Friday, January 16, 2026

Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Bidang Pertanian

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Berkembangnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menjawab tantangan budi daya terutama terkait perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan keberlanjutan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Misalnya kini Anda dapat menanam sayur pada rak berukuran 3,90 m x 1,78 m x 1,55 m saja. Sekilas mirip lemari biasa, tetapi dalam rak itu sayuran tumbuh subur dan siap panen.  

Terkesan mustahil menanam sayuran dalam boks tertutup, tetapi teknologi menjawab tantangan menjadi peluang baru.  

Berawal dari rumah kaca (greenhouse) sederhana, kini perkembangan teknologi pertanian beranjak ke sistem pengendali lingkungan modular atau controlled environment module (CEM) dengan teknologi tinggi yang sangat kompleks.

Lahan luas ataupun terbatas tak jadi soal. Dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), budi daya bisa dikendalikan dari mana saja.

Peranti  bikinan Logiqs itu mengatur iklim dengan memanfaatkan perangkat lunak yang disesuaikan dengan kondisi tumbuh tanaman secara real time.

Sebanyak 21 sensor dan satu kamera terpasang untuk mengontrol lingkungan tumbuh tanaman dari mulai cahaya, pH, suhu, nutrisi, dan kelembapan.

Secara sederhana CEM mengatur iklim ruang tanam dengan menutup iklim dari luar masuk ke dalam. Sayangnya aplikasi AI masih sangat terbatas di Indonesia.

Di tanah air, peneliti di AI Research and Development Center (AIRDC) Binus University, Reza Rahutomo, S.Kom., M.M.S.I. pernah meneliti pemanfaatan AI dalam bidang pertanian pada 2018.

Reza dan tim peneliti AIRDC memproses foto udara yang diambil dari drone untuk mengidentifikasi dan menghitung jumlah nanas menggunakan prinsip Vision AI dan model AI bernama RetinaNet.

Berkat kolaborasi dengan PT Great Giant Pineapple, inovasi itu mampu diimplementasikan di kebun nanas dan mampu menghitung jumlah nanas yang berbuah di lahan seluas 35.700 ha dalam satu waktu.

Reza dan tim AIRDC mengemas AI itu dalam sebuah aplikasi berbasis website agar mampu dioperasikan oleh petugas dari PT Great Giant Pineapple.

Di sisi lain, pemanfaatan sensor internet of things (IoT) yang dipadu AI menjawab hambatan budi daya pertanian. AI menjadi otak yang mampu mencerna pengukuran kemudian menerjamahkannya menjadi data secara real time.

Baca selengkapnya pada Majalah Trubus edisi 657 Agustus 2024  yang mengulas 7 Inovasi Agribisnis. Akses pembelian Majalah Trubus pada google play (klik di sini).

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img