Saturday, January 17, 2026

Teknologi Menjaga Kualitas Air

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Air media hidup untuk ikan. Baik buruknya kualitas air memengaruhi kelangsungan hidup ikan. Dalam proses budidaya, kualitas air membantu pertumbuhan ikan.

Pembudidaya ikan atau pehobi kerap menghadapi aral karena kualitas air tidak sesuai dengan standar ambang batas. Maka periset di Sekolah Vokasi, IPB University membuat teknologi Simon Air—Sistem monitoring kualitas air.

Dosen Program Studi Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan, Sekolah Vokasi, IPB University Andri Hedriana S.Pi., M.Si., menuturkan alat sistem monitoring kualitas air dibuat untuk mempermudah pembudidaya atau penghobi untuk mendeteksi dan mencegah terhadap kualitas air yang berubah.

“Ketika melihara ikan dan diberi makan maka mengubah media atau fluktuasi. Sering terjadi pada pembudidaya adanya kematian ikan akibat kualitas air yang memburuk,” jelas Andri yang dikutip dari channel youtube IPB TV.

Kualitas air yang memburuk karena tidak terkontrol atau terdeteksi. Dengan adanya Simon Air membantu pembudidaya ikan atau penghobi memastikan ikan dalam kondisi nyaman atau stabil.

“Harapannya, memelihara ikan tetap produktif dan berproduksi tinggi dengan adanya alat ini. Sehingga kualitas tetap terjaga sesuai kebutuhan ikan,” kata Andri.

Simon air memiliki 5 sensor untuk membaca 6 parameter kualitas air. Hasil pembacaan masing-masing parameter tertaut pada website SIMONAIR.MY.ID.

Dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer, Sekolah Vokasi, IPB University Walidatus Sholihah S.Si., M.Kom., menuturkan  Simon air terdiri dari 5 sensor.

Alat itu menghitung 6 paremeter air TDS, TSS, salinitas, amoniak, pH, dan suhu dari air. Sebetulnya standar kualitas air ada  9 parameter namun baru memasukkan 6 parameter.

Simon Air, sistem yang terdiri dari sebuah alat dan apliaksi berbasis web. Alat itu terpasang di bibir akuarium, kemudian sensor masuk dalam air. Namun, sensor amoniak terdapat di atas permukaan air.

“Setiap 3 detik Simon Air akan mengukur dan dapat dikatakan realtime karena terbilang cepat, selanjutnya alat itu akan mengalirkan data ke website melalui internet,” kata Walidatus.

Uji coba untuk alat ini pada 2022 yakni pada akuarium pada ikan arwana. Pada 2023 merupakan tahun ke 2 tahap pengembangan Simon Air.  Hasilnya akurasi Simon Air lebih dari 80%.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img