Sunday, December 14, 2025

Surplus Neraca Perdagangan Komoditas Perikanan Januari—September 2024 Sebesar USD3,87 Miliar

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat surplus neraca perdagangan komoditas perikanan periode Januari—September 2024 sebesar USD3,87 miliar. Angka surplus itu meningkat 7,2% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Berdasarkan pada siaran pers KKP Nomor: SP.386/SJ.5/X/2024 Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Budi Sulistiyo, menuturkan bahwa dengan surplus perdagangan yang semakin besar, Indonesia berhasil mempertahankan posisinya sebagai negara net eksportir produk perikanan.

Ia menuturkan hingga September 2024 nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai USD4,23 miliar dengan total volume ekspor 1,02 juta ton. Nilai ekspor itu mengalami peningkatan sebesar 3,1% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa peningkatan signifikan terjadi pada Agustus 2024. Volume ekspor meningkat 34,2% dan nilanya tumbuh 10,7% dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. 

Budi menuturkan bahwa peningkatan itu menjadi penanda positif bagi kinerja ekspor perikanan nasional. Ia menjelaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tetap menjadi pasar utama bagi produk perikanan Indonesia dengan nilai ekspor mencapai USD1,38 miliar atau 32,6% dari total ekspor perikanan.

“Kabar baiknya, pasar ekspor ke negara lain mengalami peningkatan,” tutur Budi.

Ia menjelaskan ekspor perikanan ke Tiongkok mengalami pertumbuhan 7,8% dan negara ASEAN meningkat sebesar 18,7%. Budi menegaskan negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) dan Uni Eropa menjadi pasar penting.

Harap mafhum masing-masing menyumbang USD569,75 juta (13,5%) dan USD309,41 juta (7,3%) terhadap total ekspor produk perikanan Indonesia. Bahkan peningkatan terbesar terlihat pada ekspor ke Uni Eropa yang tumbuh 23,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Ini menunjukkan potensi besar bagi pasar Eropa yang dapat terus dimaksimalkan oleh pelaku usaha perikanan Indonesia,” jelas Budi.

Produk perikanan utama pada periode ini terdiri dari beberapa komoditas unggulan seperti udang yang menjadi komoditas ekspor terbesar dengan nilai mencapai USD1,18 miliar atau 28,1% dari total ekspor produk perikanan Indonesia.

Komoditas  lain seperti Tuna-Cakalang-Tongkol (TCT) dan Cumi-Sotong-Gurita (CSG) mengalami peningkatan signifikan, masing-masing tumbuh 7,9% dan 24,7%. 

Peningkatan juga  pada ekspor Rajungan-Kepiting sebesar 40,4% yang juga memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan nilai ekspor keseluruhan.

“Peningkatan ekspor CSG terutama didorong oleh permintaan yang kuat dari Tiongkok dan ASEAN,” ujar Budi.

Lalu bagaimana dengan impor perikanan? Di saat yang sama hingga September 2024 impor Indonesia mencatatkan penurunan yang signifikan hingga 26,2%. Angka tersebut mencapai USD 366,98 juta dengan volume sebesar 212,49 ribu ton. 

“Penurunan impor ini menjadi sinyal baik bagi surplus neraca perdagangan perikanan kita,” tutur Budi.

Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Erwin Dwiyana menuturkan bahwa negara asal impor terbesar adalah Tiongkok dengan nilai mencapai USD64,96 juta atau 17,7% dari total impor perikanan.

Angka tersebut menurun 42,6% dibanding tahun sebelumnya. Erwin menjelaskan bahwa  penurunan terbesar terjadi pada impor Makarel dan Rajungan-Kepiting. Masing-masing turun lebih dari 50%.

“Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan ekspor produk perikanan melalui berbagai strategi,” ujar Erwin. 

Ia menjelaskan bahwa salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas akses pasar-pasar tradisional seperti Uni Eropa dan Jepang, serta membuka pasar baru di kawasan non-tradisional seperti Afrika Utara dan Asia Selatan.

Selain itu, promosi produk perikanan Indonesia di pasar internasional juga menjadi prioritas, dengan partisipasi dalam pameran skala global seperti Japan International Seafood & Technology Expo dan Trade Expo Indonesia.

Ia menuturkan bahwa pemerintah juga akan fokus menjaga keberlanjutan produk perikanan melalui hilirisasi, sehingga nilai tambah produk perikanan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Dengan upaya-upaya ini, diharapkan ekspor produk perikanan Indonesia dapat terus meningkat di masa mendatang,” ujarnya.

Artikel Terbaru

Anggrek Antar Anak Muda Ini Raih Omzet Ratusan Juta

Keelokan bunga anggrek tak hanya memanjakan mata, tetapi juga membuka peluang ekonomi bernilai tinggi. Hal itu dibuktikan Nandia Anindhita,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img