Syngenta Indonesia meluncurkan tiga buku pintar budidaya hortikultura untuk komoditas bawang merah, cabai, dan tomat. Peluncuran berlangsung di Kabupaten Soreang, Jawa Barat, pada 2 Maret dan dihadiri lebih dari 100 petani serta berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian. Kehadiran buku tersebut disambut antusias karena diharapkan dapat membantu petani meningkatkan keterampilan budidaya di lapangan.
Inisiatif itu sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Terutama pada komoditas hortikultura yang kerap mengalami fluktuasi produksi dan harga. Tiga buku yang diperkenalkan berjudul Bawang Merah Unggul, Panen Optimal, Hasil Maksimal; Cabai Sehat Berseri, Panen Melimpah, Untung Berlimpah; dan Tomat Kilau Alami, Tanaman Sehat, Hasil Berlipat.
Buku pintar tersebut dibagikan secara gratis bagi petani dan masyarakat yang ingin mempelajari teknik budidaya sayuran. Materinya disajikan menggunakan bahasa sehari-hari dan dilengkapi foto berwarna agar mudah dipahami sekaligus menarik dibaca.
Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Rahmat Hidayat, S.S.T., M.P., M.H., mengapresiasi langkah Syngenta dalam menyediakan sumber belajar praktis bagi petani. Proses belajar dalam budidaya tanaman tidak pernah berhenti. Pemerintah dan Syngenta memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Marketing Head Syngenta Indonesia, Suhendro, menyatakan bahwa peluncuran buku ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan. Buku tersebut memuat pengetahuan praktis budidaya sekaligus solusi menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Peluncuran serupa juga akan dilakukan di sejumlah sentra produksi sayuran di Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.
Business Planning & Commercial Excellence Manager Syngenta Indonesia, Narendra Widyanto, menambahkan bahwa buku pintar disusun berdasarkan masukan petani serta pengetahuan teknis yang dikembangkan Syngenta. Isinya mencakup teknologi budidaya, informasi hama dan penyakit beserta solusinya, inovasi pertanian berkelanjutan, hingga aspek keselamatan dalam bertani. Buku itu tersedia dalam bentuk cetak maupun versi digital melalui aplikasi Cropwise Syngenta.
Untuk memperdalam pemahaman petani, Syngenta juga menggelar talkshow bertema “Sinergi 3 Pilar — Pemerintah, Syngenta, dan Pelaku Usaha Tani — dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Hasil Panen Nusantara.” Narasumber yang hadir antara lain Rahmat Hidayat; Ketua Asosiasi BioAgroinput Indonesia sekaligus Ketua Bidang Pupuk Dewan Pimpinan Nasional HKTI, Gunawan Sutio, SP., M.Si.; Ketua High Spender (HSP) Priangan–Bandung, Dede Koswara; Product Manager – Portfolio Head Syngenta Indonesia, Tey Huy Xiang; serta Technical Market Development Syngenta Indonesia, Ali Zarkasi.
Melalui peluncuran buku pintar budidaya ini, Syngenta Indonesia menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional. Edukasi dan panduan praktis tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, mengoptimalkan produktivitas, serta mendorong terwujudnya pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan di Indonesia.
