Wednesday, June 10, 2026

Tiga Hal Penting Sebelum Memulai Budidaya Sistem Tumpang Sari

Rekomendasi

Trubus.id—Tumpangsari sayuran mendatangkan keuntungan ganda. Menurut Prof. Awang Maharijaya di Pusat Kajian Hortikultura Tropika  (PKHT) IPB University, tumpang sari adalah suatu metode budi daya tanaman dengan menanam lebih dari satu jenis tanaman pada suatu lahan dan di waktu yang bersamaan.

Sebagai akibat dari populasi tanaman yang lebih tinggi, produktivitas jenis tanaman tertentu akan menurun dibandingkan dengan budidaya monokultur. Di sisi lain, sistem tumpang sari juga memberikan keuntungan seperti efisiensi penggunaan sumber daya yang lebih baik dibandingkan dengan sistem monokultur.

Selain itu, resiko kegagalan ditanggung oleh kedua tanaman. Ia menuturkan sistem tanaman tumpang sari jelas mempengaruhi pertumbuhan, karena pada sistem budidaya tumpang sari, populasi total dari kedua jenis tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan sistem monokultur.

“Ketika ada lebih banyak tanaman ditanam pada lahan yang sama, tentunya akan terjadi kompetisi di antara tanaman tersebut, baik itu memperebutkan cahaya, air, maupun nutrisi hara. Tanaman yang tumbuh tinggi akan menaungi tanaman yang lebih pendek. Akan tetapi ada interaksi positif juga, seperti kemampuan fiksasi nitrogen pada tanaman kacang-kacangan tentunya akan berpengaruh positif terhadap tanaman lainnya,” kata Awang.

Lebih lanjut ia menuturkan yang harus diperhatikan pada saat mengkombinasikan tanaman. Pertama memilih tanaman dengan organ yang dipanen sama, agar manajemen budi daya lebih mudah.

Kedua memilih tanaman yang memiliki OPT yang berbeda agar tidak saling menulari ketika terjadi serangan. Ketiga memilih tanaman yang dapat saling menguntungkan, atau paling tidak salah satu jenis tanaman menguntungkan jenis yang satunya.

Beberapa penelitian terkait tumpang sari melaporkan adanya penurunan serangan OPT baik hama maupun penyakit pada kedua tanaman tumpang sari, namun hal ini tentunya berkaitan dengan pemilihan kombinasi tanaman.

Menurut dosen di Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Dr. Ade Ismail, S.P., M.P., keuntungan tumpang sari yakni tanaman utama menjadi lebih terpelihara dengan baik dari gangguan gulma. Sisa-sisa unsur hara yang digunakan menjadi pelindung serangan hama dan penyakit. “Kontrol tanaman utama lebih terjaga,” tutur Ade.

Tumpang sari juga bernilai ekonomis karena tanaman pendamping mendatangkan pendapatan lebih cepat dibandingkan dengan tanaman utama. “Pemilihan tanaman utama dengan tanaman sela harus tepat karena khawatir ada tanaman yang mengeluarkan zat pengganggu,” kata Ade.

Kombinasi tanaman yang ditumpangsarikan bisa dari golongan tanaman pangan dengan tanaman penghasil nitrogen (kacangkacangan). Selain itu sandingkan tanaman berakar tunggang panjang dengan tanaman berakar dangkal. Tujuannya agar tanaman berakar panjang “membantu” tanaman berakar dangkal menyerap hara dalam tanah.


Artikel Terbaru

Workshop Ikebana di Jakarta Hadirkan Prof. Verdy Leung dari Ikenobo Kyoto

Ikebana Ikenobo Indonesia (i3) bersama Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) menghadirkan workshop ikebana di Jakarta dengan menghadirkan Special Entrusted...

More Articles Like This