Saturday, August 13, 2022

Tarian Putar Polynemus

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Pesona polynemus itu tersaji di stan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Thailand pada Aquarama 2009 Singapura. Selain jenis cupang, plakat dan halfmoon, DKP negeri Gajah Putih itu memajang polynemus sebagai salah satu ikan baru. Di dalam kotak kaca berukuran 100 cm x 90 cm x 60 cm tampak belasan elegant paradiseus fish—sebutan di Eropa—bergantian berputar-putar di dinding akuarium.

Menurut Thanatthorn Leebang dari Siam Tropical Fish di bilangan Khet Bangken, Bangkok, Thailand, polynemus tengah digadang-gadang menjadi ikan hias baru ekspor Thailand. ‘Ikan ini diminati pasar Jepang karena gerakannya unik, selain mempunyai sungut banyak,’ kata Sophia—panggilan akrab. Jumlah sungut seekor polynemus mencapai lebih dari 20 buah. Sungut-sungut itu menempel di seputar sisi kepala sampai ke dekat penutup insang. Saat ikan yang ukuran dewasanya mencapai panjang 27 cm itu berputar, sungut-sungut itu ikut bergerak bak melambai-lambai.

Ikan tipe dasar alias demersal itu sesungguhnya terdapat pula di tanahair. Jenis ini banyak dijumpai di sungai-sungai besar di Kalimantan. Salah satu jenis yang sudah teridentifikasi adalah P. kapuanensis asal Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Namun, karena ukuran dewasanya seperti lele, jenis yang dinamai ikan berjanggut itu dijual sebagai ikan konsumsi, bukan hias. Di Thailand, jenis ini—dari spesies multifilis—yang ditampilkan di Aquarama 2009 tinggal di Sungai Chao Praya.

Tak istimewa

Selain polynemus yang bergerak unik, penyelenggara Aquarama 2009 juga menampilkan beberapa jenis ikan hias yang dianggap ‘baru’. Pengertian baru lebih mengacu pada 2 hal: benar-benar temuan baru atau belum bisa dibiakkan massal. Contoh Danionella dracular. Ikan yang panjangnya hanya 1,7 cm itu masuk kategori baru karena ditemukan di Myanmar setahun menjelang Aquarama 2009. ‘Ikan ini benar-benar menarik karena belum banyak diketahui kehidupannya,’ ujar Dr Aleq Ploeg, sekretaris jenderal Ornamental Fish International (OFI).

Yang belum dibiakkan massal antara lain cupang plakat black orange yang dijumpai di stan DKP Thailand. Ikan cupang hibrid yang muncul sejak pertengahan Agustus 2007 itu bercorak menawan, dominasi hitam dengan semburat jingga di semua sirip-siripnya. ‘Ini jenis lama, tapi warnanya menarik dan kuat,’ kata Hermanus J Haryanto, peternak di Jakarta Barat. Yang lain melon green guppy dari Sri Lanka. Meski sudah ditampilkan pada Aquarama 2007, jenis yang tubuhnya terselip corak hijau bak warna kulit melon itu muncul lagi sebagai spesies baru di Aquarama 2009.

Menurut Ir Ignatius Mulyadi dari Peta Akuarium di Bandung, Jawa Barat, ikan-ikan baru yang ditampilkan di Aquarama 2009 tidak tergolong istimewa. ‘Jenisnya biasa saja,’ kata ahli pemijahan itu. Buktinya saat beberapa ikan spesies baru itu dijual di stan-stan peserta negara bersangkutan, tak tampak aksi jual-beli. Hal ini bertolak belakang saat Aquarama 2007. Saat itu cupang alam seperti Betta albomarginata ludes dibeli hobiis bahkan hingga diinden. Padahal harga jualnya tinggi mencapai US$40/pasang. Pun jenis baru dari India Puntius denisonii yang kala itu dipajang di stan Indonesia, banyak diborong hobiis mancanegara. Mereka terpincut puntius karena memiliki corak stream line hitam dan merah memanjang dari mulut hingga pangkal ekor.

Selama Aquarama 2009 memang tak ada jenis baru mendominasi seperti di Aquarama 2007 yang disesaki ikan-ikan baru jenis guppy. Itu tampak saat kategori spesies baru dilombakan. Masing-masing ikan hias populer seperti ekor pedang, siklid, hingga guppy memiliki wakil. Menurut Pereira dari Sri Lanka kehadiran jenis baru tetap berpeluang menggenjot ekspor. ‘Permintaan jenis baru pada kami terutama guppy selalu ada,’ ujar eksportir ikan hias itu. Berikut beberapa jenis ikan hias baru di Aquarama 2009 Singapura. (Dian Adijaya S)

Black orange, plakat menawan karena warnanya kuat

Polynemus multifi lis punya gaya unik berputar searah jarum jam

Melon green guppy, terselip corak hijau di tubuh

Foto-foto: Dian AS

Trubus 477 – Agustus 2009/XL

ikan hias

143

1. Nama : Gurami balon

Asal : Singapura

Rilis : 2008

Istimewa : Gurami hias dengan tubuh seperti ikan molly

2. Nama : Ekor pedang Xiphophorus helleri

Asal : Sri Lanka

Rilis : Maret 2008

Istimewa : Semburat merah kuat di sepanjang punggung

3. Nama : Electric blue line

Microgeophagus ramerizi

Asal : Singapura

Rilis : April 2009

Istimewa : Ikan sepanjang 6 cm ini memiliki corak biru terang membujur

4. Nama : Blue angel Pterophylum scalare

Asal : Singapura

Rilis : Mei 2008

Istimewa : Terdapat corak biru di sirip atas dengan semburat antara jingga dan hijau

5. Nama : Devario browni

Asal : Mynamar

Rilis : Oktober 2007

Istimewa : Sepanjang bagian tengah tubuh terdapat guratan emas di antara warna kebiruan

6. Nama : Flaming dragon

Asal : China

Rilis : Desember 2007

Istimewa : Totol-totol berjejer rapi dalam satu garis

2

1

3

4

5

6

images/stories/demo/gallery/gl-14.jpg

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img