Sukses Budidaya Udang Vannamei di Kolam Mini

0
kolam mini udang
Kolam budidaya udang vannamei skala mini. (Dok. Trubus

Trubus.id—Selama ini tambak udang identik dengan hamparan kolam yang luas. Dosen Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Kampus Serang, Provinsi Banten, Dr. Tb. Haeru Rahayu, M.Sc., memperkenalkan teknik budidaya vannamei di kolam mini.

Ternyata budidaya udang di empang plastik di lahan sempit memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya dalam hal pengelolaan karena petakan tidak terlalu luas, yakni kurang dari 1.000 m2. Biaya operasional selama satu siklus produksi terjangkau oleh pembudidaya kelas menengah ke bawah.

Kualitas tanah juga tidak menjadi faktor pembatas karena konstruksi tambak berlapis plastik (HDPE). Pengendalian penyakit juga lebih mudah. Peternak dapat menekan risiko serangan penyakit dengan menerapkan tindakan biosekuritas.

Caranya dengan mengeringkan dan menjemur kolam selama 3 hari. Pada saat kering lumut dan teritip mudah mengelupas. Untuk membersihkan lumut gunakan sikat plastik untuk membersihkan lumut.

Untuk membersihkan teritip gunakan alat keras dan tumpul seperti bilah bambu. Setelah pembersihan selesai, bilas kolam dengan air bersih.  Selanjutnya semprot seluruh bagian kolam dengan larutan kaporit. Untuk kolam 600 m2 perlu 7 kg kaporit.

Lalu keringkan kolam di bawah sinar matahari. Kemudian isi kolam dengan air dari tandon pengendapan melalui pipa ke dalam kolam sampai penuh. Tutup ujung pipa dengan saringan untuk mencegah kotoran masuk ke dalam kolam. Pasang kincir air pada sudut kolam.

Ikat kedua sisi depan dan belakang kincir air menggunakan tali plastik berdiameter 10 mm. Selanjutnya bentangkan tali dan ikat pada patok yang ada di pematang. Lakukan sterilisasi air kolam dengan melarutkan kaporit teknis berkonsentrasi 60% dengan dosis 50 ppm pada air kolam.

Sterilisasi berlangsung 3—4 hari. Selama sterilisasi kincir dalam kondisi hidup. Pada hari ketiga lakukan uji khlorin. Ambil 10 ml sampel air, lalu tetesi dengan chlorin test sebanyak 2 tetes. Jika warna air tidak berubah (bening), maka kandungan klorin netral dan air siap digunakan untuk budidaya.

Tahap berikutnya pemberian probiotik 3 hari berturut-turut sebelum menebar benur. Gunakan prebiotik yang mengandung bakteri Bacillus sp. Larutkan prebiotik dalam air dengan konsentrasi 1 ppm, lalu tebar merata ke seluruh kolam.

Tebar benih yang telah diaklimatisasi. Penebaran benur dilakukan pada saat kondisi cuaca teduh, yaitu pada pagi antara jam 06.00–08.00 atau pada malam hari. Menurut Haeru untuk empang plastik mini yang dibudidayakan sebaiknya udang jenis vannamei.

“Pertumbuhan vannamei lebih cepat dan tahan penyakit sehingga dapat dibudidayakan dengan tingkat kepadatan tinggi,” kata Haeru.

Menurut Haeru pemberian pakan lima kali sehari dengan dosis seperti tertera pada tabel. Haeru menuturkan, kombinasi pemberian prebiotik dan pakan dengan dosis dan frekuensi tepat, maka nilai FCR udang vannamei 1,3.

Artinya, untuk menghasilkan 1 kg udang perlu 1,3 kg pakan. Udang anggota famili Penaeidae itu siap panen pada umur 90—100 hari, yakni saat berukuran minimal sekilo isi 65 ekor. Berikut jadwal pemberian pakan.

Dosis Pakan

WaktuDosis (%)
07.0020
12.0025
16.0025
21.0020
02.0010

Jenis Pakan Sesuai Umur

UmurNo PakanBentuk
H+0—H+160Serbuk/powder
H+15—H+301Crumble/butiran kecil
H+28—H+532Pelet halus
H+51—H+773sPelet kecil
H+71—H+1003pPelet besar