Friday, December 2, 2022

Teringat Sepanjang Hayat

Rekomendasi

Lutung primata dengan volume otak 64 gramV olume otak owa jawa dewasa sekitar 113,7 cc atau sepersebelas dari volume otak manusia dewasa, 1.250—1.500 cc. Namun, jangan pernah sekali pun meremehkan daya ingat owa. Sekali disakiti, owa ingat sepanjang hayat.

Dokter hewan menutup wajah agar tak dikenaliGajah, mamalia dengan memori kuatBobo trauma pada orang gemukKetika itu Bobo berubah agresif. Suaranya melengking. Dari bahasa tubuh, tampak bobo tidak nyaman. “Boleh jadi Bobo seperti itu karena pernah disakiti oleh orang bertubuh besar ketika dipelihara sebelumnya,” kata Made Wedana Adi Putra, country director Aspinall Foundation Indonesia. Bobo merupakan owa sitaan dari Bandung, Jawa Barat. Ingatan itu menancap kuat. Tidak peduli orang bertubuh gemuk dan besar itu bermaksud baik atau buruk, bagi Bobo semua sama: mendatangkan derita.
Anggota staf perawatan owa di Yayasan Aspinall, Dany Simbolon, merasakan dampaknya. Pria berbobot 95 kg itu perlu sembunyi-sembunyi ketika melintasi kandang Bobo. Bila tidak, selain bertingkah seperti di atas, Bobo memberi Dany bonus: sambil membalikkan tubuhnya Bobo mengoyang-goyangkan pantatnya ke arah Dany, seperti mengejek.
Menurut ahli primata dari Sonoma State University, California, Amerika Serikat, Sue Taylor Parker, kelompok primata memiliki kecerdasan andal. Salah satu wujudnya adalah kemampuan mengingat-ingat sesuatu. Ahli primata dari Primate Research Institute of Kyoto University di Jepang, Prof Tetsuro Matsuzawa, membuktikan itu pada simpanse. Dari risetnya terungkap Pan troglodytes bisa mengalahkan mahasiswa-mahasiswa jagoan matematika pada tes memori rumit memakai angka 1—9 dalam hitungan detik.
Daya ingat yang kuat itu tidak muncul tiba-tiba, tetapi melalui proses panjang. Pada simpanse, misalnya, ia perlu menghafal jumlah musuh, pejantan dominan, hingga letak sumber pakan. Bila ia lupa dapat mengancam kelangsungan hidupnya. “Sebab itu manusia jangan pernah menganggap enteng kemampuan otak primata,” ujar Dr Sri Suci Atmoko, ahli primata dari Universitas Nasional, Jakarta.
Lebih jauh doktor ekologi sosial primata alumnus Universitas Utrecht, Belanda, itu menjelaskan pada kasus Bobo di atas, sifat agresif itu naluriah muncul sebagai ekspresi bertahan dari gangguan yang menimpanya sebelum tiba di pusat rehabilitasi. Beruntung sifat “buruk” itu masih bisa diperbaiki, meski belum tentu mendapat maaf lahir-batin dari sang owa. “Asalkan kita menunjukkan itikad baik terus-menerus, pelan-pelan ia akan merasa nyaman. Namun, lamanya tergantung individu dan riwayat perlakuan sebelumnya,” kata Suci.
Yang menarik menurut Made Wedana, tugas dokter hewan di pusat rehabilitasi  primata endemik jawa itu tidak mudah. Ahli medis itu  sering menjadi “korban”  dendam kesumat sang owa akibat menyuntik atau melakukan operasi kecil. “Makanya di sini, dokter yang melakukan tindakan operasi akan menutup wajahnya dengan masker supaya owa tidak mengenali. Bahkan si owa kalau perlu ditutup matanya,” kata Made.

Sejatinya di luar kelompok primata nan cerdas, masih terdapat banyak mamalia dengan memori kuat. Contoh gajah sumatera Elephas maximus sumatranus. Volume otak gajah mencapai 7.500 cc, terbesar dari semua makhluk darat saat ini. Dengan kapasitas otak seperti itu wajar bila gajah-gajah itu mampu mengingat segala sesuatu di wilayah jelajahnya di radius 30—160 km. Hebatnya lagi, sekali ada orang menyakiti, gajah terus mengingat, bahkan “memburu” orang tersebut bila berada di dalam wilayah teritorinya. (Dian Adijaya Susanto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img