atau elephantiasis, dan enchepalistis merupakan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme. Potensi hoya sebagai antiinflamasi meliputi antirasa nyeri sebagai obat penyakit rematik yang terdapat pada Hoya multiflora dan Hoya diversifolia. Sementara itu hoya sebagai antioksidan masih dalam tahap penelitian yang diperkirakan sebagai bahan obat antipenyakit degeneratif.

Hoya carnosa termasuk lima besar tanaman yang memiliki daya serap racun yang tinggi di dalam ruangan.Antiracun
Suku Batak Karo memanfaatkan daun Hoya finlaysonii sebagai obat antiracun. Begitu juga yang dilakukan masyarakat di Sumatera Utara yang menggunakan daun Hoya diversifolia. Menurut penelitian Yang di Amerika Serikat, hoya dapat menyerap polutan di dalam ruangan. Penelitian itu membuktikan Hoya carnosa termasuk lima besar tanaman yang memiliki daya serap racun yang tinggi di dalam ruangan. Selama ini sanseviera tanaman yang terkenal dapat menyerap polutan hanya masuk di dalam kelompok intermediate.

Penelitian dilakukan dengan penyerapan zat racun yang termasuk dalam kelompok volatile organic compounds (VOC) yang terdiri atas benzena, toluena, dan xylena. Kedua racun itu biasanya terdapat di cat dinding dan sofa. Hoya dapat menyerap racun sebanyak 26,08 ± 3,40 mikrogram per meter persegi luasan daun per jam. Adapun sanseviera hanya dapat meyerap 19,56 ± 3,68 mikrogram per meter persegi luaran daun per jam.

Oleh karena itu hoya cocok diletakkan di dalam ruangan sebagai penghias ruangan dan antipolutan. Selain antipolutan, tanaman sukulen itu juga berkhasiat untuk antiaging. Kandungan kimia berupa flavonoid dan sejenisnya dapat diekstrak dengan metode tertentu sebagai bahan kosmetik. Terutama sebagai antipengerutan pada kulit wajah. Pada Juni 2014, Avon, perusahaan kosmetik terkenal di Amerika Serikat, mematenkan cara ekstrak dan pembuatan bahan komponen antiaging dari Hoya carnosa. (Dr Sri Rahayu, Peneliti tanaman hoya di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Bogor)

554_ 135

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img