Thursday, August 18, 2022

Dadap Demi Kanker

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Daun dadap mengandung senyawa antimalaria, sedangkan kulit batangnya mengandung senyawa antikanker.
Daun dadap mengandung senyawa antimalaria, sedangkan kulit batangnya mengandung senyawa antikanker.

Dadap berpotensi sebagai antikanker payudara.

Kanker payudara salah satu penyakit mematikan bagi kaum hawa. Laporan International Agency for Research on Cancer (IARC) pada 2012 menunjukkan kanker payudara menempati urutan pertama kanker yang banyak diderita para perempuan di dunia. Laporan itu menyebutkan 1,7-juta perempuan terdiagnosis kanker payudara dan 6,3-juta perempuan positif mengidap kanker payudara.

Mereka diperkirakan hanya dapat bertahan hidup hingga 5 tahun setelah mengidap penyakit degeneratif itu. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi tumor atau kanker di Indonesia adalah 1,4 orang per 1.000 penduduk, atau sekitar 330.000 orang. Kanker payudara menempati posisi tertinggi kedua penyakit kanker yang paling banyak diderita, setelah kanker leher rahim.

Lina Mardiana, herbalis asal Yogyakarta.
Lina Mardiana, herbalis asal Yogyakarta.

Ekstrak
Menurut dokter di Klinik Citra Insani, Sukabumi, Jawa Barat, dr Erica Gusnawati, kanker adalah penyakit yang timbul akibat adanya perubahan sel-sel menjadi tidak normal. Salah satu contohnya regenerasi yang berlebihan dan tidak sesuai siklus. “Definisi kanker payudara sama seperti kanker lainnya. Namun, letaknya saja berada di payudara,” papar Erica. Hingga kini belum diketahui secara jelas penyebab utama kanker.

Namun, menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta itu ada beberapa faktor yang mempengaruhi penyakit degeneratif itu. Salah satunya adalah mutasi gen dan pola hidup atau pola makan yang tidak sehat. Contohnya kerap mengonsumsi makanan rendah serat, makanan cepat saji, tinggi lemak, makanan mengandung zat pengawet, merokok, dan konsumsi alkohol.

Menurut dosen Jurusan Kimia, Universitas Padjadjaran, Dr Tati Herlina, salah satu tanaman yang mengandung senyawa antikanker adalah dadap Erythrina variegata. Tanaman anggota famili Fabaceae itu secara tradisional dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai obat antikanker. “Bagian tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan pengobatan adalah daun dan kulit batang,” tutur Tati.

Potensi dadap sebagai herbal antikanker kini sudah teruji secara ilmiah. Dalam penelitiannya Tati menguji pengaruh ekstrak daun dan kulit batang dadap terhadap kanker payudara secara invitro. Tujuannya adalah untuk mengungkap kandungan senyawa aktif antikanker yang terdapat pada kedua bagian tanaman itu.

Dalam penelitian itu Tati menumbuk daun dadap hingga berbentuk serbuk. Lalu diekstrak dengan metanol menggunakan metode maserasi. Dari 2 kg serbuk daun dadap 244,2 g ekstrak metanol pekat. Dalam penelitian itu Tati juga mengekstraksi 1,5 kg kulit batang dadap dengan teknik maserasi. Hasilnya 44,1 g ekstrak metanol pekat. Periset itu menguji efek antikanker menggunakan metode sulforhodamin B (SRB).

Asupan makanan terlalu gosong secara berlebih, bersifat karsinogenik dan dapat merangsang pembentukan sel kanker.
Asupan makanan terlalu gosong secara berlebih, bersifat karsinogenik dan dapat merangsang pembentukan sel kanker.

Terbukti antikanker
Dalam pengujian itu Tati menggunakan 190 mikroliter sel kanker payudara T-47-D ditambah 10 mikroliter sampel uji kemudian diinkubasi selama 3—4 hari pada suhu 37°C. Setelah itu ia memfiksasi sel dengan Trichloroacetic Acid (TCA) 50%. Tati juga menghitung Inhibitory Concentration 50% (IC50) dengan cara analisis regresi nonlinear antara persen survival dan konsentrasi.

Hasil penelitian menunjukkan dari tiga senyawa aktif yang dihasilkan, dua di antaranya merupakan senyawa antikanker. Senyawa aktif 2 dan 3 yang berasal dari kulit batang menunjukkan aktivitas antikanker secara in vitro terhadap sel kanker payurada T-47-D dengan IC50 masing-masing 3,0 μg/ml dan 3,2 μg/ml. Artinya, untuk mematikan separuh sel kanker hanya diperlukan larutan ekstrak dengan konsentrasi 3,0 μg/ml dan 3,2 μg/ml.

Sementara senyawa 1 yang berasal dari daun tanaman dadap justru menunjukkan aktivitas antimalaria secara in vitro terhadap Plasmodium falciparum strain 3D7 (sensitif klorokuin) dengan IC50 1,8 μg/ml. Menurut herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, kulit batang dadap memang dipercaya bisa mengobati tumor dan kanker. “Jenis dadap yang biasa digunakan adalah dadap serep,” katanya.

Ia sudah lama meresepkan kulit batang dadap untuk pengobatan tumor dan kanker. Namun, penggunaanya dicampur dengan herbal lainnya seperti keladi tikus atau benalu teh. “Bisa saja dijadikan tunggal, tapi khasiatnya akan lebih cepat jika dicampur dengan bahan lainnya,” katanya. Menurut Lina bukan hanya kulit batang saja yang berkhasiat obat. “Daunnya pun kerap saya gunakan untuk mengobati bengkak dan infeksi. Dadap berkhasiat membantu pengeringan luka dari dalam,” kata Lina.

Untuk mengonsumsinya daun atau kulit batang, Lina menyarankan agar mengeringkan dahulu. Tujuannya agar kandungan getah hilang dan tidak menimbulkan efek samping alergi saat mengonsumsinya. Dengan demikian kulit batang dadap manjur mengatasi sel kanker. Adapun daunnya untuk mengatasi malaria. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Dadap
Dadap

Resep Atasi Kanker*

Bahan:
1. Kulit batang dadap 2—3 gram.
2. Rumput mutiara 2—3 gram.
3. Keladi tikus 2—3 gram.
4. Benalu Teh 10 gram.
5. Air putih 5 gelas sedang. (200 ml per gelas)

Cara Membuat
1. Keringkan semua bahan minimal satu setengah hari.
2. Satukan semua bahan, lalu rebus hingga mendidih.
3. Tunggu hingga dingin, kemudian air rebusan siap konsumsi.

Keterangan:
Dosis dibuat untuk 3 gelas, konsumsi 3 kali sehari masing-masing 1 gelas.

*Diresepkan oleh Lina Mardiana

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img