Sunday, August 14, 2022

Teknologi Pengubah Dunia

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Teknik percepatan panen dapat dilakukan dengan menumbuhkan trubus. Sengon dipanen umur 3 tahun“Blackberry banyak dibudidayakan bersama stroberi dan jenis-jenis beri lainnya,” tutur Henk van Staalduinen waktu kami menanyakan apakah blackberry juga ngetren di Belanda. Dalam obrolan di perjalanan dari kantor Trubus di Cimanggis, Kotamadya Depok, Jawa Barat, menuju kediaman seorang kolektor tanaman hias di Tangerang, Banten, pada pertengahan 2009 itu, yang kami maksud BlackBerry, telepon pintar yang tengah jadi primadona sejak masuk ke Indonesia pada 2004.

Bagi Henk yang menggeluti dunia hortikultura selama lebih dari 40 tahun di Rotterdam, Belanda, nama blackberry lebih melekat pada buah tanaman anggota famili Rosaceae itu. “Tentu BlackBerry yang itu juga populer di Belanda,” ujar Henk sambil tertawa.

Guru SMA

Gara-gara seorang pria kelahiran Istanbul, Turki, nama buah kerabat stroberi itu menjadi ambigu. Pria itu, Mihalis “Mike” Lazaridis, memakai nama BlackBerry untuk menyebut telepon pintar yang diproduksi perusahaan miliknya, Research in Motion (RIM), di Waterloo, Kanada. BlackBerry dengan cepat mendunia karena memberikan sejumlah kemudahan. Salah satunya mengirim dan menerima surat elektronik secepat mengirim dan menerima pesan pendek. Olala…! Suatu kemudahan yang begitu didamba penduduk dunia yang kian sibuk.

Bersama peranti itu si empunya juga bisa melakukan jelajah internet, mengirim faksimili, dan chatting di mana saja dan kapan saja. Mafhum sistem dan teknologi server yang dikembangkan oleh Lazaridis memungkinkan pengguna BlackBerry selalu terhubung dengan internet. Sudah begitu, sistem itu juga mampu mengepres ukuran file email tanpa mengubah isinya. Akibatnya telepon itu mampu menampung hingga puluhan ribu email tanpa hang. Fasilitas lain, antarpelanggan pun bisa saling telepon dan mengirim pesan secara gratis, orang per orang atau dalam grup. Tak heran bila bagi sebagian orang gadget yang pertama kali diluncurkan pada 1999 itu menjadi bagian dari fesyen dan gaya hidup.

Bagi Mike boleh jadi BlackBerry adalah tanda kasih kepada guru-guru SMA-nya. Ketika itu pada era 1970-an Mike remaja yang memang menyukai dunia elektronika didukung para guru untuk mengembangkan bakatnya. Lelaki kelahiran 14 Maret 1961 itu ingat betul impian mereka: kelak suatu saat ada yang bisa menggabungkan fasilitas telepon genggam, komputer, dan nirkabel dalam satu benda. Semua yang kini ada pada telepon pintar inovasi salah satu orang paling berpengaruh versi majalah Time 2005 itu.

Kini dengan 25-juta pelanggan di lebih dari 100 negara berdasar data Life on BlackBerry, RIM 2009 Annual Report, pria yang drop out dua bulan sebelum kelulusan dari Jurusan Teknik Elektro bidang Ilmu Komputer Universitas Waterloo menjadi miliuner. Dan dunia pun berubah dengan BlackBerry.

Sengon bongsor

Dunia Rohim Solihin di Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, juga berubah setelah menggunakan pupuk hayati pada budidaya 1.000 tanaman sengon di kebunnya. Penggunaan pupuk hayati menghemat biaya produksi sekaligus mempercepat umur panen. Dengan pupuk hayati Rohim hanya mengeluarkan Rp200.000 per tahun untuk pembelian 2 liter pupuk hayati yang diencerkan menjadi 200 l.

Jika menggunakan pupuk konvensional, biayanya pada tahun pertama saja Rp1.280.000. Itu biaya empat kali pemupukan masing-masing 200 kg Urea jika harga Rp1.600 per kg. Biaya tahun kedua sama. Pada tahun ke-3, 4, dan 5 menjadi Rp1.600.000 per tahun. Pada tahun kelima ia menebang sengon berdiameter 30 cm – biasanya dicapai pada umur tujuh tahun dengan pemupukan konvensional.

Pupuk hayati mengandung sejumlah mikroorganisme. Dr Rasti Saraswati, peneliti mikrobiologi tanah dari Balai Penelitian Tanah menyebutkan mikroorganisme menyediakan sumber hara bagi tanaman, merangsang sistem perakaran agar berkembang sempurna, dan memperpanjang umur akar. Ujung-ujungnya  pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik. Pupuk hayati terbukti mendongkrak produksi jagung, meningkatkan jumlah tomat kualitas A, dan memperpanjang umur simpan dendrobium.

Rohim menjual hasil panen Rp200.000 per pohon. Jauh di bawah harga pasaran. Sengon berdiameter 30 – 35 cm setinggi kira-kira 15 m menghasilkan 0,7 – 1 m3 kayu. Dengan harga kayu di tingkat pekebun saat ini Rp700.000 per m3, petani padi itu mestinya mengantongi Rp490-juta! Gemerincing rupiah juga dinikmati oleh Kopral Satu Dian Hadiyanto. Sejak 2002 tentara itu menanam 1.600 pohon sengon dengan jarak tanam 2 m x 3 m di Singaparna, Tasikmalaya. Pada tahun ke-5 ia memanen 700 pohon dengan pendapatan Rp42-juta hasil penjualan 105 m3 kayu seharga Rp400.000 per m3.

Tunggul pohon setinggi 10 cm dari tanah ia pelihara sehingga memunculkan tunas baru. Selanjutnya satu tunas dipertahankan hingga tumbuh menjulang. Dari trubus itulah pada Juni 2011 Dian memanen 210 m3 kayu senilai Rp75-juta. “Dengan menumbuhkan trubusan saya hemat biaya bibit dan ajir senilai Rp1.000 per bibit dan Rp1.500 per ajir,” tutur sang kopral. Sudah begitu waktu panen lebih singkat, hanya 3 tahun. Teknologi ala Dian memang tidak benar-benar baru, tapi ia melakukannya secara intensif.

Inovasi

Para pekebun terus berinovasi untuk mendapatkan teknologi terbaik menanam sengon Paraserianthes falcataria. Maklum meski kayu-kayu cepat tumbuh lain bermunculan, tanaman anggota famili Fabaceae itu tetap jadi pilihan.

Kebuntuan dalam menghadapi karat sengon yang menjadi momok, kini dicoba diatasi dengan pemuliaan jenis tahan, teknologi budidaya, dan beragam teknik pemberantasan. Riset Dr Sri Rahayu, dosen patologi Hama, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, menunjukkan serangan Uromycladium tepperianum pada penanaman sengon tumpangsari dengan singkong hanya 8 – 10%. Seperti kata Lazaridis, ilmu pengetahuan adalah kunci sukses. Bagi Lazaridis itu berwujud pada sebuah telepon pintar. Buat Rohim dan Dian berupa percepatan panen sengon, kayu favorit beragam industri. (Evy Syariefa/Peliput: Faiz Yajri & Sardi Duryatmo)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img