Wednesday, January 28, 2026

Ternak Terbaik Tanah Pasundan

Rekomendasi
- Advertisement -

Beragam ternak bersaing menjadi yang terbaik di tanah Pasundan.

Kontes unggas salah satu hal baru pada kontes ternak se- Jawa Barat.

Trubus — Tubuh domba garut berumur 18 bulan itu gempal meski memiliki 2 anak. Lazimnya tubuh domba susut setelah melahirkan. Itulah salah satu keunggulan Si Nyonya—nama domba berumur 18 bulan. Juri menetapkan Si Nyonya sebagai juara kesatu kategori ratu bibit di Ekspo Peternakan dan Kontes Ternak tingkat Jawa Barat 2019. Salah satu juri kontes, Aditya Nugraha, S.Pt, mengatakan, kesehatan dan adeg-adeg menjadi kriteria penilaian untuk semua kategori lomba.

Adeg-adeg adalah keserasian antara bukaan tanduk (jinjingan), raut muka (ules), postur, dan kekokohan tulang. Para juri mesti jeli menilai domba garut terutama kategori ratu bibit. Pada kategori itu objek penilaian meliputi induk dan anak. Ada induk yang sangat cantik dan sehat, tapi anaknya kurang sehat. Begitu pun sebaliknya. Ada anak domba garut yang sangat sehat dan terawat. Sayangnya proporsi tubuh sang induk menyusut drastis lantaran masa menyusui.

Meriah

Domba garut yang juara berarti memenuhi standar penilaian yang lebih baik dibandingkan dengan peserta lain. Keberhasilan Si Nyonya menyabet gelar ratu bibit sesuai harapan sang empunya, Dikdik Arifianto, S.Pt. “Saya sangat senang domba itu menjadi juara. Gelar itu menjadi obat lelah peternak,” kata warga Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu.

Penjurian kontes ternak melibatkan akademisi dan peneliti. (DOk. Trubus)

Dikdik yakin Si Nyonya menjadi kampiun karena kualitas domba itu terlihat sejak berumur 9 bulan. Sejak itulah Dikdik menyiapkan Si Nyonya untuk mengikuti aneka lomba. Ia memperhatikan betul pola pakan, kebersihan kandang, jadwal kawin, dan kesehatan domba itu. Buktinya pada umur 13 bulan Si Nyonya meraih gelar ratu bibit pada kontes yang berlangsung di Kabupaten Bandung pada November 2018.

Sapi pasundan sumber daya genetik lokal Jawa Barat yang perlu dikembangkan.

Persiapan intensif dimulai 3 bulan menjelang lomba. Dikdik memberikan 1 kg ampas tahu dan 5 kg rumput segar pada pagi dan malam. Si Nyonya juga mendapatkan vitamin 2 kali sebulan. Fungsinya menjaga kesehatan domba dan mencegah terserang penyakit ketika pergantian musim. Pemberian obat cacing setiap 3 bulan agar organ pencernaan sehat. Dikdik pun mencukur bulu setiap 2 bulan supaya kebersihan bulu terjaga. Si Nyonya pun mandi setiap pekan menggunakan sabun khusus.

Semua perawatan itu mendukung penampilan Si Nyonya sehingga dinobatkan sebagai Ratu Bibit. Kebahagiaan tidak hanya milik Dikdik. Rina Marlina dari Kabupaten Bandung Barat semringah karena domba garut kepunyaannya menjadi juara di kategori raja calon pejantan. Selain domba garut, Ekspo Peternakan dan Kontes Ternak Tingkat Jawa Barat 2019 juga menghelat kontes sapi potong, sapi perah, kambing peranakan etawa, ayam sentul, dan itik.

Ir. Aida Rosana, M.M., Ketua Panitia Ekspo Peternakan dan Kontes Ternak Tingkat Jawa Barat 2019.

Ketua panitia Ekpo Peternakan dan Kontes Ternak Tingkat Jawa Barat 2019 Ir. Aida Rosana, M.M., mengatakan, tujuan kegiatan antara lain sebagai bahan evaluasi tahunan petugas untuk agribisnis yang berdaya saing. Acara yang berlangsung pada 23—24 Juli 2019 itu juga bertujuan mengembangkan usaha dan meningkatkan mutu ternak agar dapat meraih peluang pasar dometik dan ekspor.

Selain itu, “Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak,” kata Aida. Ia menuturkan hal baru pada acara yang berlangsung di Lapangan GOR Singalodra, Kabupetan Indramayu, Jawa Barat, itu yakni adanya kontes unggas dan bursa hewan kurban. Unggas dipilih untuk memotivasi peternak menghasilkan produk berkualitas. Apalagi ada program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yang menggunakan ayam kampung.

Panitia juga menyelenggarakan pameran produk dan olahan peternakan untuk memeriahkan acara tahunan itu. Alasan terpilihnya Indramayu sebagai tuan rumah lantaran peternakan Indramayu sangat berpotensi maju. (Riefza Vebriansyah)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img